+62 21- 290 274 81-83 humas@vokasi.ui.ac.id

Depok-Universitas Indonesia (UI) secara resmi mengubah nomenklatur kelembagaan dari Program Pendidikan Vokasi menjadi Sekolah Vokasi Universitas Indonesia (SV UI) pada Jumat (31/07/2026), di Auditorium Vokasi Kampus UI, Depok. Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkuat tata kelola, relevansi, dan ekosistem pendidikan tinggi terapan di Indonesia. Pada momentum yang sama, UI juga menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (NKB) dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) guna mengakselerasi pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor keolahragaan nasional.

Perubahan nomenklatur dari istilah “Program” menjadi “Sekolah” mengadopsi praktik pendidikan vokasi global untuk merepresentasikan entitas akademik yang adaptif dan berotonomi penuh dalam mengintegrasikan pendidikan, riset terapan, inovasi, serta pengabdian masyarakat.

Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU., menjelaskan bahwa transformasi ini adalah keniscayaan kelembagaan. “Standar pengelolaan saat ini sudah menyerupai fakultas atau sekolah. Tidak hanya mengelola program pendidikan saja, melainkan juga aset, sumber daya manusia, hingga anggaran secara otonom. Sudah saatnya kita mengubah nama Program Pendidikan Vokasi sebagaimana institusi sejenis di Indonesia maupun internasional,” ujar Prof. Heri.

Lebih lanjut, transformasi ini mempertegas positioning Sekolah Vokasi UI dalam memperkuat konsep link and match dengan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA) guna mencetak lulusan dengan kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang utuh.

(Foto: Penandatanganan NKB antara Kemenpora RI dan UI)

Sebagai wujud implementasi kapasitas kelembagaan yang baru, penandatanganan NKB antara UI dan Kemenpora RI menjadi landasan awal penjajakan rencana pendirian program studi Manajemen Olahraga di bawah naungan Sekolah Vokasi UI. Program studi yang masih dalam tahap pengembangan ini diproyeksikan mencetak tenaga profesional di bidang olahraga prestasi, olahraga rekreasi, ilmu kepelatihan, tata kelola organisasi, hingga pengembangan bisnis dan industri olahraga.

Inisiatif pengembangan ini membawa misi strategis untuk memberikan jalur pendidikan tinggi dan kepastian karier yang berkelanjutan (second career) bagi para atlet pascakompetisi. Terkait hal tersebut, Prof. Heri menegaskan komitmen universitas terhadap masa depan para pahlawan olahraga. “Universitas Indonesia siap bersinergi dengan Kemenpora. Kami akan memberikan ‘karpet merah’ bagi mereka (atlet) untuk belajar di UI guna menjaga masa depan mereka, sehingga mereka dapat fokus sepenuh hati mengharumkan nama bangsa,” tambahnya.

(Foto: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Dr. (H.C.) H. Erick Thohir, B.A., M.B.A., saat memberikan keynote speech)

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Dr. (H.C.) H. Erick Thohir, B.A., M.B.A., menyambut baik kolaborasi ini sebagai langkah konkret dalam mendorong kemajuan sektor olahraga. Menpora menyoroti perlunya mengubah persepsi global terhadap sektor olahraga yang kerap dipandang sebagai pusat beban biaya (cost center), padahal sektor ini memiliki potensi besar sebagai investasi strategis yang mampu menghasilkan pendapatan dan membuka lapangan kerja baru.

“Era digital dan transformasi adalah dua hal yang tidak dapat diabaikan, termasuk sektor olahraga. Kedua hal ini tidak akan berjalan optimal tanpa diiringi transformasi dalam kepemimpinan serta sistem. Saya berharap melalui kerja sama dengan Sekolah Vokasi UI, kita bisa memperpanjang masa karier para atlet kita melalui jalur karier di dunia olahraga. Selain itu, kita perlu melahirkan kepemimpinan baru dalam organisasi olahraga Indonesia,” tegas Erick.

(Foto: Foto bersama usai kegiatan Peresmian Sekolah Vokasi UI berakhir)

Kesiapan Sekolah Vokasi UI dalam mengemban mandat baru ini ditopang oleh rekam jejak tata kelola institusi yang solid. Hal ini dibuktikan melalui capaian Peringkat I Kontrak Kinerja (Kokin) UI Tahun 2023, Peringkat II UI Zona Integritas Award secara berturut-turut pada 2022 dan 2023, serta Peringkat I GreenMetric UI Tahun 2025. Fondasi kelembagaan tersebut turut diperkuat oleh deretan prestasi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa di berbagai ajang keilmuan tingkat nasional maupun internasional.