Pilih Laman

Depok-Mahasiswa Program Studi (Prodi) Penyiaran Multimedia, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI), meraih juara kedua (Most Intrigue Idea) dalam Lomba Desain Proposal Program TV Non-Drama (Tell A Vision) yang diadakan oleh Epicentrum Universitas Padjadjaran. Para mahasiswa tersebut adalah Intania Ayumirza Farrahani, Muhammad Reza Nur Hakim, dan Rizka Farah Diba Dianti, yang tergabung dalam kelompok bernama Agents. Mereka menawarkan sebuah rancangan program variety show yang dibuat untuk menjawab tantangan penyelenggaraan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), terutama di daerah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal) yang belum tersentuh akses listrik, internet, dan pendidikan yang merata.


Epicentrum merupakan festival komunikasi internasional tahunan yang terbesar di Indonesia, diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, sebagai upaya mencari solusi atas permasalahan nasional di Indonesia. Kegiatan yang telah diselenggarakan sejak Februari hingga Mei 2021 diikuti oleh para mahasiswa tingkat D3–S1.

Dengan mengangkat tema “Pendidikan dalam Layar Kaca (Education within Television)”, para peserta diminta untuk membuat rancangan program televisi non-drama bertemakan edukasi. Rancangan program tersebut diharapkan dapat dieksekusi menjadi media pembelajaran, khususnya bagi anak-anak, melalui konten pendidikan yang kreatif dan menarik.

Setelah mengajukan rancangan program berjudul Program Agents, tim Vokasi UI berhasil masuk empat besar. Reza Nur Hakim, ketua tim Agents, menjelaskan bahwa Agents menyajikan pembelajaran layaknya sedang memecahkan sebuah kasus sebagai agen rahasia. “Siswa akan diajak mengeksplorasi beragam ilmu dengan kemasan yang menarik. Konsep ini diharapkan dapat memacu rasa keingintahuan terhadap materi,” ujar Reza.


Selain itu, program ini dapat mengedukasi siswa-siswi sekolah dasar mengenai materi pembelajaran di sekolah dan luar sekolah, serta mendukung program pembelajaran jarak jauh (PJJ). “Dengan konsep pembelajaran jarak jauh ini, siswa-siswi dari berbagai penjuru negeri dapat bertemu di suatu ruang, dalam menyokong konsep kebhinekaan,” kata Intania. Tim Agents berharap program ini dapat meminimalisasi kesenjangan pendidikan di Indonesia dan memberi kesempatan yang sama bagi siswa guna berpartisipasi di tiap episode.

Ketua Prodi Penyiaran Multimedia, Arius Krypton Onarelly, M.Si mengatakan bahwa dengan berpartisipasi dalam kompetisi, para mahasiswa dapat menerapkan teori yang telah dipelajari di kampus. “Dengan kurikulum 70% praktik dan 30% teori tentunya sangat membantu para mahasiswa untuk berkreasi dan memproduksi sebuah rancangan di bidang media, terutama televisi. Untuk lomba kali ini, mahasiswa banyak menggunakan skill yang diajarkan pada mata kuliah Program Televisi Non-Drama,” ujar Arius.

X
%d blogger menyukai ini: