Depok-Program studi (prodi) Periklanan Kreatif, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI), menyelenggarakan kuliah dosen tamu bertajuk “Pitch Like a Pro: Cara Bikin Deck & Presentasi ala Agency untuk Klien” dan “Pembuatan Proposal di Advertising Agency”. Kegiatan ini menghadirkan praktisi industri, yaitu Anthony Hartanto, Senior Business Development Strategist, dan Nia Anggriani Azis, Senior Account Manager, pada Kamis (16/04/2026). Kuliah dosen tamu ini memberikan gambaran nyata mengenai praktik pitching di dunia agency, mulai dari penyusunan materi presentasi (deck) hingga teknik penyampaian ide agar dapat diterima oleh klien. Materi yang diberikan fokus pada konsep Length, Flow, Composition (L.F.C.) sebagai landasan dalam membangun presentasi yang efektif dan persuasif.
Pada aspek length, keduanya menekankan pentingnya menyesuaikan jumlah slide dengan kebutuhan. Bagian inti seperti permasalahan, risiko, solusi, dan eksekusi harus disampaikan secara ringkas dan padat. Sementara itu, bagian teknis seperti rencana produksi, portofolio, anggaran, dan struktur tim tetap perlu disajikan secara lengkap agar klien memahami keseluruhan proses implementasi.
(Foto: Pemberian sertifikat apresiasi kepada Anthony Hartanto)
Selanjutnya, dalam aspek flow, mahasiswa diajak memahami bahwa sebuah deck tidak hanya berisi informasi, tetapi juga harus membangun alur cerita yang kuat dan runtut. Presentasi ideal dimulai dari konteks, dilanjutkan dengan permasalahan, insight, ide, hingga dampak yang dihasilkan. “Sebelum menyusun slide, penyaji perlu memahami arah akhir atau pesan utama yang ingin disampaikan,” kata Anthony.
Pada aspek composition, pembahasan fokus pada penyusunan isi deck yang disesuaikan dengan kebutuhan audiens, termasuk dalam menghadapi klien seperti brand manager. Nia menambahkan, “Struktur yang jelas dan relevan menjadi kunci agar ide dapat tersampaikan secara efektif dan mudah dipahami.”
Ketua Program Studi Periklanan Kreatif, Nailul Mona, S.I.Kom., M.Si., menegaskan pentingnya kemampuan pitching bagi mahasiswa. “Pitching adalah kompetensi dasar yang perlu dimiliki mahasiswa periklanan. Tidak hanya menyampaikan ide, tetapi memastikan ide tersebut dapat dipahami dan diyakini oleh klien,” ujarnya.
(Foto: Pemberian sertifikat apresiasi kepada Nia Anggriani Azis)
Selain itu, mahasiswa juga dibekali pemahaman berbagai aspek strategi komunikasi, seperti audience analysis, competitor analysis, product highlight, communication strategy, hingga pengembangan brand voice, key visual, dan content pillar. Seluruh elemen ini menjadi fondasi dalam merancang strategi yang relevan dengan kebutuhan klien. Materi yang disampaikan juga menekankan bahwa strategi pada dasarnya adalah proses pengambilan keputusan yang harus selalu berlandaskan pada tujuan yang ingin dicapai.
Pada sesi praktik, mahasiswa diberikan panduan teknis dalam menyampaikan presentasi, seperti berbicara dengan jelas, tidak membaca slide secara langsung, serta mampu mengatur tempo dan intonasi. Narasumber juga mengingatkan bahwa umpan balik dari klien merupakan bagian dari proses pengembangan ide, bukan bentuk penolakan sehingga, perlu disikapi dengan sikap terbuka dan profesional. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menyusun deck yang lebih terstruktur, menyampaikan ide dengan percaya diri, serta meningkatkan kemampuan pitching yang sesuai dengan standar industri periklanan.




