Depok-Program studi (prodi) Produksi Media, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI) mengadakan kegiatan Content Lab Produksi Media secara daring pada Jumat (21/10/2022). Acara yang dihadiri Paula Kosasih, Product Management Lead ML/AI Warner Bros. Discovery dan Ngurah Rangga Wiwesa, M.I.Kom., CICS, MIPR, selaku Ketua Program Studi Produksi Media sekaligus moderator dalam acara tersebut, prodi Produksi Media mengupas lebih jauh peranan media intelligence dalam layanan media over-the-top (OTT). Urgensi media intelligence kelak akan memengaruhi perspektif metode pengumpulan informasi dari media ke dalam satu kesatuan yang kohesif guna memahami karakter perilaku audiens.

Paula menjelaskan perkembangan industri media saat ini, khususnya pada layanan OTT. “Sebagai contoh, eksistensi TV kabel dengan harga yang kian melangit di Amerika membuat Netflix menjadi pionir dan terciptalah pasar OTT pertama di dunia. Dengan konsep awal yang konvensional, Netflix menawarkan layanannya secara door to door. Perlahan, atas pertimbangan perkembangan dunia digital, Netflix kembali menjadi pionir atas layanan OTT berbasis aplikasi,” ungkap Paula.

(Foto: Paula saat menjelaskan peran media intelligence)

Setelah itu, aplikasi OTT kian menjamur dan menimbulkan banyak strategi pemasaran atas layanan tersebut. Menilik signifikansi pertambahan jumlah layanan OTT, Paula berpendapat bahwa Disney Plus berhasil memasarkan produknya dengan efisien. Paula menyebutkan, “Pengaruh loyalitas konsumen berpengaruh besar terhadap kekuatan produk ke depannya. Oleh karena itu, tawaran berupa reward terhadap pengguna dan diskon pada season tertentu membuat pengguna betah berlangganan secara berkelanjutan.”

Ia juga menjelaskan, secara analisis, metadata disusun berdasarkan pribadi konsumen; menyesuaikan selera atau keinginan mereka. Aspek genre, rating, usia target pasar, durasi film, aktor, serta sutradara dibaurkan dengan riwayat tontonan dari pengguna dan seberapa lama pengguna menghabiskan waktu untuk menikmati film yang mereka tonton. Bauran tersebut menghasilkan analisis data berupa insight bagi OTT. Analisis tersebut kemudian memberikan luaran berupa rekomendasi film yang sesuai untuk ditonton selanjutnya. Paula memastikan bahwa himpunan data tersebut aman dan memiliki lingkup privasi yang ketat.

Selanjutnya, Paula menyinggung peran virtual product placement terhadap distribusi promosional. Dapat dikatakan bahwa virtual product placement cukup efektif disematkan dalam film atau serial berkat penempatannya yang bersifat soft-selling. Penempatan poduk tersebut terkesan natural sekaligus meningkatkan brand awareness produk yang disisipkan.

(Foto: Mahasiswa Produksi Media saat mendengarkan pemaparan dari Paula)

Beralih pada topik urgensi akan media yang setara, inklusif, dan bebas dikriminasi, Paula berpendapat setiap orang memiliki hak untuk berkarya melalui konten apapun. “Diversitas genre dan tontonan pengguna OTT yang ekspansif berangsur-angsur akan diberdayakan dengan baik dan dipertahankan oleh insan kreatif. Produk yang inklusif dan bebas diskriminatif dapat diterima oleh calon konsumen. Hal ini dapat ditelisik dari perilaku konsumen yang merasa bahwa aspek tersebut relevan. Sehingga, mereka tak segan untuk mengambil produk tersebut secara berkelanjutan,” ujar Paula.

Terakhir, Paula membahas ekspektasi pasar sebagai penutup. Strategi industri media dalam pemasaran dipusatkan pada target berpotensial dengan mengedepankan kesetiaan, terutama dari pengguna lama sembari tidak memforsir untuk mencari pengguna baru. “Cara yang dapat diadaptasi adalah dengan menyuguhkan konten berkualitas; memberikan pelayanan berdasarkan perkembangan konsumen yang relevan dari data analisis; menilik perkembangan durasi tontonan; serta menetapkan jumlah pengguna yang memiliki kemampuan untuk membayar dan berlangganan,” tambah Paula.

Rangga mengatakan, “Kegiatan COLLAB kali ini memberikan banyak insight kepada para mahasiswa. Saya berharap dengan kehadiran Paula Kosasih yang merupakan praktisi dan sudah memiliki pengalaman yang banyak di lingkup media, akan membantu mahasiswa untuk mengenal media secara lebih ekspansif.”

COLLAB merupakan rangkaian acara yang diadakan prodi Produksi Media secara berkelanjutan. Kegiatannya meliputi kuliah umum, kuliah dosen tamu, hingga kunjungan edukatif ke sejumlah industri, khususnya industri kreatif.