Depok-Perkembangan industri game di Indonesia terus mengalami pertumbuhan seiring dengan luasnya penggunaan ponsel pintar serta kondisi pandemi Covid-19 yang melanda selama dua tahun belakangan ini. Semakin baiknya ekosistem game tersebut membuka peluang bagi generasi muda untuk tidak hanya menjadi gamer, tetapi juga berpotensi untuk menjadi developer game. Saat ini, game tidak hanya dimanfaatkan sebagai media hiburan, tetapi juga dapat diadopsi sebagai media edukasi. Sejalan dengan pertumbuhan industri game saat ini, pemerintah mendukung untuk mencetak sumber daya manusia unggul di bidang industri game.

Merespons potensi perkembangan industri game tersebut, Program studi (prodi) Produksi Media, Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI) menjadi salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang aktif berpartisipasi dalam konsorsium Game Developer yang digagas oleh pemerintah Indonesia untuk mewujudkan dan mengembangkan ekonomi kreatif. Melalui wadah tersebut, prodi Produksi Media Vokasi UI, bersama dengan sembilan perguruan tinggi lainnya, turut andil dalam mengembangkan sebuah program yang dikembangkan oleh Indonesia Cyber Education Institute (ICE Institute) Universitas Terbuka (UT), bernama Program Microcredential Game Developer (PMGD).

(Foto: Ketua Program Studi Produksi Media, N. Rangga Wiwesa dalam kegiatan konsorsium PMGD)

PMGD merupakan salah satu bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pada awal tahun 2022. Transisi menuju digitalisasi yang saat ini dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat juga telah melahirkan bisnis metaverse yang dapat dikembangkan, salah satunya potensi pasar dari penjualan video game di Indonesia yang sangat besar.

Ketua Program Studi Produksi Media sekaligus mentor dalam program tersebut, N. Rangga Wiwesa, M.I.Kom., CICS, MIPR, mengatakan bahwa perkembangan teknologi yang kian masif perlu dimanfaatkan dalam berbagai hal, salah satunya adalah pengembangan game. “Prodi Produksi Media, melalui stream Game Designer dan spesifikasi Game Layout, ikut berkontribusi dalam mengupas secara komprehensif proses pembelajaran PMGD yang diselenggarakan secara blended daring, serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat ataupun pendukung proses pembelajaran PMGD. Misalnya, rancangan pembelajaran, pemanfaatan multimedia, kesiapan mahasiswa untuk belajar daring, perbedaan mahasiswa, perilaku belajar mahasiswa, dinamika kelompok, pemanfaatan digital storytelling dalam Capstone Project dan hasil belajar mahasiswa,” ujar Rangga menjelaskan.

(Foto: Rangga dalam kegiatan konsorsium PMGD bersama ICE Institute UT)

Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Padang Wicaksono, S.E., Ph.D, mengatakan bahwa kontribusi yang diberikan oleh prodi Produksi Media merupakan salah satu cerminan penerapan kurikulum praktik yang mulai memanfaatkan teknologi metaverse di dalamnya. “Saya berharap agar perkembangan kurikulum di Produksi Media dapat terus berkembang dan bisa mengadaptasi kecanggihan teknologi saat ini. Melalui kurikulum mengenai game yang dikembangkan oleh prodi Produksi Media, diharapkan dapat memberikan banyak wawasan bagi mahasiswa untuk memperluas keterampilan memproduksi konten digital di berbagai platform,” ungkap Padang menambahkan.

PMGD diselenggarakan secara blended daring dengan beban studi 20 SKS yang terdiri dari 27 mata kuliah untuk 5 peminatan dan Capstone Project. Hingga saat ini, terdapat 672 mahasiswa dari seluruh Indonesia yang berpartisipasi dalam PMGD dan melibatkan lebih dari 80 dosen di sepuluh perguruan tinggi. PMGD menawarkan lima bidang peminatan, yaitu Game Artist, Game Designer, Game Developer, Educational Game Developer, dan Game Project Management. Setelah menyelesaikan bidang peminatan, mahasiswa akan dikelompokkan untuk membuat game dalam Capstone Project. Game yang dihasilkan mahasiswa akan dikompetisikan dan dipamerkan kepada industri game di tanah air, sehingga dapat diadopsi untuk komersialisasi. Prodi Produksi Media berkesempatan untuk mengampu mata kuliah Game Layout dari stream Game Designer dan juga berperan sebagai mentor Capstone Project.

(Foto: Rangga bersama sejumlah perwakilan perguruan tinggi yang ikut berpartisipasi dalam PMGD)

Lebih lanjut, Rangga mengatakan, “Penyelenggaraan PMGD secara blended daring merupakan keunikan tersendiri. Hal ini disebabkan karena pada umumnya pendidikan atau pelatihan game developer dilakukan secara tatap muka dan memanfaatkan laboratorium media game. Kami berkomitmen akan terus berkontribusi dalam PMGD untuk semester selanjutnya sebagai implementasi dari pengembangan kurikulum pengajaran game yang diselenggarakan sebagai salah satu mata kuliah di Produksi Media Vokasi UI. Selain itu, kami juga akan lanjut berkontribusi di PMGD di semester kedua tahun ini, untuk mengampu Game Layout dan Game Branding. Nantinya, game akan menjadi salah satu mata kuliah unggulan prodi Produksi Media Vokasi UI.”

Sejak tahun 2021, Program Pendidikan Vokasi UI meluncurkan dua program studi baru dengan jenjang pendidikan sarjana terapan (D4) yaitu Bisnis Kreatif dan Produksi Media. Salah satu keunggulan prodi Produksi Media adalah penerapan mata kuliah yang sangat terkait dengan berbagai perkembangan teknologi baru seperti desain interaktif, pengkodean kreatif, perancang UI/UX, hingga perancangan dan penciptaan video game. Sebagai komitmen dalam meningkatkan kemampuan lulusan sebagai video game developer, saat ini prodi Produksi Media juga tergabung sebagai anggota Asosiasi Game Indonesia (AGI).