BOGOR – Setiap orang tua mendambakan anak yang sehat, cerdas dan mandiri. Salah satunya adalah kemampuan bicara dan membaca. Kemampuan baca ternyata dapat diajarkan sejak anak mulai bisa diajak interaksi oleh orang tuanya jauh sebelum menginjak usia pendidikan sekolah. Yaitu melalui sebuah metode yang mampu merangsang peningkatan kapasitas memori kecerdasan anak. Prinsipnya metode tersebut adalah bagian dari cara bermain yang biasa dilakukan orang tua kepada anak. Anak diajak bermain dengan memberikan minimal 5 kosakata per hari, yang divisualisasikan dalam bentuk huruf, gambar dan warna dalam sebuah flashcard. Metode ini berhasil mendorong kemampuan baca dan bicara anak lebih cepat dari usia semestinya.

Pelatihan ajar kata ini (8/9) diberikan dalam Aksi UI Peduli untuk para guru sekolah dan orang tua warga Desa Setusari dan sekitarnya di Cileungsi Bogor. Metode ajar yang disambut antusias warga ini, juga terbukti efektif diberikan kepada anak difable sebagaimana dipaparkan Titi dari Komunitas Edsel and Friends. “Saya coba aplikasikan kepada Edsel anak saya yang difable dan dia akhirnya memiliki kemampuan kosakata yang baik, cepat belajar dan memiliki kecerdasan di atas rata-rata” tutur Titi narasumber sekaligus orang tua Edsel penulis buku Bentang Sayap Hidupku tersebut.

Acara ini makin meriah dan disambut gempita warga karena Komunitas Sedekah Buku turut mengisi acara dongeng funtastic buat anak dan mendonasikan ratusan buku anak dan mainan untuk pendirian taman baca dan bermain anak di Panti Asuhan Heesu yang diprkarsai UI Peduli.”Taman baca adalah media efektif untuk menarik minat baca anak lebih lanjut” papar Hermito dosen UI yang juga terapis okupasi anak difable. Hal senada juga disampaikan Rahmi Setiawati dosen UI pembina wirausaha masyarakat Lapas Cikarang yang turut menyumbangkan hasil kreasi warga lapas berupa mainan edukatif, “Belajar dan bermain tidak dapat dipisahkan dan penting untuk meningkatkan kreatifitas anak sejak dini’, tutur Rahmi.

UI Peduli menggandeng mitra sinergis antara lain Komunitas Edsel and Friends, Komunitas Sedekah Buku, Dare Prostethic Ordhontic dan Yayasan Weny Wibawa. Mengingat pentingnya masalah pendidikan anak difable, Adithya Denny Ketua Aksi yang juga seorang fisioterapis, mengatakan kedepan timnya akan adakan lagi pelatihan-pelatihan untuk masyarakat yang lebih luas.

Di akhir sesi acara, Aksi UI Peduli juga membantu manajemen kearsipan panti yang dikerjakan secara profesional oleh tim arsip prodi MID Vokasi UI, yang dikomandoi Ratih Surtikanti. “Manajemen arsip sangat penting menunjang operasional organisasi panti karena dapat membantu mendokumentasikan seluruh aktifitas organisasi dengan lebih baik”, pungkas Ratih.

X