Depok-Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia terus berupaya membangun sistem tata kelola institusi yang profesional, transparan, dan berintegritas. Salah satu langkah strategis yang dilakukan ialah melalui kolaborasi kegiatan roadshow dengan Direktorat Manajemen Risiko, Transformasi Budaya, dan Tata Kelola Universitas Indonesia (DMRT UI) yang berlangsung di Ruang VA405 Gedung A Kampus Vokasi UI, Depok, pada akhir April 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan implementasi manajemen risiko, tata kelola organisasi, serta Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) di lingkungan Vokasi UI. Roadshow tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan dan manajemen Vokasi UI, mulai dari Direktur, Wakil Direktur, Ketua Unit Penjaminan Mutu Akademik, Ketua Komite Etik, para manajer, ketua kerja khusus, hingga koordinator unit kerja.

(Foto: Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Dr. Safrin Arifin, SKM., S.St., M.Sc., saat memberikan sambutan)

Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Dr. Safrin Arifin, SKM., S.St., M.Sc., menyampaikan bahwa penguatan tata kelola menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas layanan pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perubahan dan tuntutan institusi saat ini. “Penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan budaya kerja yang berintegritas merupakan bagian penting dalam mendukung kualitas layanan pendidikan vokasi. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan seluruh sistem kerja berjalan secara transparan, akuntabel, dan selaras dengan komitmen Vokasi UI dalam membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi,” ujar Safrin.

Pada kegiatan tersebut, Sri Haryanto, S.H., M.H., CRGP., Direktur Manajemen Risiko, Transformasi Budaya, dan Tata Kelola UI, memaparkan pentingnya implementasi manajemen risiko dan tata kelola sebagai bagian dari transformasi budaya organisasi di lingkungan perguruan tinggi. “Manajemen risiko dan tata kelola bukan lagi sekadar pemenuhan administrasi, melainkan bagian penting dari budaya kerja dan integritas institusi. Perguruan tinggi perlu memiliki sistem yang mampu mengantisipasi risiko, menjaga kualitas layanan, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi,” ungkapnya.

(Foto: Ketua Unit Penjamin Mutu Akademik Vokasi UI, Heri Yuliyanto, S.Kom., M.Si., saat sesi diskusi bersama DMRT UI)

Roadshow ini juga menghadirkan berbagai pembahasan strategis mengenai penguatan sistem kerja dan tata kelola universitas. Salah satu materi yang disampaikan ialah Peta Proses Bisnis UI 2025–2029 dan Pedoman Operasional Baku (POB) berbasis process-based management yang menjadi acuan dalam pengembangan sistem kerja yang lebih efektif, efisien, dan terintegrasi. Selain itu, peserta memperoleh pemaparan mengenai Rencana Aksi Reformasi Birokrasi dan Transformasi Universitas (RBTU) yang mencakup penguatan sumber daya manusia, digitalisasi administrasi, penguatan sistem kehumasan, hingga peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi.

Sosialisasi tersebut juga membahas implementasi Kode Etik dan Kode Perilaku UI berdasarkan Peraturan Rektor UI Nomor 4 dan Nomor 5 Tahun 2024 sebagai pedoman perilaku seluruh warga universitas, termasuk mahasiswa, dosen, peneliti, dan tenaga kependidikan. Pembahasan tersebut turut mencakup penanganan berbagai bentuk pelanggaran etik, seperti plagiarisme, konflik kepentingan, hingga kecurangan akademik. Sebagai bagian dari penguatan sistem pengawasan internal, peserta juga diperkenalkan pada Sistem Pelaporan Pelanggaran (SIPDUGA UI) serta pelaksanaan Survei Kepuasan Layanan UI berbasis SERVQUAL untuk mengukur kualitas layanan institusi kepada para pemangku kepentingan.

Melalui kegiatan ini, Vokasi UI memantapkan langkahnya untuk menciptakan lingkungan institusi yang profesional, responsif, serta mampu beradaptasi dengan tantangan pengelolaan pendidikan tinggi yang terus berkembang.