Depok-Universitas Indonesia (UI) yang membuka Program Diploma 4 di Program Pendidikan Vokasi UI sejak 2021, melibatkan para praktisi dalam proses transfer pengetahuan kepada para mahasiswa. Selain itu, dalam upaya mempersiapkan lulusan yang siap kerja setelah lulus, program vokasi membekali para mahasiswa dengan pengetahuan yang didapat lewat pelatihan-pelatihan.

Salah satunya seperti yang dilakukan oleh program studi (prodi) Produksi Media melalui workshop kampanye digital sebagai upaya meningkatkan literasi digital bagi para pelaku/pencipta konten digital. Produksi Media yang berlandaskan Arts, Science, Technology, Business, dan Communication, memiliki visi menjadi rujukan sekolah/pusat studi konten digital atau produksi media-media baru di Indonesia.

Untuk mewujudkan visinya, prodi Produksi Media mengadakan beberapa program, salah satunya Content Lab (COLAB) yang merupakan pioner Lab Virtual untuk pencipta konten. COLAB mengolaborasikan Academic, Business, Community, & Government (ABCG) dan salah satu aktivitas yang dilakukan adalah Community Outreach.

Workshop ini merupakan seri pertama dari rangkaian Content Lab Produksi Media UI yang berjudul “Pro-TECT (Promed Technology Content Creator Community Outreach)” dalam rangka program pengabdian masyarakat. Narasumber pada workshop ini adalah Gerha Jayamala, M.M., wirausaha dan CEO PT Bos Bayi Besar, dipandu oleh Margareta Manalu, S.Sos., M.Si. Workshop yang dilakukan daring ini pada akhir April 2022 lalu terbuka untuk masyarakat umum, mulai dari pelajar SMA/K, sampai mahasiswa berbagai universitas di Indonesia.

(Foto: Gerha menjelaskan pilar konten untuk pemasaran sebuah brand)
Direktur Vokasi, Padang Wicaksono, S.E., Ph.D, mengatakan kemajuan teknologi dan dinamisnya perilaku masyarakat dalam mengakses media sosial dapat menjadi salah satu strategi pemasaran untuk mengembangkan sebuah brand. “Pendekatan pemasaran untuk mengembangkan ide-ide inovatif para pelaku industri kreatif dan masyarakat umum dapat dikembangkan melalui workshop ini. Bulan Ramadan juga dapat menjadi salah satu momen untuk meningkatkan keterlibatan pelanggan bagi usaha, selain pengembangan sisi keilmuan monetisasi konten dan kampanye digital bagi dosen dan mahasiswa,” ujar Padang.

Ketua prodi Produksi Media, N. Rangga Wiwesa, M.I.Kom., selaku pengabdi pada workshop tersebut, mengatakan bahwa kebiasaan pengguna di saat bulan puasa –seperti saat pelatihan diberikan–, berbeda dari hari biasanya. “Kita bisa mengetahui orang akan lebih banyak mengakses perangkat mereka, salah satunya smartphone, untuk mendapatkan banyak informasi selama bulan ini,” katanya.

“Target peserta pada workshop ini adalah bagi yang tertarik mempelajari pembuatan sebuah konten, khususnya untuk pemasaran. Selain pemaparan materi, para peserta juga dapat merasakan langsung bagaimana praktik dalam perencanaan pembuatan konten melalui studi kasus yang diberikan secara berkelompok,” ujar Rangga.

Pada pemaparannya, Gerha menjelaskan cara perencanaan dan langkah-langkah yang harus dipersiapkan dalam menciptakan sebuah konten. “Pencipta konten perlu mengetahui tujuan dari kampanye digital dan memaksimalkan pembuatan konten, khususnya bagaimana konten dibuat relevan dengan platform yang tepat, serta mudah bagi pelanggan untuk mengakses brand kita,” katanya.

Dalam perencanaan pembuatan konten, terdapat lima tahap yang perlu dilakukan oleh kreator konten, yaitu tujuan konten dibuat; mempelajari kebiasaan audiens dalam mengakses media sosial, misalnya tokoh yang memengaruhi mereka dalam mengambil keputusan (contohnya Key Opinion Leader/KOL atau influencer); menentukan platform dan waktu yang efektif; menentukan pilar konten yang didasarkan pada perpaduan antara ketertarikan audiens dan pesan dari brand; dan membuat brief yang mencakup moodboard/style guide.

Dalam kegiatan workshop bertema itu, peserta diminta untuk berkelompok dan mengerjakan studi kasus berupa penentuan brand dan pembuatan rencana konten dalam bentuk presentasi. Selanjutnya, mereka dapat mempresentasikan hasil diskusi dari studi kasus tersebut.

X