Depok-Program studi (prodi) Penyiaran Multimedia, melalui kelompok mahasiswa Sekala Media, menghadirkan kuliah umum Vocast Talks pada Kamis (20/11/2025) sebagai ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan komunikasi modern. Pada sesi bertema “Personality & Authentic Voice: Berani Bicara, Berani Jadi Diri Sendiri”, pembicara sekaligus praktisi komunikasi, Winda Dwiastuti, S.I.Kom., M.I.Kom., hadir membagikan perjalanan personal, pengalaman profesional, dan strategi praktis untuk menemukan keaslian diri dalam berbicara di ruang publik.
Dalam paparannya, Winda mengatakan bahwa kemampuan berbicara yang berdampak tidak lahir dari teknik semata, tetapi dari kejujuran individu dalam menyampaikan pesan. “Teknik bisa dipelajari dan suara bisa dilatih, tetapi keaslian tidak bisa ditiru. Banyak pembicara terdengar mirip karena mengikuti pola yang sama, tetapi pembicara autentik tidak punya kompetitor,” ujar Winda.
(Foto: Pemberian sertifikat apresiasi oleh Ketua Program Studi Penyiaran Multimedia, Peny Meliaty Hutabarat, S.Sos., M.S.M.)
Winda mengajak mahasiswa mengenali personality mereka masing-masing, memahami kecenderungan alami, menemukan emotional trigger yang menghidupan energi mereka, serta menyadari functional personality yang paling stabil untuk ditampilkan dalam konteks profesional. Selain itu konsep voiceprint—pola suara unik seperti sidik jari—menjadi salah satu sorotan utama. Winda mendorong peserta merekam suara dalam tiga konteks, yaitu santai, serius, dan saat presentasi, guna menemukan versi suara yang paling natural dan jujur.
Ketua Program Studi Penyiaran Multimedia, Peny Meliaty Hutabarat, S.Sos., M.S.M., memberikan apresiasi atas kontribusi Winda dalam membuka perspektif baru bagi mahasiswa terkait keaslian dalam komunikasi. Peny mengatakan, “Mahasiswa perlu mampu berbicara dengan jelas, jujur, dan autentik. Materi yang disampaikan Mbak Winda hari ini sangat relevan dalam membentuk talenta muda yang kuat dari dalam diri mereka sendiri. Authentic voice adalah modal penting bagi mereka untuk bertahan di industri yang kompetitif. Materi tersebut juga relevan dengan mata kuliah Olah Suara dan Penyajian, di mana para mahasiswa diharapkan dapat belajar memahami cara menyampaikan pesan, baik di radio, televisi, atau media lainnya dengan kekhasan suara mereka masing-masing.”
(Foto: Sesi foto bersama usai kegiatan Vocast Talks berakhir)
Antusiasme mahasiswa terlihat sepanjang sesi, terutama ketika Winda menjelaskan bagaimana personality dan kejujuran diri dapat memengaruhi efektivitas komunikasi. Maissyfa Anya, mahasiswa prodi Penyiaran Multimedia, mengungkapkan bahwa materi yang diberikan sangat relevan dengan pembelajaran di kelas. “Penjelasan Mbak Winda tentang personality dan voiceprint membantu saya melihat bahwa gaya bicara yang natural justru bisa menjadi kekuatan. Semoga ke depannya ilmu yang disampaikan bisa menjadi bekal dan kami terapkan dengan baik di masa depan, khususnya industri penyiaran,” tutup Maissyfa.




