Okupasi Terapi2019-02-21T09:20:37+00:00

Deskripsi Program Studi:

Program Studi Okupasi Terapi, Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia adalah program studi yang mempersiapkan dan  menghasilkan tenaga ahli profesional tingkat madya yang mempunyai pengetahuan, sikap, dan keterampilan di bidang Okupasi Terapi serta mampu bersaing di tingkat ASEAN, berwawasan kewirausahaan, bekerjasama dalam tim dan berorientasi kepada etika profesi.

Visi Program Studi:

Menjadi salah satu pusat unggulan pendidikan Okupasi Terapi terkemuka di ASEAN yang menghasilkan lulusan yang beretika, siap pakai, dan profesional di Tahun 2025.

Misi Program Studi:

  1. Menyelenggarakan pendidikan Okupasi Terapi sesuai dengan kemajuan teknologi yang terbaru, selaras dengan kebutuhan dunia kerja di tingkat ASEAN.
  2. Menghasilkan lulusan yang siap pakai dan beretika profesi yang baik.
  3. Mempunyai staf pengajar yang kompeten sesuai dengan bidang Okupasi Terapi.
  4. Mengembangkan kurikulum, silabus, dan bahan ajar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan standar internasional.

Tujuan Program Studi

Menghasilkan tenaga ahli profesional tingkat madya yang mempunyai pengetahuan, sikap, dan keterampilan di bidang Okupasi Terapi serta mampu bersaing di tingkat ASEAN, berwawasan kewirausahaan, bekerjasama dalam tim dan berorientasi kepada etika profesi.

Profil Lulusan

Profil Lulusan Program Studi Okupasi Terapi adalah lulusan yang mampu memberikan pelayanan kesehatan pada klien/pasien dengan kelainan/kecacatan fisik dan/ atau mental yang mempunyai gangguan pada kinerja okupasional dengan menggunakan aktifitas bermakna (Okupasi) untuk mengoptimalkan kemandirian individu pada area aktifitas kehidupan sehari-hari, produktivitas dan pemanfaatan waktu luang

Kompetensi Lulusan

Lulusan Program Studi D3 Okupasi Terapi memiliki kompetensi utama sebagai berikut

  1. Mampu bertindak sesuai teori dengan etika profesi Okupasi Terapi
  2. Mampu melaksanakan pengumpulan data subyektif (wawancara) dan obyektif (observasi dan pemeriksaan menggunakan alat ukur yang terstandar
  3. Mampu membuat diagnosa Okupasi Terapi
  4. Mampu membuat tujuan intervensi okupasi terapi bersama pasien serta keluarg
  5. Mampu merencanakan penatalaksanaan program okupasi terapi
  6. Mampu melakukan program okupasi terapi dan mampu mengoperasikan program okupasi terapi jangka pendek – jangka panjang
  7. Mampu melakukan proses okupasi terapi dan menilai intervensi okupasi terapi
  8. Mampu melakukan evaluasi dan re-evaluasi program okupasi terapi
  9. Mampu melakukan follow-up kasus okupasi terapi
  10. Mampu melakukan rujukan ke tenaga ahli lain yang berkaitan dengan kasus pasien serta mampu menerima rujukan
  11. Mampu membuat laporan tertulis secara konprehensif kasus okupasi terapi
  12. Mampu berkolaborasi dalam pengelolaan masalah okupasi terapi pada individu, keluarga dan masyarakat

Bidang Pekerjaan Lulusan
Seorang Okupasi Terapi dapat bekerja di rumah sakit, klinik dan pusat rehabilitasi, sekolah khusus, industri dan perusahaan swasta, serta menjadi seorang pendidik dan konsultan. Ruang lingkup Okupasi Terapi terdiri dari pediatri (anak), geriatri (lansia), psikososial (gangguan jiwa), gangguan fisik, dan kesehatan kerja. Beberapa kondisi yang dapat ditangani oleh seorang Okupasi Terapi antara lain adalah gangguan perkembangan, gangguan sensori, gangguan system saraf, gangguan jantung, gangguan system, gangguan pada kulit, cidera, gangguan otot pada dan sendi, gangguan kognisi dan psikomotor, gangguan kesehatan mental.

Okupasi Terapi adalah profesi kesehatan yang fokus pada kemampuan seseorang dengan mempromosikan kesehatan dan kemampuan melalui aktifitas yang bermakna dan bertujuan. Dimana seorang okupasi terapi memungkinkan seseorang untuk berpartisipasi dalam aktivitas kehidupan sehari-hari secara mandiri dengan cara bekerjasama dengan keluarga dan masyarakat untuk meningkatkan kemampuan seseorang agar terlibat dalam pekerjaan yang sesuai atau dengan memodifikasi pekerjaan atau lingkungan untuk lebih mendukung keterlibatan berkerja atau beraktifitas.
Bagaimana seorang okupasi terapi bekerja?

1. Assesment, yaitu bersama-sama dengan keluarga klien fokus pada kemampuan seseorang dan masalah yang berkaitan dengan kegiatan dalam kehidupan sehari-hari klien.

2. Planning, yaitu rencana kegiatan yang mencakup tujuan jangka pendek dan panjang dari pengobatan yang relevan dengan kebiasaan, peran, gaya hidup dan lingkungan.

3. Intervention, yaitu Intervensi / kegiatan berfokus pada program yang berorientasi pada lingkungan dan orang. Dirancang untuk memfasilitasi aktifitas sehari-hari dan adaptasi di mana seseorang bekerja, hidup dan bersosialisasi.

4. Cooperation, yaitu Kerjasama dan koordinasi dengan para profesional lain, keluarga, perawat dan relawan yang penting dalam realisasi pendekatan holistik.

Mitra Industri

Program studi Okupasi Terapi memiliki 15 lahan magang yang terdiri dari RSCM Cipto Mangunkusumo, RS Fatmawati, RS Gatot Subroto, RS Islam Jakarta, RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta, RS Marzoeki Mahdi Bogor, Panti Sosial Bina Grahita (PSBG) Cibinong, RS Suyoto Bintaro, RS Persahabatan, RS Kanker dharmais, RS Duren Sawit, Sekolah Lazuardi, Sekolah Highscope, Klinik dan sekolah Anakku dan Panti Asuhan Heesu Cileungsi Bogor.

Sertifikasi Lulusan

Dalam rangka menyambut ASEAN Free Trade Area (AFTA) Program Pendidikan Vokasi termasuk di dalamnya Prodi Okupasi Terapi melaksanakan sertifikasi kompetensi bagi seluruh lulusannya. Kegiatan sertifikasi kompetensi dilaksanakan melalui kerjasama antara Program Studi, LSP UI dan BNSP.

X