Depok-Pengembangan sektor ekonomi perdesaan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), merupakan pilar ekonomi rakyat yang dapat menjawab permasalahan ekonomi, selain menopang kemandirian ekonomi desa. Saat ini, BUMDes masih memiliki kendala teknis dan operasional, seperti rendahnya kemampuan manajerial dan kewirausahaan pengelola BUMDes.

Melihat kendala di lapangan yang dihadapi pelaksana pengembang sektor BUMDes, program studi (prodi) Administrasi Keuangan dan Perbankan, Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI), bersama Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo, berkolaborasi untuk mengatasinya sekaligus mendukung pengimplementasian kemandirian desa melalui sektor BUMDes. Dua institusi tersebut mengadakan program pelatihan dan pendampingan bisnis bagi pengelola BUMDes di Wonosobo. Program ini diikuti pengelola BUMDes dari 30 desa dan 15 kecamatan di wilayah Wonosobo.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Wonosobo, Dra. Harti, M.M, mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk dilakukan mengingat keberadaan BUMDes dalam konteks perekonomian masyarakat desa memiliki peran yang penting. “Saat ini, Kabupaten Wonosobo memiliki 195 BUMDes dengan pembagian klasifikasi 4 BUMDes maju, 11 BUMDes berkembang, 95 BUMDes Tumbuh, dan 85 BUMDes Dasar. Kegiatan pelatihan ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk diikuti oleh para pengelola BUMDes dan kemudian secara riil diimplementasikan dalam rangka pengembangan masing-masing BUMDes,” ungkapnya.

(Foto: Pemberian cendera mata kepada perwakilan Wonosobo)

Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Padang Wicaksono, S.E., Ph.D, mengatakan bahwa Vokasi UI berkomitmen untuk mendorong pembangunan daerah melalui sumbangsih pemikiran keilmuan, pengetahuan, dan berbagai program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, salah satunya melalui program pelatihan dan pendampingan bisnis bagi BUMDes dan UMKM. “Peningkatan kapasitas kelembagaan dan kapabilitas SDM pengelola BUMDes menjadi prioritas agar segera memperoleh penanganan, baik dari pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya. Vokasi UI turut berupaya untuk membangun pengelolaan BUMDes melalui berbagai kegiatan pengabdian masyarakat oleh dosen dan mahasiswa guna mewujudkan ekonomi rakyat yang makmur dan sejahtera,” kata Padang.

Program yang berlangsung hingga Oktober 2022 ini diawali dengan pelaksanaan pelatihan perancangan bisnis model bagi pelatihan perancangan bisnis model bagi 30 orang direktur dan pengelola BUMDes pada Kamis (25/08). Dalam pelaksanaan program pengmas ini, tim pengabdi Vokasi UI yang terdiri dari dosen dan mahasiswa, berkolaborasi dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan pelaku dunia usaha, yaitu Bank BNI 46 dan Alfamart.

Kegiatan ini juga meliputi edukasi literasi keuangan serta perancangan model bisnis yang mengaplikasikan jenis usaha layanan jasa perbankan dan perdagangan ritel. Tidak hanya itu, tim pengabdi juga mengunjungi langsung BUMDes dan membahas permasalahan BUMDes serta rencana aksi yang dapat dilakukan.

(Foto: Foto bersama penerima manfaat pengabdian masyarakat di Kabupaten Wonosobo)

Kegiatan pengmas yang diketuai Dede Suryanto, S.Sos., M.Si., mengunjungi beberapa BUMDes, antara lain BUMDes Kusuma Jaya di Desa Ngadikusuman Kertek yang memiliki unit usaha budidaya ikan konsumsi dan pengolahan air minum dalam kemasan, serta BUMDes Cipta Karya Mandiri di Desa Blederan Mojotengah yang memiliki penyewaan kios pasar desa dan kampung wisata sayur.

(Foto: Foto bersama kegiatan pengabdian masyarakat di Kabupaten Wonosobo)

Dede mengatakan, “Kekayaan alam desa sangat banyak dan memiliki potensi bisnis yang tinggi. Tetapi, BUMDes terkendala dengan rendahnya kemampuan manajerial dan akses permodalan, sehingga penting untuk diberikan pelatihan-pelatihan bisnis dan kewirausahaan, serta menyediakan akses permodalan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) atau menghimpun dana dari pemodal masyarakat desa,” ujarnya. Selain itu, “Pemerintah desa juga perlu membantu legalitas BUMDes agar kegiatan unit usaha BUMDes tidak terkendala masalah perizinan. BUMDes juga dapat berperan sebagai offtaker penjamin produk UMKM yang tumbuh pesat di Wonosobo. Bahkan, sejalan program BUMDes, Vokasi UI dengan mitra dunia usaha akan memberikan kurasi dan pendampingan bisnis UMKM untuk menembus pasar ekspor,” kata Dede.