Depok-Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI Fahri Hamzah menekankan pentingnya peran pendidikan vokasi dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) yang mampu beradaptasi dan memberikan solusi atas permasalahan pembangunan. Fahri Hamzah meminta seluruh mahasiswa Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI) berkontribusi terhadap penyelesaian masalah sosial dan lingkungan.
“Mahasiswa Vokasi UI harus memiliki resiliensi, tidak hanya untuk menghadapi tantangan pekerjaan di masa depan, tetapi juga untuk berkontribusi pada penyelesaian masalah sosial dan lingkungan,” kata Fahri Hamzah dalam kuliah umum bertajuk “Domisili, Vokasi, dan Resiliensi” pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Program Pendidikan Vokasi UI, Rabu (13/8).
Dalam paparannya, Fahri Hamzah menyoroti tantangan pertumbuhan penduduk dan keterbatasan lahan di wilayah metropolitan Indonesia. Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, tingkat konsumsi lahan (Land Consumption Rate/LCR) di 10 kawasan metropolitan mengalami peningkatan antara 4 hingga 15 persen, dengan luas penggunaan lahan mencapai 5.000-7.000 hektare.
“Ketersediaan lahan terus menurun, sementara populasi terus bertambah. Hal ini menjadi tantangan serius yang memerlukan strategi penataan ruang berkelanjutan,” tambahnya.
(Foto: Pemberian sertifikat apresiasi kepada Fahri Hamzah oleh Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Padang Wicaksono, S.E., Ph.D)
Menurut Fahri, perkembangan wilayah metropolitan, seperti Jabodetabekpunjur (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi-Puncak-Cianjur), Gerbangkertosusila (Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya- Sidoarjo-Lamongan), serta Cekungan Bandung (Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan sebagian Kabupaten Sumedang), menunjukkan ekspansi perkotaan yang masif. Sehingga, perlu ada konsep Transit-Oriented Development (TOD) untuk mengoptimalkan keterhubungan kota, mengurangi ketergantungan kendaraan pribadi, dan menghemat penggunaan lahan.
Sementara itu, Direktur Program Pendidikan Vokasi UI Padang Wicaksono, S.E., Ph.D menegaskan bahwa tema kuliah umum tersebut memperkuat tujuan Program Pendidikan Vokasi UI dalam mencetak lulusan yang berdaya saing global sekaligus berwawasan lingkungan.
“Apa yang disampaikan oleh Bapak Fahri Hamzah menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur fisik, tetapi juga kesiapan manusia yang mengelolanya. Mahasiswa Vokasi UI harus menjadi agen perubahan yang memahami keterkaitan antara kualitas hidup, keberlanjutan lingkungan, dan inovasi teknologi. Hal ini sejalan dengan komitmen UI dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah, efisien, dan berkelanjutan,” ungkap Padang.
Lebih lanjut, Fahri mengajak para mahasiswa baru Vokasi UI untuk menanamkan semangat gotong royong dalam membangun negeri. Menurut Padang, penguatan kapasitas vokasi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan perumahan dan kawasan permukiman akan mempercepat pencapaian Indonesia yang lebih berkelanjutan dan layak huni.
(Foto: Suasana kehadiran Fahri Hamzah dalam gelaran PKKMB Vokasi UI 2025)
Kegiatan kuliah umum tersebut menjadi bagian dari rangkaian PKKMB Vokasi UI 2025 yang diikuti sekitar 1.600 mahasiswa dari 15 program studi jenjang D3 dan D4, yang bertujuan untuk menanamkan nilai kebangsaan, membangun wawasan lingkungan, serta mempersiapkan mahasiswa baru untuk berperan aktif dalam pembangunan nasional.
Salah satu mahasiswa baru program studi Periklanan Kreatif, Siti Rahma Azeth, mengaku termotivasi setelah mendengarkan kuliah umum tersebut.
“Saya menjadi lebih paham bahwa pembangunan kota itu bukan hanya urusan pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran kita sebagai generasi muda. Saya ingin ilmu yang saya pelajari di kampus dapat bermanfaat untuk membuat lingkungan tempat tinggal menjadi lebih tertata dan nyaman,” ujar Azeth.




