Depok-Mahasiswa program studi (prodi) Fisioterapi, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI), menorehkan prestasi membanggakan dengan mengamankan seluruh peringkat juara dalam ajang Problem Solving and Engineering Challenge (PSPEC) 2025 yang diselenggarakan Universitas Hasanuddin pada akhir tahun lalu. Kompetisi tingkat nasional ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk merumuaskan solusi ilmiah dan aplikatif atas tantangan kesehatan kontemporer, khususnya di bidang fisioterapi bagi atlet esports.
Keberhasilan ini mencerminkan kuatnya sinergi antara pembelajaran berbasis praktik dan penguasaan keilmuan yang menjadi ciri khas pendidikan vokasional di UI. Sepanjang proses kompetisi, mahasiswa Vokasi UI menjalani tahapan, mulai dari identifikasi masalah, pengumpulan, dan analisis data ilmiah, perancangan model intervensi, hingga penyusunan karya tulis dan presentasi.
Juara 1 diraih oleh Tim Bubur Diaduk yang beranggotakan Hanif Maulana dan Saffanah melalui karya berjudul Program STEPS. Program ini merupakan pendekatan fisioterapi holistik untuk mencegah text neck syndrome sekaligus meningkatkan performa atlet esports. STEPS mengintegrasikan stretching, latihan penguatan otot, edukasi ergonomi, koreksi postur, serta pemantauan berkelanjutan melalui rehabilitasi berbasis telehealth. Pendekatan ini dirancang untuk menjawab masalah muskuloskeletal akibat durasi bermain yang panjang dan postur tubuh yang kurang optimal.
Hanif menyampaikan bahwa solusi yang mereka rancang berangkat dari realitas kebutuhan atlet esports masa kini. “Kami melihat banyak atlet esports mengalami keluhan leher, bahu, dan punggung akibat postur dan durasi bermain yang panjang. Melalui STEPS, kami ingin menghadirkan solusi yang dapat mengatasi permasalahan tersebut sekaligus meningkatkan performa mereka secara berkelanjutan,” ujar Hanif.
(Foto: Tim Thunder Strike yang berhasil meraih Juara 2)
Juara 2 diraih oleh Tim Thunder Strike, yang terdiri dari Andi Marianne Ieouaneeta Irawan dan Nadia Achmad, dengan karya TWIST dan WRIST. Program ini berfokus pada rehabilitasi dan pencegahan De Quervain’s tenosynovitis, cedera yang umum dialami atlet esports pada ibu jari dan pergelangan tangan. Inovasi ini memadukan terapi konvensional dengan media musik ritmis dan video imersif untuk meningkatkan motivasi latihan, serta efektivitas proses pemulihan.
Sementara itu, Juara 3 diraih oleh Tim Tahu Bulat yang beranggotakan Hasya Lailatul Fitri dan Muh. Rafi Zhafran Makrudy dengan konsep G.A.M.E (Guided, Active, Mobility, Ergonomic). Pendekatan ini ditujukan untuk menangani gangguan postur seperti tech neck dan upper cross syndrome pada atlet esports yang banyak bekerja dalam posisi duduk statis. Metode ini menekankan kombinasi latihan terstruktur, panduan aktif, mobilitas dinamis, dan penerapan prinsip ergonomi untuk menjaga kesehatan sekaligus menunjang performa atlet.
(Foto: Tim Tahu Bulat yang berhasil meraih Juara 3)
Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Padang Wicaksono, S.E., Ph.D, menyatakan bahwa prestasi ini menunjukkan keunggulan kurikulum Vokasi UI yang berbasis pada kebutuhan industri dan masyarakat. “Keberhasilan mahasiswa Vokasi UI menyapu bersih seluruh juara di PSPEC 2025 menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran terapan yang kami kembangkan mampu menghasilkan insan yang inovatif, adaptif, dan siap menjawab tantangan di lapangan. Selain itu, kompetisi ini menjadi wadah untuk penguasaan ilmu, peningkatan kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Selamat kepada para mahasiswa Vokasi UI yang sudah mengharumkan nama almamater Universitas Indonesia,” tutup Padang.




