Depok-Kemampuan mempraktikkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah ke bidang pekerjaan di dunia industri, merupakan hal yang sangat diharapkan dari lulusan pendidikan tinggi. Untuk itu, keberadaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI menjadi salah satu strategi penting yang mendorong mahasiswa menguasai berbagai ilmu dan memperkaya kompetensi guna memasuki dunia industri. Dalam upaya mempersiapkan mahasiswa agar siap memasuki pasar industri, maka Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (Vokasi UI) bersama MarkPlus, Inc.—perusahaan konsultan pemasaran di Indonesia—menggelar acara MarkPlus Goes to Campus (MGTC).

Ajang ini terdiri dari rangkaian talkshow antarlembaga pendidikan tinggi sebagai wadah berbagi inspirasi dalam penerapan Creativity, Innovation, Entrepreneurship, dan Leadership (CIEL). Dalam penyelenggaraan acara tersebut pada Sabtu (9/4) lalu, MGTC dipandu CEO MarkPlus Inc., Jacky Mussry, dengan narasumber Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Padang Wicaksono, S.E., Ph.D., dan Rektor Universitas Darma Persada, Dr. Tri Mardjoko, S.E., M.A.

Menurut Jacky, universitas memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas lulusan. “Kolaborasi antara akademisi dan praktisi sangat dibutuhkan. Selain itu, universitas juga perlu mengubah fokusnya menjadi customer-centric, yaitu mahasiswa, sehingga universitas dapat memfasilitasi mereka secara maksimal,” katanya.

(Foto: Diskusi antara Jacky Mussry dan Padang Wicaksono mengenai implementasi pendidikan vokasional di Indonesia)

Sebagai salah satu pendidikan tinggi vokasional di Indonesia, Vokasi UI mendukung berbagai program peningkatan kompetensi mahasiswa untuk menciptakan lulusan yang berdaya saing. Dalam kesempatan itu, Vokasi UI berbagi pengalaman tentang cara mengimplementasikan CIEL di kegiatan kampus, baik di bidang pengajaran, penelitian, maupun pengabdian masyarakat.

Padang mengatakan bahwa penerapan kurikulum berbasis praktik sudah menjadi fokus Vokasi UI. Dukungan berupa metode problem-based learning juga telah dimaksimalkan. “Berbagai fasilitas penunjang, seperti laboratorium, menjadi teaching factory yang turut memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa untuk menerapkan pembelajaran teori di kelas dalam bentuk praktik,” kata Padang menjelaskan.

Penerapan CIEL oleh Vokasi UI turut menghasilkan produk-produk inovasi sebagai wujud penerapan praktik dosen dan mahasiswa. Beberapa produk inovasi tersebut, antara lain VokHumFest, E-Taxaction NG, dan Vocation Wellness Center. VokHumFest (Vokasi Humas Festival) merupakan program pengabdian masyarakat untuk membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di bidang produk, jasa, teknologi, dan lembaga penyiaran lokal/komunitas se-Jabodetabek dengan pembuatan program Komunikasi Pemasaran Terpadu. Program ini bertujuan membantu UMKM melakukan promosi dan menciptakan branding.

(Foto: Padang memperkenalkan implementasi pendidikan vokasional yang berfokus pada praktik di Universitas Indonesia)

Adapun E-Taxaction New Generation (E-Taxaction NG) adalah aplikasi digital penyedia fitur konsultasi pajak dan ruang belajar pajak gratis bagi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM. Inovasi ini merupakan upaya link and match antara keluaran dari Pendidikan Tinggi Vokasi dan kebutuhan UMKM, dunia usaha, serta industri. Para pengguna dapat memilih topik yang ingin dipelajari, misalnya tentang Pelaporan Pajak serta dapat memperoleh asistensi pengisian Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan Orang Pribadi.

Selain inovasi di bidang komunikasi dan perpajakan, Vokasi UI juga menghasilkan produk inovasi di bidang kesehatan. Melalui Vocation Wellness Center, Vokasi UI membuka pusat layanan kesehatan yang berfokus pada fisioterapi dan terapi okupasi. Layanan ini diperuntukkan bagi warga UI serta masyarakat umum. Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi terapi wicara, akupunktur, sensori integrasi, baby massage, snoezelen/terapi relaksasi, serta pelayanan terapi lainnya.

Produk-produk inovasi Vokasi UI diharapkan memberi dampak positif bagi masyarakat luas, terutama sebagai upaya menciptakan UI sebagai entrepreneurial university. “Dukungan terhadap program entrepreneurial university juga terwujud dari dijadikannya mata kuliah Kewirausahaan sebagai mata kuliah wajib di seluruh program studi Vokasi. Ini dilakukan untuk menghasilkan lulusan Vokasi UI yang dapat berwirausaha dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi banyak orang,” ujar Padang.

X