Depok-Program studi (prodi) Administrasi Keuangan dan Perbankan, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI), menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Perbankan Syariah dan Peran dalam Pengembangan Ekonomi Syariah di Indonesia” pada Selasa (26/08/2025) di Auditorium Vokasi UI. Acara ini menghadirkan Deden Durachman, Regional CEO RO V Jakarta 2 PT Bank Syariah Indonesia, Tbk (BSI), yang memaparkan peran strategis perbankan syariah dalam pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.

Dalam paparannya, Deden menekankan bahwa bank syariah hadir untuk memberikan layanan keuangan sesuai dengan prinsip Islam sekaligus mendorong pembangunan ekonomi yang adil dan berkelanjutan. “Perbankan syariah tidak hanya sebatas lembaga intermediasi keuangan, melainkan juga menjadi pendorong pertumbuhan UMKM, stabilisator ekonomi nasional, hingga instrumen pembangunan nasional,” ujar Deden.

Sejarah perbankan syariah di Indonesia dimulai dengan berdirinya Bank Muamalat pada 1991. Sejak saat itu, perjalanan panjang industri ini terus berkembang melalui berbagai fase regulasi hingga akhirnya pada 2021 lahir Bank Syariah Indonesia dari hasil merger tiga bank syariah BUMN. BSI kini menjadi bank syariah terbesar di Indonesia dengan fokus pada transformasi digital.

Meski Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia (sekitar 87% dari total penduduk), penetrasi perbankan syariah masih relatif rendah. Data Fitch Report dan Islamic Financial Services Board (IFSB) menunjukkan bahwa Indonesia baru berkontribusi sekitar 13% dari total aset perbankan syariah di kawasan Asia Pasifik, jauh di bawah Malaysia yang mencapai 62,7%. Selanjutnya, tren pertumbuhan positif terlihat setelah merger BSI, yaitu pangsa pasar perbankan syariah meningkat sekitar 2% dalam tiga tahun terakhir.

(Foto: Sesi diskusi saat kegiatan kuliah umum berlangsung)

Lebih lanjut, Deden menyoroti pentingnya pengembangan ekosistem halal yang melibatkan sektor UMKM, rumah sakit, lembaga pendidikan Islam, hingga industri halal food & beverage. Deden mengatakan, “Potensi pembiayaan syariah di sektor halal mencapai Rp158,21 triliun, sementara potensi funding diperkirakan sebesar Rp212,14 triliun. Hal ini menjadi peluang besar bagi perbankan syariah untuk terus berkembang.”

Kendati demikian, tantangan besar masih dihadapi, salah satunya rendahnya tingkat literasi keuangan syariah. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Otoritas Jasa Keuangan mencatat literasi keuangan syariah baru mencapai 9,14% jauh tertinggal dibanding literasi keuangan nasional yang sudah menyentuh angka 49,68%. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi industri perbankan syariah, pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha untuk meningkatkan edukasi publik.

Ketua Program Studi Administrasi Keuangan dan Perbankan, Vindaniar Yuristamanda Putri, S.I.A., M.M., menyampaikan bahwa kuliah umum bagi mahasiswa baru ini akan memberikan wawasan awal bagi mereka untuk memahami peran perbankan syariah dalam pembangunan ekonomi. Vindaniar mengatakan, “Melalui kolaborasi dengan BSI, kami berharap sinergi yang dibangun dapat semakin kuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi syariah yang berkelanjutan. Selain itu, semoga para mahasiswa dapat menyerap ilmu yang sudah diberikan Bapak Deden selama kuliah umum berlangsung.”

Salah satu mahasiswa, Raina Zahwa Hegarmanah, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari kuliah umum tersebut. “Saya menjadi lebih paham bahwa perbankan syariah tidak hanya soal transaksi tanpa riba, tetapi juga punya peran penting dalam mendukung UMKM, ekosistem halal, bahkan pembangunan nasional,” ungkap Raina.

Kuliah umum ini juga relevan dengan komitmen Vokasi UI dalam mendukung agenda Sustainable Development Goals (SDGs), misalnya pada poin 10 (Reduced Inequalities) yang memberikan peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah dan menjangkau kelompok masyarakat luas. Selain itu pada poin 17 (Partnership for Goals), yaitu kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi dalam pengembangan ekonomi syariah.

(Foto: Wakil Direktur Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan, Deni Danial Kesa, M.B.A., Ph.D, saat memberikan sambutan)

Wakil Direktur Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan, Deni Danial Kesa, M.B.A., Ph.D, menegaskan pentingnya kuliah umum sebagai jembatan antara dunia akademik dan industri. Deni mengatakan, “Mahasiswa perlu memahami dinamika industri keuangan syariah secara langsung dari praktisi, karena inilah bekal yang akan memperkuat kompetensi mereka ketika terjun ke dunia kerja. Kolaborasi dengan BSI menjadi langkah strategis agar Vokasi UI tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan ekonomi syariah nasional.”

Acara ini menjadi bagian dari rangkaian Masa Mentoring Mahasiswa Baru prodi Administrasi Keuangan dan Perbankan yang tidak hanya menekankan pembekalan akademik, tetapi juga wawasan praktis dari dunia industri. Kehadiran BSI sebagai mitra strategis diharapkan mampu memberikan inspirasi bagi mahasiswa dalam berkarier di sektor keuangan syariah sekaligus berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

WhatsApp whatsapp
Instagram instagram
Email
chat Chat Us!