Depok-Program studi (prodi) Bisnis Kreatif, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI), menyelenggarakan kuliah dosen tamu bertema “Layanan Urun Dana sebagai Alternatif Pendanaan untuk Usaha Kecil dan Menengah” pada Selasa (31/03/2026) di Auditorium Vokasi UI, Kampus UI Depok. Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan capaian pembelajaran pada mata kuliah Pendanaan Bisnis, sekaligus memberikan perspektif praktis mengenai strategi pembiayaan di era digital. Seiring dengan ekosistem kewirausahaan yang semakin dinamis, mahasiswa dituntut untuk memiliki pemahaman komprehensif terhadap alternatif pendanaan ketika menghadapi keterbatasan akses pembiayaan konvensional, juga guna meningkatkan potensi sukses dalam pengembangan bisnis.

Hadir sebagai narasumber adalah Dian Kusumawardhani, Sales Manager Fundex.id. Ia membagikan pengalaman dan pengetahuan terkait perkembangan layanan urun dana (crowdfunding) di Indonesia. Dian berpendapat bahwa saat ini crowdfunding semakin relevan sebagai solusi pendanaan yang strategis, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang kerap menghadapi kendala dalam memperoleh akses pembiayaan dari lembaga keuangan tradisional.

Menurutnya, layanan urun dana tidak hanya berfungsi sebagai sarana penghimpunan modal, tetapi juga memiliki nilai strategis sebagai alat validasi pasar. “Melalui crowdfunding, pelaku usaha dapat menguji minat dan respons masyarakat terhadap produk atau ide bisnis mereka sebelum melakukan ekspansi yang lebih besar. Ini menjadi keunggulan yang tidak dimiliki oleh skema pendanaan konvensional,” ujarnya.

(Foto: Foto bersama usai kegiatan kuliah dosen tamu berakhir)

Ia menguraikan berbagai jenis layanan urun dana yang berkembang belakangan ini, di antaranya donation-based crowdfunding, reward-based crowdfunding, serta equity crowdfunding yang memungkinkan investor memiliki kepemilikan saham dalam suatu usaha. Pemahaman terhadap ragam model ini dinilai krusial agar pelaku usaha dapat menentukan skema pendanaan yang paling sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan bisnisnya.

Salah seorang mahasiswa, Agung, menyampaikan bahwa materi yang disampaikan sangat aplikatif dan membuka perspektif baru terkait strategi pendanaan. “Kuliah ini membuka wawasan saya bahwa mencari pendanaan tidak selalu harus melalui jalur konvensional seperti bank atau investor besar. Melalui perkembangan teknologi digital, banyak alternatif yang dapat dimanfaatkan secara lebih fleksibel,” katanya mengungkapkan.

Ketua Program Studi Bisnis Kreatif, Dr. Dra. Amelita Lusia, M.Si., menanggapi positif kehadiran Dian Kusumawardhani dalam berbagi ilmu. Selain itu, kehadiran praktisi dari industri menunjukkan sinkronisi integrasi antara teori dan praktik dalam proses pembelajaran. Ia menambahkan, mata kuliah Pendanaan Bisnis dirancang untuk mendorong pemahaman mahasiswa terhadap praktik nyata pendanaan untuk bisnis di lapangan.

Amel mengatakan, “Kami ingin mahasiswa memiliki kemampuan analitis dalam membaca peluang dan memanfaatkan berbagai instrumen pendanaan yang terus berkembang. Kehadiran praktisi melalui kuliah dosen tamu menjadi jembatan penting untuk memperkaya perspektif mahasiswa di dunia bisnis.”

Lewat kegiatan seperti ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan pola pikir yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap perubahan ekosistem bisnis. Melalui pemahaman yang komprehensif mengenai alternatif pendanaan, lulusan Vokasi UI dapat tumbuh sebagai wirausahawan mandiri yang berdaya saing tinggi di era ekonomi digital.