Depok-Kemudahan mengakses teknologi memberikan dampak besar bagi banyak industri, termasuk pelayanan kesehatan, seperti telemedisin dan home care, terutama saat pandemi Covid-19 terjadi. Mengikuti perkembangan tersebut, Aditya Said, alumni program studi Fisioterapi, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI), bersama dengan kedua rekannya—Hasnal Wenes dan Ananda Farrell, alumni program studi Administrasi Rumah Sakit Vokasi UI—membangun sebuah platform layanan fisioterapi home visit pertama di Indonesia bernama Fisiohome. Platform fisioterapi home visit ini menyediakan berbagai pelayanan kesehatan seperti, fisioterapi stroke, pascaoperasi, gangguan otot, tulang, dan saraf, permasalahan respirasi, permasalahan fisik pada anak dan lansia, peningkatan performa pascacedera olahraga, serta menjaga tubuh dari menurunnya kondisi fisik.

Aditya Said, Founder sekaligus Chief Operating Officer (COO) Fisiohome, mengatakan, “Fisiohome merupakan platform home visit Fisioterapi pertama di Indonesia yang menawarkan segala solusi persoalan gerak dan fungsi tubuh, dengan kemudahan berupa efektivitas waktu dan jarak yang tidak lagi menjadi halangan bagi pasien untuk mendapatkan pelayanan fisioterapi. Selain itu, pasien juga dapat mengakses layanan tersebut kapan saja dan di mana saja tanpa harus repot antri, tak ada yang mengantar dan waktu berkunjung yang terbatas.”

Fisiohome menawarkan jasa pelayanan spesialis fisioterapi ke rumah yang cepat dan mudah diakses. Dengan menghadirkan fisioterapis yang terampil, Fisiohome memberikan pelayanan dan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan pasien. Di samping itu, Fisiohome juga memberikan berbagai edukasi seputar fisioterapi di kanal Instagram agar masyarakat dapat mengetahui pentingnya kesehatan fisik dan bagaimana menjaganya.

(Foto: Fisiohome menjadi satu dari 1.000 startup yang masuk ke dalam Gerakan 1000 Startup Digital)

Said mengatakan bahwa pendidikan yang Ia tempuh di Vokasi UI menjadi awal perjalanannya dalam membangun Fisiohome sampai saat ini. “Program magang atau praktik klinik yang saya dapatkan selama berkuliah di Vokasi UI sangat membantu dalam melatih keterampilan praktik, serta membuka mata saya tentang industri ini secara lebar. Sehingga, kita dapat melihat banyak peluang di dalamnya,” ujar Said menjelaskan.

Program Pendidikan Vokasi UI sebagai penyelenggara pendidikan vokasional turut memfasilitasi mahasiswanya untuk peningkatan kompetensi melalui magang dan sertifikasi. Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Padang Wicaksono, S.E., Ph.D, mengatakan, “Adanya Fisiohome ini menunjukkan bahwa Vokasi UI berhasil menciptakan lulusan yang berkualitas dan tidak hanya menekankan kepada kebutuhan industri saja, melainkan juga penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat. Kolaborasi antaralumni dari prodi yang berbeda, seperti yang dilakukan Said, Hasnal, dan Farrell, merupakan bentuk sinergisme yang memberikan banyak manfaat bagi masyarakat luas. Platform kesehatan ini juga merupakan hasil dari implementasi creativity, innovation, entrepreneurship, dan leadership (CI-EL) yang memang kami berikan kepada mahasiswa sejak awal perkuliahan mereka.”

(Foto: Salah satu pelayanan home visit yang dilakukan oleh Fisiohome)

Said berharap agar Fisiohome dapat menjadi top of mind pelayanan fisioterapi di rumah dan meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia terhadap profesi fisioterapi yang dapat menjawab persoalan gerak dan fungsi tubuh. “Fisiohome bukan hanya platform kesehatan yang membantu masyarakat dalam mendapatkan pelayanan fisioterapi secara mudah, melainkan juga membuka lapangan pekerjaan baru, serta meningkatkan kesejahteraan fisioterapis di Indonesia,” ungkap Said menutup wawancara.

X