Depok-Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan menunjukkan prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM) mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan Riskesdas 2013, antara lain kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes melitus, dan hipertensi. PTM merupakan penyakit yang dapat muncul tanpa gejala, bahkan seringkali tidak terdapat tanda klinis tertentu. Hal inilah yang membuat sebagian besar masyarakat tidak menyadari potensi bahayanya.

Seiring bertambahnya usia, fungsi fisiologis tubuh akan mengalami penurunan akibat proses penuaan dan meningkatkan prevalensi penyakit tidak menular. Melihat kondisi tersebut, program studi Fisioterapi, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI) mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat (pengmas) bertajuk “Peningkatan Kualitas Hidup Lanjut Usia dengan Pemanfaatan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular” di Pulau Panggang Kepulauan Seribu, pada 19 – 20 Agustus 2022.

(Foto: Mita memberikan edukasi mengenai penyakit yang dapat mudah menyerang lansia)

Ketua tim pengabdi, Mita Noviana, S.Ft., Physio., M.Kes., mengatakan, dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan masyarakat dapat lebih memahami cara pencegahan penyakit, penanganannya, dan deteksi dini melalui pemeriksaan dasar. “Kolaborasi masyarakat dan perguruan tinggi, khususnya UI, melalui peran para akademisinya yang memiliki kepedulian terhadap kesehatan lansia di bidang fisioterapi sangat membantu untuk mewujudukan populasi manula sehat atau healthy aging population,” ujar Mita.

Kegiatan pengmas meliputi penyuluhan kesehatan tentang pencegahan penyakit tidak menular kepada para kader, lansia, dan warga untuk melakukan deteksi dini terhadap penyakit tidak menular agar tercipta lansia yang sejalan dengan konsep penuaan sehat (healthy aging). Pemeriksaan fisik gratis dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular juga diberikan dalam kegiatan tersebut.

(Foto: Pemeriksaan postur bagi lansia turut dilakukan tim pengmas Vokasi UI)

“Pemeriksaan fisik yang dilakukan pada lansia merupakan suatu tahapan awal untuk melakukan proses pencegahan PTM. Data hasil pemeriksaan ini akan dihimpun dan akan dijadikan dasar untuk melakukan program aktivitas fisik atau terapi latihan yang lebih spesifik,” kata Riza Pahlawi, Str.Ftr., M.Kes., salah satu tim pengabdi.

Selain itu, tim pengabdi juga memberikan pelayanan konsultasi medis fisioterapi dan melatih kader melakukan senam sehat sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular. Intervensi secara langsung juga diberikan kepada warga setempat, khususnya lansia, dengan keluhan sakit dan gangguan kesehatan.

(Foto: Pemeriksaan fisik gratis bagi lansia di Pulau Panggang)

“Kegiatan ini merupakan pertama kalinya melibatkan lansia secara langsung untuk mengetahui penyakit yang dideritanya. Saya juga berharap agar kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan ke depannya dan berkelanjutan,” ujar Ramsyiati (65), warga Pulau Panggang yang mengikuti kegiatan tersebut.