+62 21- 290 274 81-83 humas@vokasi.ui.ac.id

Depok-Isu pembangunan berkelanjutan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan perguruan tinggi, tetapi juga perlu diperkenalkan kepada generasi muda sejak bangku sekolah. Berangkat dari pemikiran tersebut, mahasiswa program studi (prodi) Terapi Okupasi, Sekolah Vokasi, Universitas Indonesia (UI, Muhammad Sami Arkan, bersama Achmad Supi menginisiasi Pelajar SDGs Indonesia sebagai wadah bagi pelajar SMP dan SMA untuk mengenal sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai pembangunan berkelanjutan melalui berbagai kegiatan kolaboratif.

Pelajar SDGs Indonesia dibentuk pada Agustus 2025 di bawah naungan platform Maju Bersama OSIS. Seiring perkembangannya, inisiatif tersebut tumbuh menjadi komunitas dengan jangkauan nasional. Hingga penyelenggaraan batch kelima, Program Pelajar SDGs Indonesia telah menarik antusiasme lebih dari 11.800 pendaftar yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 450 pelajar terpilih untuk mengikuti program pada batch kelima. Secara kumulatif, lebih dari 1.000 pelajar telah menjadi bagian dari alumni Program Pelajar SDGs Indonesia sejak penyelenggaraan batch pertama.

(Foto: Muhammad Sami Arkan, mahasiswa prodi Terapi Okupasi)

Menurut Sami, gagasan membentuk Pelajar SDGs Indonesia berawal dari keresahan sederhana yang muncul ketika ia berdiskusi bersama rekannya. Ia menilai isu Sustainable Development Goals (SDGs) selama ini lebih banyak diperkenalkan kepada mahasiswa, padahal pelajar di tingkat SMP dan SMA juga perlu memahami pentingnya pembangunan berkelanjutan sejak dini. “Kami melihat SDGs selama ini hanya digaungkan di tingkat mahasiswa, sementara di tingkat sekolah masih jarang dibahas. Padahal, kader yang harus dilatih pertama justru ada di sekolah karena pola pikir mereka masih terbuka. Kami ingin mereka mengetahui apa itu SDGs dan bagaimana mengimplementasikannya dari hal-hal terkecil di lingkungan sehari-hari,” ujar Sami.

Berangkat dari semangat tersebut, Pelajar SDGs Indonesia hadir sebagai ruang belajar sekaligus ruang kolaborasi bagi pelajar dari berbagai daerah. Program ini memperkenalkan keseluruhan 17 tujuan SDGs, dengan fokus pengembangan saat ini pada SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Pelajar SDGs Indonesia menghadirkan berbagai kegiatan yang mendorong peserta memahami isu pembangunan berkelanjutan secara lebih aplikatif. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) yang membahas beragam isu SDGs sesuai tema pada setiap batch. Selain itu, terdapat program Market Trade for Change (MTFC), yakni kegiatan kolaboratif yang mengajak peserta mengidentifikasi berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan dari sudut pandang yang berbeda. Para peserta kemudian berdiskusi dan merumuskan solusi yang dapat diterapkan di lingkungan masing-masing. Ke depan, komunitas ini akan terus mengembangkan berbagai program untuk memperluas jangkauan dan dampak gerakan kepada lebih banyak pelajar di Indonesia.

Antusiasme peserta yang terus meningkat menjadi salah satu indikator bahwa semakin banyak pelajar memiliki kepedulian terhadap isu pembangunan berkelanjutan ketika diberikan ruang untuk belajar, berdiskusi, dan berkontribusi. Bagi Sami, respons tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan Pelajar SDGs Indonesia agar dapat menjangkau lebih banyak generasi muda.

(Foto: Sami menginisiasi Pelajar SDGs Indonesia guna memperkaya wawasan SDGs kepada para pelajar SMP dan SMA)

Sebagai mahasiswa Sekolah Vokasi UI, Sami mengaku bahwa pengalaman belajar di kampus turut membentuk cara berpikirnya dalam mengembangkan inisiatif tersebut. Menurutnya, pendekatan project-based learning yang diterapkan selama perkuliahan mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, bekerja secara kolaboratif, serta berani mengeksekusi ide menjadi solusi nyata. “Di Vokasi, kami banyak belajar melalui project-based learning. Dari situ terbentuk kebiasaan untuk berpikir kritis, bergerak cepat, dan tidak menunda saat memiliki ide. Teman-teman di Vokasi juga sangat suportif dan membantu membangun mental untuk terus berkembang,” tuturnya.

Inisiatif yang dibangun Muhammad Sami Arkan menunjukkan bahwa perubahan dapat dimulai dari kepedulian terhadap persoalan di sekitar. Melalui Pelajar SDGs Indonesia, generasi muda tidak hanya diajak memahami konsep pembangunan berkelanjutan, tetapi juga didorong untuk mengambil peran melalui aksi nyata yang dapat dimulai dari lingkungan terdekat.

Semangat tersebut mencerminkan nilai yang terus dikembangkan di Sekolah Vokasi UI, yakni mendorong mahasiswa mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan praktik sehingga mampu menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui pendidikan vokasi yang aplikatif, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak, Sekolah Vokasi UI terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung pencapaian SDGs di Indonesia.