Depok – Bertempat di Kampung Digital Vokasi UI, Kelurahan Mekar Jaya, Depok, Program Vokasi Humas UI, melangsungkan Masa Orientasi Mahasiswa (Ospek) bersama masyarakat sekitar kelurahan dengan Tema “Kemandirian Digital, Modal Kemajuan Bangsa”. Ospek yang didesain dalam bentuk pengabdian nyata ini, menghadirkan para mahasiswa baru Vokasi Humas, sebagai pengajar bagi anak dan remaja di Depok, untuk memiliki kemampuan digital terdepan.

“Seluruh mahasiswa baru yang berjumlah 67 orang ini, secara bergilir akan merangkul anak-anak muda di Depok, agar bersama-sama mempersiapkan diri menghadapi tantangan digital ke depan. Para mahasiswa baru berbagi pengetahuan mereka seputar dunia digital, diantaranya bagaimana menggunakan Instagram yang dapat menghasilkan uang secara benar dan halal. Mengingat, Kota Depok, beberapa saat lalu sering diberitakan karena perilaku kriminal anak dan remaja yang terlibat gang motor, aksi begal, penggunaan narkoba dan lainnya” ujar Muhammad Egha Rifiano, Mahasiswa Vokasi Humas angkatan 2018, Ketua Program Masa Orientasi Mahasiswa (Ospek).

“Kami menyadari bahwa menjadi mahasiswa UI, merupakan sebuah anugrah, karena menjadi bagian dari Kampus terbaik di Indonesia Versi QS World University Rankings (urutan 296 dunia). Untuk itu kami punya tanggung jawab materil dan moral berbagi pengetahuan dan pengalaman kami kepada masyarakat semenjak kami diterima di UI. Waktu menjadi mahasiswa tidak banyak, kami bersama para dosen Vokasi Humas terus mengembangkan Kampung Digital sebagai Pusat Belajar dan Berkarya bagi anak-anak muda Depok,” tambah Egha.

“Selepas dilatih oleh mahasiswa, kami ingin memastikan bahwa para peserta dapat menularkan pengetahuan mereka ke masyarakat lainnya. Untuk itu, kami dan para dosen menyelenggarakan penghargaan Digital Heroes (Pahlawan Digital), bagi anak dan remaja yang serius mengisi hari-harinya dengan berbuat baik di ranah digital melalui postingan berita fakta bukan hoax di Instagram. Pemenangnya akan memperoleh sejumlah dana, yang diharapkan bukan hanya menjadi hiburan namun dapat menjadi modal usaha kecil-kecilan meraka di jagat maya,” ujar Danurifqi, Ketua Himpunan Mahasiswa Vokasi Humas UI.

“Para mahasiswa kami dorong untuk memulai aktivitas sebagai manusia dengan kegiatan – kegiatan berbagi sebagai sukarelawan. Mengapa? Karena generasi digital ini 65% menyukai aktivitas yang bersifat terjun langsung (pengalaman). Studi di US misalnya menunjukkan bahwa anak muda 74% memilih untuk mengejar pengalaman daripada pendapatan. Hal ini membuat mereka bahagia. Kami ingin mereka memulai masa perkuliahan dengan bahagia, mengingat mereka akan menghadapi masa depan yang penuh tantangan,” ujar Devie Rahmawati, Founder Klinik Digital Vokasi Humas UI.

“Tidak hanya itu, riset terhadap 70 ribu pengangguran periode 2002 – 2012, menunjukkan bahwa mahasiswa yang memiliki catatan aktivitas berbagi semasa kuliah, akan memiliki peluang 27% diterima oleh perusahaan ketika melamar pekerjaan. Mahasiswa yang melakukan kerja sosial selama 20-29 jam dalam setahun, memiliki peluang 7% untuk dipekerjakan secara profesional di tahun berikutnya,” ujar Devie, Ketua Program Studi Vokasi Humas UI.

Para mahasiswa baru juga mendapatkan materi dari para profesional di bidang Komunikasi yaitu Amalia Prabowo (Alibaba), Ongki Saputra (Traveloka), Lasya Miranti (The Hatch) da Cynthia Octaviani (Pengusaha Muda). Keempatnya dengan lugas menyampaikan bahwa mereka semua kesulitan mencari sumber daya manusia. “Perusahaan kami akhirnya mempekerjakan orang-orang Indonesia lulusan Malaysia, China dan lain-lain. Karena mereka memiliki keunggulan utama yaitu bahasa dan sikap,” ujar Amalia, Executive Director Dagang Group Indonesia.

Lasya, Cynthia dan Ongki ketiganya menyampaikan hal senada bahwa industri saat ini membutuhkan kecakapan sosial yaitu kemampuan komunikasi, interaksi dan diterminasi. “Kami di The Hatch sering kali menerima komplain karena lulusan perguruan tinggi tidak siap memasuki dunia kerja. Mereka tidak bertanggungjawab dengan pekerjaannya dan baperan,” seru Lasya.

“Mahasiswa tidak boleh pernah merasa cukup dan puas. Di industri teknologi, khususnya, perubahan sangat cepat. Kemampuan untuk adaptasi dan selalu belajar menjadi penting, agar tidak tertinggal. Di industri digital yang menguasai saat ini ialah India,” tambah Ongki.

“Masa orientasi mahasiswa (ospek) Program Vokasi Humas memang didesain agar segera para mahasiswa siap untuk langsung terjun di industri pada semester tiga, di saat usia mereka belum 20 tahun. Hal ini terjadi di program Vokasi Humas (Komunikasi), karena semenjak tahun 2018, Vokasi Humas sudah 100 persen menjalankan kurikulum 3-2-1 yaitu mengirimkan mahasiswa studi penuh di Industri pada semester 4,5,&6. Hal ini yang mengakibatkan sekitar 20-30% mahasiswa Vokasi Humas, sudah memiliki pekerjaan, bahkan sebelum lulus sekalipun. Sisanya, dengan mudah diterima di berbagai industri ataupun melanjutkan studi ke jenjang berikutnya,” tutup Devie Rahmawati.