Depok-Indonesia saat ini menjadi pasar prospektif bagi industri game. Pada 2021, lembaga riset Statista mencatat Indonesia masuk peringkat ke-16 pasar game dunia atau keempat di Asia Pasifik dengan nilai 1,68 miliar USD atau lebih dari 25 triliun rupiah. Angka tersebut berpotensi terus meningkat seiring semakin besarnya peminat mobile game via ponsel di masa datang. Lantas, apakah kita hanya berperan sebagai pengguna saja, sementara pengembang game dari luar negeri meraup untung?

Tentu saja tidak. Upaya berkontribusi dalam pengembangan game salah satunya dilakukan oleh N. Rangga Wiwesa, M.I.Kom., CICS, MIPR, dosen sekaligus Ketua Program Studi Produksi Media Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia. “Kami menyadari bahwa saat ini game berpotensi menjadi media baru yang dapat dikembangkan menjadi industri yang komersial dan menjanjikan. Untuk itu, kami mulai mengembangkan kurikulum berbasis media-media baru yang perlu mulai dikenalkan kepada masyarakat. Salah satunya adalah game,” ungkap Rangga yang juga seorang gamers. Sebagai media baru, image game saat ini hanya dipandang sebagai media hiburan semata di masyarakat. Padahal, game juga dapat dimanfaatkan untuk beragam keperluan seperti di bidang pendidikan dan pembelajaran.

(Foto: Ketua Program Studi Produksi Media, N. Rangga Wiwesa dalam Kegiatan Konsorsium PMGD)

Guna memenuhi capaian pembelajaran mata kuliah game ini, Program Studi Produksi Media akan melakukan kolaborasi dengan sejumlah industri untuk memasukkan game dalam beberapa mata kuliah, seperti Google Indonesia, GoPlay, Perusahaan Film Negara (PFN), Bumilangit, The Pokémon Company, dan lainnya. Tak hanya itu, prodi Produksi Media juga berkontribusi dalam konsorsium Game Developer bernama Program Microcredential Game Developer (PMGD) yang diinisiasi oleh Indonesia Cyber Education Institute (ICE Institute) Universitas Terbuka (UT) pada Juni lalu. Prodi Produksi Media merupakan satu-satunya program studi di UI yang ditunjuk oleh Center for Independent Learning (CIL) UI mewakili Universitas Indonesia dalam konsorsium tersebut.

“Prodi Produksi Media terus berupaya untuk melengkapi lingkup pembelajaran di bidang media yang belum ada di lingkungan UI, untuk memperkaya khasanah media baru yang berpotensi besar menjadi industri di Indonesia,” kata Rangga. Selain mata kuliah game, prodi Produksi Media juga membekali mahasiswa dengan sejumlah mata kuliah seperti produksi komik, e-sports, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), fotografi digital, livestream, konten musik, film, desain, serta mata kuliah lainnya. “Upaya ini diharapkan agar lulusan Produksi Media dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri, terutama industri digital ke depan,“ ungkap Rangga yang juga merupakan anggota Asosiasi Game Indonesia (AGI), sebuah organisasi yang bertujuan mempercepat pertumbuhan industri video game di Indonesia.

(Foto: Para mahasiswa berkesempatan belajar memproduksi sebuah konten di GoPlay Studio)

Tentu, langkah besar yang dilakukan program studi Produksi Media Vokasi UI ini diharapkan dapat berkontribusi agar dunia game Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri.