Depok – Bertempat di SLB Nusantara Kota Depok Jawa Barat, Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI)  melaksanakan pelatihan sablon bagi remaja berkebutuhan khusus. Dalam kegiatan yang berlangsung ini,  Tim pengabdi melatih kemandirian remaja berkebutuhan khusus agar mereka menjadi remaja berdaya ekonomi kreatif. Tim pengabdi terdiri dari 4 orang Dosen dan 30 mahasiswa Vokasi UI. Tim pengabdi membekali keterampilan dan kreatifitas pada remaja berkebutuhan khusus untuk menghasilkan karya yang memiliki nilai jual, meningkatkan kemampuan interaksi sosial dan memberikan motivasi untuk mengembangkan diri dengan keterbatasan yang dimilikinya. Dalam pelaksanaannya, pengabdi juga didampingi oleh psikolog dari fakultas psikologi UI yang memberikan pelatihan tentang aspek psikologis yang perlu diperhatikan dari lingkungan terdekat yaitu perawat, orang tua, guru dan  masyarakat sekitar.

Arius Krypton, Ketua Tim Pengabdi yang juga Dosen Program Studi Penyiaran Multimedia bahwa “Terdapat gap antara perkembangan usia biologis yang dicirikan pertumbuhan fisik remaja berkebutuhan khusus dengan perkembangan mental mereka. Pada saat mereka menjadi orang dewasa maka mereka juga harus mampu bersosialisasi di lingkungan sosialnya. Kami bermaksud membantu daya saing remaja berkebutuhan khusus pada era ekonomi kreatif. Kami berharap untuk meningkatkan kreatifitas dan kemampuan para remaja berkebutuhan khusus dengan keterbatasan dana dan fasilitas.” tutur Arius.

SLB Nusantara yang menjadi penerima manfaat program ini telah berdiri sejak 1989 dengan 120 orang murid dari jenjang sekolah dasar sampai sekolah menengah atas ini memiliki jenis disabilitas antara lain tuna rungu, tuna grahita, tuna wicara, tuna netra, down syndrome, autism, cerebral palsy dan keterbelakangan mental. Kegiatan ini sendiri melibatkan 70 murid, 15 orang guru dan pengasuh dengan pendamping dokter. Fokus pelatihan design dan sablon dilakukan pada 5 orang remaja tunarungu kelas 10.

Arius menjelaskan pada acara yang berlangsung selama dua hari tersebut cukup memberikan kesan positif yang mendalam bagi SLB Nusantara karena peserta didampingi bermain games edukasi oleh 30 mahasiswa dan diberi kesempatan untuk unjuk kebolehan seperti senam, marawis, bermain band, menyanyi dan aktifitas hiburan lainnya. “Seluruh mater design dan printing yang dibagikan pada acara ini seperti mug, kaos, pin dan souvenir lainnya  adalah hasil produksi dari workshop yang dilakukan pada hari sebelumnya. Kesempatan ini sangat penting untuk membangun rasa percaya diri mereka dan tentunya meningkatkan kemandirian mereka.” tambah Arius.

Kepala Sekolah Bapak Sujono menuturkan bahwa acara semacam inilah yang mereka perlukan. “Dengan pelatihan seperti ini maka ketika mereka lulus, mereka sudah punya bekal keterampilan design dan bisa membuat sablon, jadi bisa wirausaha atau bahkan kerja di percetakan”, imbuhnya.

Setelah pelatihan selesai, program akan dilanjutkan dengan sesi pelatihan digital marketing bagi para guru sehingga hasil karya para remaja berkebutuhan khusus ini juga dapat memiliki nilai jual. “Para Remaja berkebutuhan khusus adalah salah satu aset bangsa yang terkadang dilupakan. Walau dengan keterbatasan fisik, mereka telah membuktikan bahwa mereka juga mampu menghasilkan karya yang kreatif dan memiliki nilai jual. Perlu dukungan dari berbagai pihak untuk memastikan bahwa mereka akan tumbuh menjadi generasi muda yang mandiri dan produktif” terang Arius.