Depok-Program studi (prodi) Produksi Media, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI) menggelar kuliah dosen tamu bertajuk “Content Marketing: How to Plan, Execute, and Analyze Your Efforts” secara hybrid pada Kamis (19/05/2022). Kuliah dosen tamu ini menghadirkan Narawastu Indrapradna, Co-Founder Doki Digital Agency sebagai narasumber dan dipandu Gerha Jayamala, MM., dosen praktisi prodi Produksi Media sekaligus CEO PT. Bos Bayi Besar.

(Foto: (Ki-Ka): Rangga Wiwesa, Gerha Jayamala, Narawastu Indrapradna)

Dalam paparannya, Nara–panggilan akrab Narawastu–menjelaskan mengenai proses kerja antara sebuah agensi ketika menangani klien untuk pemasaran brand-nya. “Proses pemasaran yang dilakukan oleh sebuah agensi meliputi brief, plan, execute, dan report + analyze,” kata Nara menjelaskan. Pada proses tersebut, baik agensi maupun klien, memiliki perannya masing-masing untuk berkolaborasi agar menghasilkan pemasaran yang baik. Diawali dengan proses brief, klien akan menjelaskan kebutuhan pemasaran yang diperlukan untuk brand-nya.

“Agensi perlu mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya dari klien agar dapat menjadi acuan ketika proses pemasaran tersebut dilakukan. Jika memungkinkan, kita juga dapat bertanya ekspektasi apa yang diinginkan klien terhadap kita. Hal ini akan mempermudah agensi untuk mengetahui kebutuhan klien secara efisien dan efektif,” ujar Nara menambahkan.

Selanjutnya, pada proses plan, agensi perlu membuat editorial plan yang akan diberikan kepada klien terkait rencana pemasaran yang akan dilakukan dalam menangani brand-nya. Setelah editorial plan disepakati, proses yang selanjutnya dilakukan adalah execute. Agensi dapat menggunakan berbagai tools untuk melakukan eksekusi konten secara otomatis. Nara mengatakan, “Pada saat mengunggah sebuah konten, pastikan kita harus melakukan cek berulang untuk menghindari kesalahan, baik pada isi konten, visual, caption, maupun hal lainnya. Lebih baik agar konten tersebut juga dicek dan disetujui oleh pihak klien agar meminimalisasi kesalahan sebelum diunggah.”

Terakhir, setelah konten dieksekusi, agensi akan melakukan proses report + analyze. Laporan dan analisis tersebut juga dapat diberikan melalui tools yang menyediakan hasil analisis dari tiap platform pemasaran yang digunakan oleh agensi. “Selain memberikan laporan dan analisis, agensi juga perlu memberikan insight dan rekomendasi umum kepada klien agar dapat menjadi acuan untuk strategi pemasaran berikutnya,” ungkap Nara menjelaskan.

(Foto: Sesi dokumentasi dengan mahasiswa yang hadir secara luring dalam kuliah dosen tamu tersebut)

Di samping itu, Nara juga mengingatkan bahwa hal terpenting dari proses pemasaran adalah komunikasi antara agensi dengan klien. “Komunikasi yang baik antara pihak agensi dan klien akan mempermudah serta menghasilkan konten pemasaran yang sesuai dan baik, serta meningkatkan nilai pada brand yang dimiliki klien,” jelas Nara menutup presentasinya.

X