Depok-Pandangan tentang model yang memiliki wajah cantik, kulit putih, dan tubuh yang tinggi masih sering dianggap menjadi standar kecantikan bagi kebanyakan orang. Namun stereotipe ini tidak berlaku bagi Rizqya Hidayati Nuzula, mahasiswa Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI) yang sudah menjalani kariernya sebagai model sejak duduk di bangku SMA.

Nuzula menganggap bahwa saat ini stigma standar kecantikan tersebut sudah mulai berkurang di industri modeling. Ia sendiri merupakan salah satu model yang memiliki kulit sawo matang. “Bagiku, standar kecantikan saat ini sudah berubah. Model yang memiliki wajah unik mulai menarik perhatian para pemilik brand untuk memasarkan produk yang mereka miliki,” kata Nuzula. Ia juga merupakan salah satu model yang berkesempatan untuk menjadi model pemotretan dalam film “Imperfect” yang disutradarai oleh Ernest Prakasa.

Nuzula memulai karier model sejak mengikuti ekstrakurikuler modeling di sekolah menengah. Lalu, ia berpartisipasi dan menjadi Top 60 pada Universitas Indonesia Fashion Week tahun 2019 setelah melalui seleksi dengan lebih dari 400 model. Di tahun yang sama, Ia pun direkrut menjadi model oleh salah satu agensi model ternama di Jakarta.

(Foto: @babambramaditia)

Sejak saat itu, debut kariernya di dunia modeling dimulai. Nuzula mengikuti Jakarta Fashion Week Model Search 2020 dan menjadi pemenang sebagai perwakilan dari Jakarta. Ia pun berhasil menjadi salah satu model catwalk di Jakarta Fashion Week 2020. Kariernya pun terus melonjak pesat. Ia tak hanya menjadi model pemotretan saja, tetapi juga beberapa kali memeragakan busana lainnya, seperti Nusantara Fashion Festival 2020, Jakarta Fashion Week 2021, dan Jakarta Fashion Week 2022. Terakhir, Ia berkesempatan tampil pada Jakarta Fashion Trend 2022 membawakan busana dari Qonita Gholib, Greenism, Chaera Lee x IKJ, Fey Kayo, dan Najua Yanti x IKJ.

Sejalan dengan kariernya yang terus berkembang, Nuzula tidak melupakan kewajibannya sebagai mahasiswa. Saat ini,ia merupakan mahasiswa di program studi Penyiaran Multimedia, Program Pendidikan Vokasi UI. Baginya, pendidikan tetap menjadi prioritas utama. Untuk membagi waktu antara kuliah, modeling, dan organisasi, Nuzula tidak terlalu kesulitan. Ia menjelaskan bahwa sejauh ini pekerjaan modeling-nya tidak mengganggu waktu perkuliahannya. Bahkan, saat ini ia juga mengembangkan sebuah production house bersama teman kuliahnya untuk terus mengembangkan kompetensinya di bidang penyiaran.

(Foto: Jakarta Fashion Week 2021 – Barli Asmara)

“Awalnya memang aku berminat jadi news anchor, makanya memilih jurusan Penyiaran Multimedia di Vokasi UI. Tetapi, seiring berjalannya waktu dan belajar banyak hal di jurusan tersebut, aku sekarang lebih ingin fokus ke balik layar, seperti menjadi social media planner, content specialist, dan lainnya,” ujar Nuzula. Ia menganggap bahwa pekerjaannya di masa depan akan lebih fokus di industri media dan kreatif. Namun, tidak dapat dimungkiri bahwa modeling juga dapat menjadi pekerjaan sampingan yang ingin ia terus kembangkan.

X