+62 21- 290 274 81-83 humas@vokasi.ui.ac.id

Depok-Grup musik yang awalnya dibentuk untuk memenuhi tugas Ujian Tengah Semester (UTS) kini berhasil menarik perhatian pendengar di berbagai platform digital. Tingz!, grup musik yang digagas oleh mahasiswa program studi (prodi) Produksi Media, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI), membuktikan bahwa proyek perkuliahan dapat berkembang menjadi karya yang dinikmati masyarakat luas melalui lagu debut mereka yang berjudul “Nekat”.

Lagu “Nekat” mengangkat dinamika kehidupan anak muda Jakarta dari sudut pandang perbedaan karakter antara Jakarta Timur (Jaktim) dan Jakarta Selatan (Jaksel). Melalui lirik yang memadukan unsur humor, budaya populer, serta fenomena kehidupan anak muda perkotaan, lagu tersebut berhasil menarik perhatian pendengar, khususnya generasi muda di media sosial.

(Foto: Cover single Nekat karya Tingz!)

Tingz! merupakan grup musik trio yang beranggotakan Naufal Ahmad Sanaya, Ataya Nasywa, dan Alifia Bintang Tabita sebagai vokalis. Ketiganya menjadi bagian dari proyek besar yang melibatkan sekitar 20 mahasiswa Produksi Media Vokasi UI dalam proses produksi lagu tersebut. Selain tim artis dan produksi musik, mahasiswa lainnya turut berperan dalam berbagai divisi, seperti produksi visual, kreatif, pemasaran, media sosial, hingga manajemen proyek.

Kehadiran Tingz! bermula dari mata kuliah Produksi Konten Musik yang mengajarkan mahasiswa untuk memahami proses produksi musik secara menyeluruh. Dalam mata kuliah tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar menciptakan lagu, tetapi juga memahami cara membangun identitas musisi, mengembangkan konsep karya, menyusun strategi promosi, hingga mendistribusikan karya melalui berbagai platform streaming digital.

Tingz! bukanlah grup musik pertama yang lahir dari mata kuliah tersebut. Setiap tahun, mahasiswa Produksi Media menghasilkan beragam karya musik dengan konsep dan karakter yang berbeda. Tingz! menawarkan eksplorasi baru dengan mengangkat genre hipdut atau hip-hop dangdut, genre yang belum pernah digunakan oleh grup musik mahasiswa Produksi Media sebelumnya.

“Di Produksi Media sudah banyak grup musik dengan warna musik masing-masing. Kami ingin menjadi salah satu warna yang berbeda. Hipdut menurut kami memiliki karakter yang spesial untuk mendobrak skena musik yang ada,” ujar Naufal, salah satu anggota Tingz!.

(Foto: Tiga mahasiswa Produksi Media yang tergabung dalam Tingz!)

Pemilihan genre tersebut berangkat dari keinginan mereka untuk menghadirkan musik yang ringan, menyenangkan, dan mudah diterima oleh pendengar muda. Dalam proses curah gagasan, berbagai genre sempat dipertimbangkan, mulai dari pop, R&B, hingga metal. Namun, setelah melihat tren musik yang tengah berkembang di media sosial, mereka akhirnya sepakat memilih hipdut sebagai identitas utama Tingz!.

Seluruh proses kreatif berlangsung selama kurang lebih dua bulan. Bersama seluruh anggota tim, mereka mengembangkan ide sejak tahap awal, menyusun konsep, memproduksi musik dan visual, hingga menyiapkan strategi publikasi agar karya tersebut dapat menjangkau lebih banyak pendengar. Proses tersebut menjadi pengalaman baru bagi para mahasiswa untuk memahami bagaimana sebuah karya musik dibangun dari awal hingga siap dipasarkan.

Meski kini mendapat perhatian dari pendengar, perjalanan Tingz! berawal dari tujuan sederhana, yaitu menyelesaikan proyek UTS dengan baik. Aya mengungkapkan bahwa harapan agar lagu tersebut dikenal luas awalnya hanya menjadi candaan di tengah proses pengerjaan. Aya menuturkan, “Awalnya kami hanya ingin mendapatkan nilai yang baik. Namun, selama prosesnya, banyak yang bercanda ingin membuat lagu ini viral. Ternyata, respons yang kami terima benar-benar positif.”

Setelah “Nekat” mendapat sambutan positif dari pendengar, Tingz! berharap dapat terus menghasilkan karya baru dan mengembangkan perjalanan mereka di industri musik. Mereka juga ingin terus mengeksplorasi kreativitas serta memperoleh kesempatan untuk tampil di berbagai festival musik di Indonesia.

Kehadiran Tingz! menjadi bukti bahwa mahasiswa Vokasi UI memiliki kompetensi yang selaras dengan kebutuhan dunia industri kreatif. Melalui pembelajaran berbasis praktik, Vokasi UI membekali mahasiswa dengan kemampuan teknis, kreativitas, serta pengalaman profesional. Pendekatan pembelajaran berbasis praktik yang diterapkan di Vokasi UI memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk merasakan secara langsung proses berkarya secara profesional sekaligus menghasilkan karya yang dapat dinikmati masyarakat luas.