Pilih Laman

Depok-Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI) bersama Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UI berhasil melaksanakan uji kompetensi dan sertifikasi terhadap 737 lulusan Vokasi UI Semester Genap Tahun Akademik 2020/2021. Ujian sertifikasi diselenggarakan selama bulan Juli s.d. Agustus 2021.

Ujian sertifikasi ini diberikan kepada seluruh mahasiswa dari tiap program studi (prodi) di Program Pendidikan Vokasi UI. Sebanyak 12 (dua belas) skema yang diujikan dalam ujian sertifikasi, di antaranya Public Relations Officer; Perancangan Strategis Kreatif dan Pembuatan Iklan (Creative); Fotografer Madya; Teknisi Akuntansi Madya; Credit Officer; Analisis Perpajakan Penghasilan Orang Pribadi; Pengelolaan Underwriting Asuransi Level 5; Office Executive Administrative Assistant; Orthopedic Manipulative Physiotherapy; Pemeriksaan Kondisi Umum dan Tanda-Tanda Vital; Pengelolaan Kearsipan Dasar; dan Kepemanduan Wisata.

Ketua LSP UI, Dr. Rahmi Setiawati, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa terdapat beberapa skema baru yang diujikan pada ujian sertifikasi kali ini. “Empat skema baru yang sebelumnya disusun dan telah mendapat izin penyelenggaraan ujian sertifikasi oleh BNSP di antaranya Fotografer Madya, Credit Officer, Orthopedic Manipulative Physiotherapy, dan juga Pemeriksaan Kondisi Umum dan Tanda-Tanda Vital,” ujar Rahmi. “Untuk skema Orthopedic Manipulative Physiotherapy dan Pemeriksaan Kondisi Umum dan Tanda-Tanda Vital, yang diujikan kepada mahasiswa prodi Fisioterapi dan Okupasi Terapi, merupakan skema yang baru pertama kali ada di Indonesia dan diterapkan oleh LSP UI,” kata Rahmi menambahkan.

Manajer Pendidikan dan Kemahasiswaan Vokasi UI, Priyanto, S.S., M.Hum., menjelaskan bahwa selain kurikulum 70% praktik dan 30% teori, sertifikasi juga menjadi fokus di Vokasi UI, dimana setiap lulusan, wajib memperoleh minimal 1 (satu) sertifikat profesi. “Dengan memberikan fasilitas kepada mahasiswa untuk mengikuti ujian sertifikasi profesi, tentunya dapat menambah daya saing lulusan ketika masuk ke industri,” ujar Priyanto.

“Jika dilihat berdasarkan data survei, masa tunggu lulusan Vokasi UI kurang dari 1 (satu) bulan dari tahun ke tahun. Tentunya hal ini juga merupakan dorongan dari program uji sertifikasi yang telah dilakukan, sehingga dapat meningkatkan daya saing para lulusan di pasar kerja,” kata Priyanto menambahkan.

Program Pendidikan Vokasi UI saat ini memiliki 15 program studi yang terbagi dalam dua jenjang pendidikan, yaitu 6 (enam) Program Sarjana Terapan yaitu, Bisnis Kreatif; Produksi Media; Manajemen Bisnis Pariwisata; Manajemen Rekod dan Arsip; Fisioterapi; dan Terapi Okupasi) serta 9 (sembilan) Program Ahli Madya di antaranya Administrasi Asuransi dan Aktuaria; Administrasi Keuangan dan Perbankan; Administrasi Perpajakan; Administrasi Perkantoran; Akuntansi; Hubungan Masyarakat; Penyiaran Multimedia; Periklanan Kreatif; dan Administrasi Rumah Sakit.

Lembaga Sertifikasi Profesi UI adalah lembaga sertifikasi yang bergerak di bidang pendidikan yang telah mendapatkan lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk melakukan sertifikasi bagi mahasiswa UI. Kegiatan sertifikasi ini dilakukan setiap tahun kepada calon lulusan Program Pendidikan Vokasi UI. Mereka dibekali dengan sertifikasi profesi sesuai bidangnya masing-masing, sehingga diharapkan para lulusan yang berkompeten ini dapat memenuhi kebutuhan industri.

X
%d blogger menyukai ini: