Depok-Momentum Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa dukungan tumbuh kembang anak perlu dilakukan secara berkelanjutan. Dukungan tersebut tidak hanya diwujudkan melalui pemenuhan kebutuhan anak, tetapi juga dengan membuka kesempatan bagi mereka untuk belajar, berkembang, dan membangun keyakinan terhadap masa depan. Dalam semangat tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Vokasi Universitas Indonesia (BEM Vokasi UI) melalui Departemen Sosial Masyarakat dan Lingkungan kembali menyelenggarakan program Rumah Cita-Cita 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam bentuk rangkaian pada 11, 23, 25, dan 26 Juli serta 1, 2, 8, dan 15 Agustus 2026 di Kampung Lio, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat. Rumah Cita-Cita merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang menghadirkan ruang belajar alternatif bagi anak-anak melalui kegiatan edukatif, interaktif, dan menyenangkan. Program ini menyasar anak-anak usia 5–12 tahun yang masih membutuhkan pendampingan belajar di luar jam sekolah. Melalui Rumah Cita-Cita, mahasiswa Sekolah Vokasi UI berupaya memperluas kesempatan anak-anak untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, kreativitas, serta kepercayaan diri melalui pengalaman belajar di luar pendidikan formal.
Selama enam hari pembelajaran, anak-anak Kampung Lio mengikuti berbagai aktivitas yang dirancang untuk menggabungkan proses belajar dengan pengalaman yang menyenangkan (edutainment). Rangkaian kegiatan meliputi pembelajaran literasi dan numerasi, proyek sains, kerajinan tangan, hingga cerita moral. Berbagai aktivitas tersebut menjadi sarana untuk mengembangkan keterampilan dasar, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta keberanian anak dalam menyampaikan pendapat.
Rangkaian pembelajaran Rumah Cita-Cita ditutup pada Sabtu (08/08/2026). Pada kesempatan tersebut, anak-anak mengikuti post-test untuk melihat perkembangan pembelajaran mereka selama mengikuti program. Mereka juga menerima rapor sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan proses belajar yang telah dilalui. Kegiatan semakin semarak dengan penampilan yang telah dipersiapkan oleh anak-anak dan disaksikan langsung oleh para orang tua.
Sebagai penutup keseluruhan rangkaian Rumah Cita-Cita 2026, anak-anak mengikuti field trip pada Sabtu (15/08/2026). Kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus kesempatan bagi peserta untuk memperoleh pengalaman belajar di luar ruang dan mengenal lingkungan baru secara lebih dekat.
Eti Saripah, salah satu orang tua peserta Rumah Cita-Cita, mengaku senang dengan kehadiran program tersebut. Menurutnya, kegiatan yang diselenggarakan mahasiswa Sekolah Vokasi UI memberikan ruang positif bagi anak-anak setelah menyelesaikan kegiatan sekolah. “Saya sangat senang dan bersyukur dengan adanya kegiatan ini karena anak-anak jadi memiliki tambahan waktu untuk belajar, mengenal teman, dan lingkungan baru. Mereka terlihat lebih ceria, antusias, serta mulai mengurangi waktu bermain yang tidak penting,” ujar Eti.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. “Kami sebagai orang tua merasa sangat tenang karena sepulang sekolah anak-anak langsung ke sini untuk mengikuti kegiatan yang positif. Harapan saya, ke depannya kegiatan seperti ini bisa diadakan lebih rutin lagi untuk menambah wawasan anak-anak di Kampung Lio,” tambahnya.
Kesan positif juga disampaikan oleh anak-anak peserta Rumah Cita-Cita. Uswa mengaku menikmati proses pembelajaran karena dikemas dengan cara yang menyenangkan. “Aku senang ikut kegiatan Rumah Cita-Cita karena bisa bertemu dengan kakak-kakak mahasiswa, bermain, dan ngobrol bareng. Belajar Matematika di sini juga seru dan gampang dimengerti,” ujar Uswa.
Sementara itu, Aira mengatakan bahwa program tersebut membantunya lebih berani berinteraksi dengan lingkungan baru. “Awalnya aku sempat malu-malu saat baru kenalan, tapi ternyata kegiatannya seru banget. Terima kasih untuk semua kakak-kakak yang sudah sabar mengajari aku banyak hal baru selama program ini berlangsung,” katanya.
(Foto: Anak-anak Kampung Lio saat mengikuti field trip bersama para mahasiswa)
Wakil Direktur Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan Sekolah Vokasi UI, Badrul Munir, Ph.D., mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam menghadirkan kegiatan pengabdian yang tidak hanya memberikan manfaat kepada masyarakat, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial mahasiswa. Munir mengatakan, “Rumah Cita-Cita menjadi contoh bagaimana mahasiswa dapat menerapkan semangat pembelajaran dan pengabdian secara nyata di tengah masyarakat. Pendampingan yang dilakukan kepada anak-anak tidak hanya membantu mereka memperoleh pengalaman belajar yang lebih menyenangkan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan keberanian untuk memiliki cita-cita. Kami berharap mahasiswa Sekolah Vokasi UI terus menghadirkan kegiatan yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.”
Pelaksanaan Rumah Cita-Cita 2026 turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), melalui upaya memperluas akses terhadap pengalaman belajar yang inklusif dan menyenangkan bagi anak-anak. Program ini juga relevan dengan SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan), karena memberikan kesempatan pendampingan pendidikan kepada anak-anak yang memiliki keterbatasan akses terhadap kegiatan belajar tambahan di luar sekolah.
Kehadiran Rumah Cita-Cita 2026 pada akhirnya tidak hanya menjadi ruang belajar alternatif, tetapi juga tempat bagi anak-anak Kampung Lio untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, keberanian, dan harapan terhadap masa depan. Melalui program ini, BEM Vokasi UI meyakini bahwa setiap anak memiliki potensi yang dapat berkembang ketika memperoleh dukungan dan lingkungan belajar yang positif.
Semangat dan keberanian yang tumbuh selama rangkaian Rumah Cita-Cita diharapkan tidak berhenti setelah program berakhir, melainkan terus menjadi bekal bagi anak-anak dalam mengejar mimpi mereka. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen mahasiswa Sekolah Vokasi UI untuk terus hadir, membersamai masyarakat, dan menghadirkan kebermanfaatan melalui aksi nyata.




