Depok-Program studi (prodi) Administrasi Asuransi dan Aktuaria, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI), menyelenggarakan kuliah umum bertema “Smart Career Path in Insurance and Actuary: Langkah Tepat, Karir Hebat”. Kegiatan yang diselenggarakan di Auditorium Vokasi UI pada Selasa (25/11/2025) ini menghadirkan empat pembicara profesional dari regulator, asosiasi, serta industri perasuransian, yang memberikan wawasan mendalam mengenai peluang karier dan dinamika perkembangan sektor asuransi di Indonesia.
Pembicara pertama, Nani Patria Dharmayanti, Direktur Departemen Aktuaria Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menjelaskan arah kebijakan industri asuransi di era digital dan globalisasi. Nani menekankan pentingnya kesiapan SDM dalam menghadapi tantangan seperti cyber risk, inovasi digital, climate risk, serta implementasi International Financial Reporting Standards (IFRS) 17. “Industri memerlukan talenta aktuaria yang kuat dalam analisis data, serta mampu berkolaborasi lintas fungsi untuk menghadapi kompleksitas risiko masa depan,” ujar Nani.
(Foto: Suasana kegiatan kuliah umum prodi Administrasi Asuransi dan Aktuaria)
Selanjutnya, Dr. Herra Harjanto, SE., MM., AAIK., AMRP., RMAC, Anggota Komisi Pendidikan Dewan Asuransi Indonesia (DAI) dan Direktur LSP AAUI, memaparkan prospek cerah profesi asuransi di tengah pertumbuhan ekonomi, bonus demografi, dan digitalisasi. Menurutnya, rendahnya penetrasi asuransi di Indonesia merupakan peluang besar bagi lulusan vokasi. Herra mengatakan, “Industri membutuhkan tenaga muda yang adaptif, menguasai kemampuan teknis, dan siap bergerak cepat menjawab kebutuhan pasar.”
Dari sisi profesi, Dr. Sylvy Setiawan, AAIK., AMRP, Bendahara Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI), menjelaskan bahwa sistem sertifikasi profesi AAMAI menjadi acuan kompetensi nasional dalam manajemen risiko dan perasuransian. Sylvy menegaskan pentingnya sertifikasi sebagai bekal peningkatan daya saing lulusan. “Sertifikasi menjadi pijakan penting bagi mereka yang ingin berkarier sebagai underwriter, analis risiko, hingga spesialis klaim,” jelasnya.
(Foto: Sesi tanya jawab saat kuliah umum berlangsung)
Terakhir, Zulhamdi Rahman, Head of Life and Health INARE sekaligus Head of Institutional Relation Perkumpulan Underwriter Jiwa Indonesia (PERUJI), memaparkan peran strategis profesi underwriting sebagai garda depan pengelolaan risiko. Ia juga memperkenalkan berbagai program pengembangan kompetensi, termasuk Indonesia Underwriting Summit. Di akhir sesi, Zulhamdi juga membagikan perjalanan kariernya sebagai inspirasi bagi mahasiswa yang ingin terjun ke industri reasuransi dan seleksi risiko.
Ketua Program Studi Administrasi Asuransi dan Aktuaria, Heri Yuliyanto, S.Si., M.Kom., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang belajar penting bagi mahasiswa untuk memahami peta karier secara lebih realistis dan terarah. “Melalui kuliah umum ini, kami ingin memastikan mahasiswa memperoleh perspektif utuh tentang ekosistem asuransi. Mulai dari regulator, asosiasi profesi, hingga praktisi industri. Wawasan ini diharapkan membantu mereka memetakan langkah karier sejak dini dan mempersiapkan diri sesuai kebutuhan dunia kerja. Selain itu, kami juga akan meningkatkan skala kegiatan kuliah umum agar para mahasiswa semakin mendapatkan banyak ilmu dari industri asuransi dan aktuaria ke depannya,” tutup Heri.




