Fisioterapi

Tujuan pendidikan untuk menghasilkan Ahli Madya Fisioterapi yang mampu memberikan pelayanan dengan mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang rentang kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutis dan mekanis), pelatihan fungsi, serta komunikasi dan edukasi.

Lulusan program studi Fisioterapi, saat ini mempunyai daya serap lulusan 85% yang berpotensi kerja di berbagai unit kerja pada RS pemerintah dan swasta, RS khusus/ pendidikan, klinik, spa, pusat kesehatan/ olah raga/ kebugaran, dan yayasan. Lulusan juga disiapkan peluang untuk bekerja di berbagai rumah sakit luar negeri.

 

Profesi dan Career Path bagi lulusan Program Studi Fisioterapi

Sesuai dengan KepmenKes No.1363 tahun 2001 :

“Fisioterapi adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan atau kelompok untuk mengembangkan memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutis dan mekanis), pelatihan fungsi komunikasi.’

Menurut Departemen Kesehatan Indonesia Fisioterapi adalah suatu pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk individu dan atau kelompok dalam upaya mengembangkan, memelihara, dan memulihkan gerak dan fungsi sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan modalitas fisik, agen fisik, mekanis, gerak dan komunikasi.

Prospek Kerja

Semakin banyaknya peminat calon mahasiswa ke jurusan fisioterapi dikarenakan semakin banyak pula dibutuhkannya tenaga kerja fisioterapis. Menjadi seorang Fisioterapis bukan hanya sebagai Pegawai Negeri di Unit Rehabilitasi Medik Rumah Sakit saja tapi masih banyak lagi. Sebagai contoh mungkin kita mengenal Mathias Ibo, Fisioterapi Olahraga Tim Nasional Sepak Bola Indonesia. Mathias adalah salah satu contoh fisioterapi yang “tersentuh” media sehingga dikenal publik. Namun masih saja sering kali orang-orang menyebutnya sebagai dokter. Walaupun Fisioterapis dan Dokter adalah dua profesi yang ada perbedaannya.

Fisioterapi merupakan salah satu bagian dari ilmu kesehatan yang mempunyai wilayah di bidang Promotif (promosi), Preventif (pencegahan), Kuratif (pengobatan), dan Rehabilitatif (Rehabilitasi). Tren yang selama ini terjadi rata-rata mahasiswa fisioterapi menjadi seorang fisioterapis yang bekerja di bidang Kuratif dan Rehabiltatif. Masih ada beberapa wilayah Fisioterapi yang belum tergarap dan tersentuh. Menurut Sri Mardiman, 2 wilayah fisioterapi yang belum tergarap saat ini yaitu Fisioterapi Olahraga dan Fisioterapi Industri. Sekarang Fisioterapi Olahraga sudah mulai tergarap dan tersentuh 5 tahun terakhir ini sedangkan untuk fisioterapi industri penulis baru menemukan satu orang yang menjadi Konsultan Fisioterapi di salah satu perusahaan minyak di Kalimantan Timur. Berdasarkan tracer study lulusan OT 100% terserap semua di lapangan pekerjaan, sedangkan FT dan RS 75% terserap di industri, sisanya 30% justru melanjutkan ke jenjang sarjana. Peluang menjadi PNS di Kementerian Kesehatan sangat terbuka lebar. Cobalah liat posisi PNS di Kemkes baik di daerah ataupun di pusat untuk yang latar belakang pendidikannya “Fisioterapis”, “Okupasi Terapis”, atau “Ahli Perekam Medik/Perumahsakitan”.

Program Vokasi UI bekerjasama dengan IFI (Ikatan Fisioterapi Indonesia). Sebagai perkumpulan persatuan dari suatu profesi fisioterapi pada waktu itu dibentuklah suatu wadah atau organisasi untuk profesi Fisioterapi pada tahun 1961, yang bertujuan untuk memperkenalkan profesi yang baru ini kepada masyarakat luas.  Dalam upaya pengembangan organisasi dan profesionalisme, Ikatan Fisioterapi Indonesia berupaya meningkatkan standar kompetensi anggota dengan berbagai kegiatan pendidkan, Ilmiah dan pengabdian masyarakat. Atas dukungan dari para pemangku kepentingan, Ikatan Fisioterapi Indonesia berusaha memberikan kemampuan terbaiknyaa untuk peningkatan derajat kesehatan dan produktivitas masyarakat luas.

Diperlukan calon dosen tetap (4 orang) dengan persyaratan:

  • Lulusan S2 Fisioterapi atau S2 Rumpun Kesehatan dengan basic Sarjana Fisioterapi (D4/S1)
  • Pengalaman di bidang pendidikan > 3 tahun
  • Mempunyai STR

 

Kurikulum