Depok-Di balik kelancaran operasional sebuah perusahaan, terdapat proses administrasi yang menuntut ketelitian, kemampuan mengelola informasi, serta koordinasi yang baik. Peran tersebut kini dijalankan oleh Adinda Zalfa Rania, alumni program studi (prodi) Administrasi Perkantoran, Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI) angkatan 2022. Setelah menyelesaikan studinya pada 2025, Adinda memulai karier sebagai Staff Admin Logistik di kantor pusat Arista Group, perusahaan otomotif yang menaungi berbagai merek kendaraan di Indonesia. Dalam pekerjaannya, ia berperan dalam memastikan data dan proses distribusi kendaraan dapat dikelola secara sistematis serta terkoordinasi dengan baik.

Ketertarikan Adinda terhadap bidang administrasi bermula dari sosok kerabatnya yang pernah berprofesi sebagai sekretaris di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), yang kini telah terintegrasi menjadi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Berdasarkan pengalaman tersebut, Adinda melihat bahwa profesi di bidang administrasi bukan sekadar mengelola dokumen, melainkan juga memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran aktivitas organisasi.

Pengelolaan informasi, koordinasi antarpihak, komunikasi profesional, hingga kemampuan menjaga keteraturan pekerjaan menjadi bagian penting dalam profesi tersebut. Ketertarikan itu kemudian membawanya memilih prodi Administrasi Perkantoran sebagai langkah awal untuk membangun karier profesional. Selama menempuh pendidikan di Vokasi UI, Adinda tidak hanya mempelajari berbagai konsep administrasi di ruang kelas. Ia juga memperoleh pengalaman praktik yang membantunya memahami kebutuhan serta dinamika dunia kerja secara langsung.

Pengalamannya semakin kaya ketika menjalani program magang di PT Patra Jasa pada Divisi Corporate Finance & Risk Management. Setelah itu, Adinda melanjutkan pengalaman magangnya di CNN Indonesia. “Lingkungan kerja yang berbeda memberikan saya kesempatan untuk belajar beradaptasi, berkomunikasi dengan berbagai pihak, dan memahami penerapan administrasi pada beragam sektor industri,” ujar Adinda.

Selepas menyelesaikan Tugas Karya Akhir (TKA), Adinda bergabung dengan Arista Group. Ia pun mulai menerapkan berbagai pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama perkuliahan dalam tanggung jawab profesionalnya sehari-hari. Sebagai Staff Admin Logistik, Adinda bertanggung jawab mengelola data distribusi kendaraan, melakukan rekapitulasi informasi, serta berkoordinasi dengan berbagai cabang Arista Group di seluruh Indonesia. Pekerjaan tersebut membutuhkan ketelitian tinggi karena setiap data yang dikelola berhubungan dengan kelancaran proses distribusi perusahaan.

Selain kemampuan mengolah data, ia dituntut untuk menyusun administrasi secara sistematis serta membangun komunikasi yang efektif dengan berbagai pihak. Menurut Adinda, keterampilan tersebut telah dibentuk dan dilatih sejak dirinya berada di bangku kuliah. “Salah satu mata kuliah yang paling sering diterapkan Adinda dalam pekerjaannya adalah Aplikasi Komputer. Penguasaan Microsoft Excel, mulai dari penggunaan berbagai rumus hingga pemanfaatan shortcut, menjadi kemampuan yang hampir setiap hari digunakannya untuk mengolah dan menyajikan data perusahaan,” tambah Adinda.

Kemampuan menggunakan perangkat digital secara efektif membantunya menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat, akurat, dan efisien. Hal tersebut menunjukkan bahwa penguasaan teknologi menjadi salah satu kompetensi penting bagi tenaga administrasi di tengah perkembangan dunia kerja yang semakin terdigitalisasi.

Namun, bagi Adinda, kemampuan teknis saja belum cukup. Mata kuliah Etika Bisnis juga memberinya pemahaman mengenai pentingnya profesionalisme, komunikasi yang baik, serta cara membangun hubungan kerja yang positif di lingkungan perusahaan. “Jika dosen memberikan masukan mengenai etika dalam bekerja, kita perlu benar-benar memperhatikannya. Ketika masuk dunia kerja, saya baru menyadari bahwa cara berkomunikasi, bersikap profesional, dan menghargai rekan kerja ternyata sama pentingnya dengan kemampuan teknis,” ujar Adinda.

Pengalaman tersebut membuatnya memahami bahwa keberhasilan seorang tenaga administrasi tidak hanya ditentukan oleh kecakapan dalam mengelola dokumen atau data. Sikap profesional, kemampuan bekerja sama, serta cara berkomunikasi juga berpengaruh besar terhadap kelancaran pekerjaan dan hubungan antarrekan di lingkungan perusahaan.

Bagi Adinda, pembelajaran selama berkuliah di Vokasi UI telah memberikan fondasi yang kuat untuk memasuki dunia profesional. Pembelajaran berbasis praktik, pengalaman magang, serta penguasaan keterampilan digital membuat proses transisinya dari dunia perkuliahan menuju dunia kerja berjalan dengan lebih baik. Kompetensi yang diperolehnya tidak berhenti sebagai materi di ruang kelas, tetapi menjadi bekal yang terus digunakan dalam menjalankan tanggung jawab sehari-hari. Pengalaman Adinda sekaligus memperlihatkan pentingnya keterhubungan antara pembelajaran vokasional dan kebutuhan nyata di dunia industri.

Meski demikian, ia menyadari bahwa lulusan administrasi perlu terus mengembangkan kompetensi agar mampu mengikuti perubahan dunia kerja. Penguasaan bahasa asing, kemampuan beradaptasi, keterampilan digital, serta kemauan untuk terus belajar menjadi nilai tambah yang dapat membuka peluang karier lebih luas.

Melalui perjalanan kariernya, Adinda membuktikan bahwa pekerjaan administrasi memiliki peran strategis dalam mendukung operasional dan pencapaian tujuan perusahaan. Ketelitian dalam mengelola data, kecakapan memanfaatkan teknologi, serta etika dalam bekerja menjadi perpaduan kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadirkan administrasi yang tidak hanya tertata, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi organisasi.