Program Diploma 3 dan Diploma 4 di Universitas Indonesia, yang bernaung di bawah Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, memiliki keunggulan karena berfokus pada keterampilan praktik melalui kerja sama yang terjalin dengan banyak mitra di bidang industri –baik dari kementerian, maupun swasta. Selama perkuliahan, mahasiswa akan mendapatkan pembelajaran teori di awal perkuliahan, lalu menjalani studi kerja di mitra yang memiliki bidang usaha sesuai program studi (prodi), dan diakhiri dengan program internship.

Saat perkuliahan di Vokasi UI, mereka melakukan praktik di laboratorium yang menyerupai bentuk aslinya di dunia kerja, antara lain Klinik Pajak, Vocation Wellness Center, Laboratorium TV Vokasi- MetroTV, Laboratorium Humas, dan Laboratorium Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia. Seluruh laboratorium tersebut merupakan contoh penerapan creativity, innovation, entrepreneurship, leadership (CI-EL) di Vokasi UI.

Dalam kunjungannya ke Vokasi UI belum lama ini, Hermawan Kartajaya mengungkapkan kekagumannya atas berbagai macam laboratorium tersebut yang dijadikan teaching factory. “Maksimalisasi yang dilakukan Vokasi UI untuk menciptakan lulusan yang siap terjun ke industri menunjukkan bahwa pendidikan vokasi dapat menguatkan Indonesia,” kata Hermawan Kartajaya, Founder & Chairman MarkPlus, Inc.

(Foto: (Ki-Ka): Ardhi Ridwansyah (COO MarkPlus Institute), Aditya Denny Pratama, SST.FT, M.Fis. (Kepala Vocation Wellness Center Vokasi UI), Padang Wicaksono, S.E., Ph.D (Direktur Program Pendidikan Vokasi UI), Hermawan Kartajaya (Founder & Chairman MarkPlus, Inc.) Jacky Mussry (Deputy Chairman MarkPlus, Inc.), Riza Pahlawi, Str.Ftr., M.Kes. (Dosen prodi Fisioterapi Vokasi UI), Mita Noviana, S.Ft., M.Kes. (Dosen prodi Fisioterapi Vokasi UI) saat mengunjungi Vocation Wellness Center Vokasi UI)

“Untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa, perlu adanya penerapan CI-EL di lingkungan pendidikan tinggi, khususnya vokasional. Di samping itu, untuk mewujudkan entrepreneurial university, kampus tidak lagi hanya sebagai lembaga pendidikan tinggi saja, melainkan juga memberikan manfaat untuk kepentingan usaha dan masyarakat luas,” ujarnya. Ia juga mengingatkan tentang pentingnya sertifikasi kompetensi kewirausahaan bagi para mahasiswa.

Vokasi UI berkomitmen untuk mengembangkan keterampilan dan kompetensi mahasiswa, juga membekali dengan kepiawaian berwirausaha, salah satunya dengan cara menambahkan mata kuliah Kewirausahaan sebagai mata kuliah wajib di seluruh program studi. Vokasi berupaya mengembangkan keterampilan, kompetensi, dan kewirausahaan mahasiswa agar siap diserap industri ketika lulus. Di sisi lain, lulusan Vokasi UI juga memiliki semangat membangun bisnis sendiri.

Untuk itulah kerja sama dengan berbagai mitra terus dilakukan, seperti dengan MarkPlus Institute. Kerja sama ini meliputi penyelenggaraan sertifikasi kompetensi entrepreneurship bagi para mahasiswa, serta penerimaan magang bagi mahasiswa dari program studi Produksi Media, Hubungan Masyarakat, Penyiaran Multimedia, dan Periklanan Kreatif, dengan pengayaan pengetahuan tentang strategic thinking.

Penandatangan Perjanjian Kerja Sama di bidang pendidikan, kreativitas, dan kewirausahaan tersebut dilakukan oleh Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Padang Wicaksono, S.E., Ph.D dengan Deputy Chairman MarkPlus, Inc., Dr. Jacob Silas Mussry pada Rabu (25/5/2022), disaksikan Hermawan Kartajaya dan jajaran pimpinan Vokasi UI.

(Foto: (Ki-Ka): Jacky Mussry (Deputy Chairman MarkPlus, Inc.), Arie Widodo, M.S.M. (Dosen prodi Administrasi Perpajakan Vokasi UI), Hermawan Kartajaya (Founder & Chairman MarkPlus, Inc.), Hadining Kusumastuti, S.Sos., M.Ak. (Dosen prodi Administrasi Perpajakan Vokasi UI), Thesa Adi Purwanto, S.Sos., MTI. (Ketua Program Studi Administrasi Perpajakan Vokasi UI) saat mengunjungi Klinik Pajak Vokasi UI)

Padang Wicaksono mengatakan bahwa penerapan CI-EL di Vokasi UI terbukti telah menghasilkan inovasi baru yang dapat memberi solusi dan manfaat bagi masyarakat luas. “Penerapan CI-EL di Vokasi UI dapat terlihat dari terwujudnya beberapa produk atau program inovasi seperti VokHumFest (program pengabdian masyarakat untuk membantu UMKM melakukan promosi dan menciptakan branding), E-Taxaction NG (aplikasi konsultasi pajak) dan Taxaction (program pengabdian masyarakat dalam membantu pengisian SPT tahunan bagi masyarakat umum), Vocation Wellness Center (produk layanan kesehatan), serta beberapa startup yang dirintis mahasiswa,” ujarnya.

Tentunya, kerja sama ini diharapkan dapat terus terjalin dan memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa. Padang menambahkan, “Saya berharap, baik Vokasi UI maupun MarkPlus Institute, dapat berkolaborasi untuk menciptakan lulusan yang berkualitas melalui berbagai program di bidang pendidikan, kreativitas, dan kewirausahaan.”

Sejalan dengan tujuan tersebut, MarkPlus Institute turut membagikan pengalamannya terkait kebutuhan CI-EL yang perlu diterapkan oleh institusi pendidikan. Keempatnya merupakan unsur yang sinergis untuk membentuk lulusan pendidikan tinggi yang unggul.

X