Depok-Di tengah meningkatnya peran profesional dalam penyelenggaraan acara resmi, aspek komunikasi dan keprotokolan menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan suatu kegiatan. Kedua aspek tersebut berperan dalam memperkuat citra dan kredibilitas institusi. Guna memperkaya wawasan mahasiswa mengenai praktik kehumasan dan protokoler di lingkungan pemerintahan, program studi (prodi) Hubungan Masyarakat, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI), menyelenggarakan kuliah dosen tamu pada mata kuliah Pengelolaan Ajang Khusus dan Protokoler dengan tema “Protokoler Event Kementerian” pada Senin (05/05/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung VB 402 Vokasi UI ini menghadirkan Dadang Hermawan, S.E., Kepala Subbagian Protokol Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, sebagai narasumber. Melalui pengalaman profesional yang dimilikinya, Dadang membagikan wawasan mengenai peran strategis humas dan protokoler dalam mendukung penyelenggaraan berbagai kegiatan resmi kementerian.

Dalam pemaparannya, Dadang menjelaskan bahwa fungsi humas dan protokol berkaitan erat dalam menjaga reputasi dan citra lembaga. Menurutnya, protokoler tidak sekadar mengatur tata acara formal, melainkan juga memastikan seluruh proses komunikasi antarpihak berjalan efektif sehingga kegiatan dapat terlaksana secara tertib, tepat sasaran, dan sesuai dengan tujuan organisasi.

“Setiap detail dalam penyelenggaraan acara resmi memiliki dampak terhadap persepsi publik terhadap institusi. Sehingga, koordinasi yang baik, ketepatan pelaksanaan, serta kemampuan berkomunikasi menjadi aspek yang sangat penting dalam pekerjaan humas dan protokol,” jelas Dadang.

Lebih lanjut, mahasiswa diperkenalkan pada berbagai aspek teknis yang menjadi bagian dari pengelolaan event di lingkungan kementerian, mulai dari penyusunan rundown, pengaturan tamu undangan, tata tempat dan tata upacara, koordinasi lintas unit kerja, hingga penanganan berbagai situasi yang tidak terduga selama acara berlangsung. Kompetensi tersebut menjadi krusial karena penyelenggaraan kegiatan resmi sering kali melibatkan pejabat negara, mitra strategis, serta berbagai pemangku kepentingan yang memerlukan standar pelayanan dan protokoler yang tinggi.

(Foto: Foto bersama dengan para mahasiswa usai kuliah dosen tamu berakhir)

Selain keterampilan teknis, Dadang juga menekankan pentingnya kemampuan komunikasi interpersonal, problem solving, adaptabilitas, serta kerja sama tim. Menurutnya, seorang praktisi humas perlu memiliki kemampuan dalam membangun hubungan yang baik dengan berbagai pihak sekaligus tetap menjaga profesionalisme dalam setiap situasi.

Dalam sesi kuliah tersebut, mahasiswa juga memperoleh pemahaman mengenai bagaimana humas berperan dalam menciptakan pengalaman positif bagi tamu undangan melalui pelayanan yang prima, penyampaian informasi yang jelas, serta pengelolaan suasana acara yang kondusif. Humas tidak hanya berfungsi sebagai penyampai pesan institusi, tetapi juga menjadi representasi organisasi dalam membangun kepercayaan dan hubungan yang berkelanjutan dengan publik.

Ketua Program Studi Hubungan Masyarakat Vokasi UI, Mareta Maulidiyanti, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa pemahaman mengenai protokoler kementerian menjadi bekal penting bagi mahasiswa yang kelak akan berkarier di berbagai sektor, baik pemerintahan, korporasi, maupun organisasi publik lainnya. Mareta mengatakan, “Mahasiswa humas perlu memahami bahwa sebuah event juga merupakan salah satu cara menjaga citra institusi melalui komunikasi, pelayanan, serta koordinasi yang profesional. Materi protokoler seperti ini membantu mahasiswa melihat secara langsung bagaimana peran humas dijalankan dalam lingkungan pemerintahan. Selain itu, mahasiswa juga akan menerapkannya pada event ujian akhir mereka, yaitu PRAction dan VokHumfest.”

Mareta berharap mahasiswa semakin siap menghadapi tantangan dunia profesional dengan memahami pentingnya sinergi antara fungsi komunikasi dan protokoler dalam membangun citra institusi yang positif, kredibel, dan terpercaya.