Slider with alias none not found. There is nothing to show here!

Depok-Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI) bersama Noovoleum Indonesia secara resmi meluncurkan mesin UCOllect, sebuah inovasi pengelolaan minyak jelantah, pada kegiatan bertajuk Green Innovation for Sustainability: Pengelolaan Minyak Jelantah dengan UCOllect beberapa waktu lalu. Peresmian ini merupakan upaya Vokasi UI dalam mendukung penerapan zero waste campus serta penguatan ekosistem kampus berkelanjutan. Peresmian tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan Vokasi UI, CEO Noovoleum Indonesia, perwakilan UI GreenMetric, Kantor Keselamatan dan Lingkungan UI, perwakilan Kelurahan Kukusan dan Kelurahan Pondok Cina, serta sivitas akademika Vokasi UI, termasuk dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, tenaga kebersihan, tenaga keamanan, dan tenant kantin.

Dalam sambutannya, Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Padang Wicaksono, S.E., Ph.D, menyampaikan bahwa peresmian mesin UCOllect sejalan dengan komitmen Vokasi UI untuk menghadirkan wadah bagi sivitas akademika untuk berkontribusi langsung terhadap isu lingkungan. Padang mengatakan, “Vokasi UI tidak hanya menjadi tempat belajar dan mengembangkan kompetensi, tetapi juga harus menjadi contoh dalam implementasi inovasi berkelanjutan yang berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.”

(Foto: Sendy Soeroatmadja, CEO Noovoleum Indonesia, menyampaikan sambutan dalam kegiatan peresmian tersebut)

Sementara itu, Sendy Soeroatmadja, CEO Noovoleum Indonesia, menegaskan bahwa kolaborasi dengan Vokasi UI merupakan langkah strategis dalam memperluas kesadaran publik terkait pengelolaan minyak jelantah. “Melalui UCOllect, kami ingin menghadirkan solusi yang aman, berkelanjutan, dan menguntungkan bagi masyarakat dalam mendaur ulang minyak jelantah, sekaligus mendukung transisi menuju energi terbarukan,” ujarnya.

Selain peresmian, rangkaian kegiatan lainnya adalah workshop Green Innovation for Sustainability. Para peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep zero waste lifestyle dan tantangan pengelolaan minyak jelantah di Indonesia. Produksi minyak jelantah nasional mencapai sekitar 3,8 juta ton per tahun, sementara secara global kurang dari 10 persen minyak jelantah yang berhasil dan dikelola secara aman dan berkelanjutan. Tak hanya itu, workshop tersebut juga mengulas bahaya pembuangan minyak jelantah sembarangan, seperti penyumbatan saluran air (fatberg) serta risiko kesehatan akibat kandungan senyawa berbahaya, seperti akrilamida, radikal bebas, dan asam lemak trans.

(Foto: Demonstrasi penggunaan mesin UCOllect yang dilakukan Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Padang Wicaksono, S.E., Ph.D)

Setelahnya, para peserta diajak mencoba menggunakan mesin UCOllect, termasuk pengenalan aplikasi yang dilengkapi fitur QR, riwayat penyetoran, penarikan saldo, serta layanan penjemputan minyak jelantah. Menariknya, minyak jelantah yang terkumpul mellaui UCOllect dapat diolah menjadi energi baru terbarukan, termasuk Sustainable Aviation Fuel (SAF), yang berkontribusi pada penurunan emisi karbon. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan limbah rumah tangga dan kampus dapat memberikan dampak signifikan bagi keberlanjutan lingkungan secara global.

(Foto: Foto bersama usai kegiatan peresmian dan sosialisasi mesin UCOllect bersama sivitas akademika dan warga sekitar berakhir)

Kolaborasi bersama Noovoleum melalui UCOllect ini juga berkontribusi langsung terhadap sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs), termasuk SDG 7 (Affordable and Clean Energy) melalui pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku energi baru terbarukan, SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui pengelolaan limbah yang bertanggung jawab di lingkungan kampus, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui penerapan prinsip ekonomi sirkular, serta SDG 13 (Climate Action) dengan kontribusi pengurangan emisi karbon. Melalui kolaborasi ini, Vokasi UI terus berupaya mengintegrasikan agenda keberlanjutan global ke dalam praktik pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.