{"id":275227,"date":"2026-06-02T10:00:42","date_gmt":"2026-06-02T03:00:42","guid":{"rendered":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/?p=275227"},"modified":"2026-06-08T08:06:34","modified_gmt":"2026-06-08T01:06:34","slug":"dosen-prodi-manajemen-rekod-dan-arsip-vokasi-ui-jadi-narasumber-fesarbi-2026-bahas-masa-depan-arsip-digital-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/dosen-prodi-manajemen-rekod-dan-arsip-vokasi-ui-jadi-narasumber-fesarbi-2026-bahas-masa-depan-arsip-digital-indonesia\/","title":{"rendered":"Dosen Prodi Manajemen Rekod dan Arsip Vokasi UI Jadi Narasumber FESARBI 2026, Bahas Masa Depan Arsip Digital Indonesia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Depok-Dua dosen program studi (prodi) Manajemen Rekod dan Arsip, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI), yaitu Niko Grataridarga, M.Hum. dan Muhammad Usman Noor, M.Hum., Ph.D., hadir sebagai narasumber pada kegiatan Festival Kearsipan Bank Indonesia, Kementerian, dan Lembaga (FESARBI) 2026. Keterlibatan keduanya menunjukkan kontribusi aktif Vokasi UI dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang kearsipan dan tata kelola informasi di Indonesia.<\/p>\n<p>Mengusung tema \u201cTransformasi Digital Kearsipan Menuju Indonesia Maju\u201d dengan pendekatan 3C (<em>Competence<\/em>, <em>Champion<\/em>, dan <em>Collaboration<\/em>), FESARBI 2026 mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Bank Indonesia, kementerian dan lembaga negara, akademisi, mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat umum dalam upaya membangun ekosistem kearsipan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Rangkaian kegiatan diawali melalui program Road to FESARBI pada April\u2013Mei 2026 dan mencapai puncaknya pada 22\u201323 Mei 2026 di Pos Bloc Jakarta.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img data-dominant-color=\"879aba\" data-has-transparency=\"false\" style=\"--dominant-color: #879aba;\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-275228 not-transparent\" src=\"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Niko-saat-sesi-diskusi-panelis-FESARBI-2026-scaled.webp\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"333\" \/>(Foto: Niko saat sesi diskusi panelis FESARBI 2026)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada hari pertama, Niko membawakan materi dengan mengangkat konsep <em>Record Continuum<\/em> yang dikembangkan oleh Frank Upward sebagai perluasan keilmuan manajemen rekod dan arsip dalam merespon perkembangan teknologi digital di kearsipan. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa konsep tersebut tidak hanya memandang arsip sebagai produk akhir dari suatu aktivitas, tetapi sebagai rekod yang terus digunakan, dimaknai, dan memiliki nilai berkelanjutan dalam berbagai konteks sosial, budaya, hukum, dan organisasi.<\/p>\n<p>Menurut Niko, perkembangan teknologi digital telah mengubah cara organisasi menciptakan, mengelola, dan memanfaatkan informasi. Kehadiran teknologi seperti <em>artificial intelligence<\/em> (AI), <em>blockchain<\/em>, <em>big data analytics<\/em>, <em>cloud computing<\/em>, <em>digital forensics<\/em>, hingga <em>digital preservation<\/em> menghadirkan peluang sekaligus tantangan baru dalam pengelolaan rekod dan arsip. Niko mengatakan, \u201cKeilmuan manajemen rekod dan arsip perlu terus berkembang agar mampu menjawab persoalan autentisitas, integritas, keamanan, aksesibilitas, akuntabilitas, dan keberlanjutan arsip digital.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img data-dominant-color=\"8894a8\" data-has-transparency=\"false\" style=\"--dominant-color: #8894a8;\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-275229 not-transparent\" src=\"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Foto-bersama-dengan-para-narasumber-FESARBI-2026-scaled.webp\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"333\" \/>(Foto: Foto bersama dengan para narasumber FESARBI 2026)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Topik tersebut menjadi semakin relevan mengingat transformasi digital terus berlangsung di berbagai sektor. Berdasarkan hasil Survei Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Nasional 2024, indeks SPBE Indonesia mencapai 4,01 atau berada pada kategori sangat baik, menunjukkan meningkatnya digitalisasi layanan dan tata kelola pemerintahan. Kondisi ini turut meningkatkan kebutuhan akan sistem pengelolaan arsip dan informasi yang andal, aman, serta berkelanjutan.<\/p>\n<p>Sementara itu, pada hari kedua, Usman membawakan materi mengenai <em>information governance<\/em> atau tata kelola informasi dalam konteks kearsipan modern. Ia menekankan bahwa hampir seluruh aktivitas manusia saat ini menghasilkan informasi yang berpotensi menjadi arsip, baik dalam bentuk fisik maupun digital. Foto dan video yang diunggah ke media sosial, percakapan digital, dokumen akademik seperti ijazah dan transkrip nilai, rekam medis, dokumen kebijakan, hingga data strategis negara merupakan contoh informasi yang memerlukan pengelolaan yang baik agar dapat dimanfaatkan secara optimal dan terlindungi dari berbagai risiko. \u201cArsip mengandung informasi yang bernilai bagi masyarakat. Namun, nilai tersebut hanya dapat diwujudkan apabila arsip dikelola melalui sistem yang baik, dukungan teknologi yang memadai, regulasi yang jelas, serta sumber daya manusia yang kompeten,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img data-dominant-color=\"bbb6c3\" data-has-transparency=\"false\" style=\"--dominant-color: #bbb6c3;\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-275231 not-transparent\" src=\"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Usman-saat-memberikan-pemaparan-saat-kegiatan-FESARBI-2026-scaled.webp\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"333\" \/>(Foto: Usman saat memberikan pemaparan saat kegiatan FESARBI 2026)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Usman juga menyoroti pentingnya peran arsiparis dan pengelola informasi yang tidak hanya memahami prinsip-prinsip kearsipan, tetapi juga memiliki kemampuan dalam bidang teknologi informasi, regulasi, keamanan data, dan konteks sosial Indonesia yang terus berkembang.<\/p>\n<p>Partisipasi kedua dosen prodi Manajemen Rekod dan Arsip tersebut mempertegas peran pendidikan vokasi dalam menjawab kebutuhan nyata dunia kerja dan masyarakat. Prodi Manajemen Rekod dan Arsip juga secara konsisten mendorong pengembangan kompetensi mahasiswa agar mampu mengelola rekod, arsip digital, dan tata kelola informasi sesuai kebutuhan organisasi modern.<\/p>\n<p>Melalui partisipasi dalam FESARBI 2026, Vokasi UI berharap literasi kearsipan masyarakat semakin meningkat serta mendorong pemahaman bahwa arsip bukan sekadar dokumen yang disimpan, melainkan aset strategis yang berperan dalam menjaga akuntabilitas, melindungi hak warga negara, mendukung pengambilan keputusan, serta merawat memori kolektif bangsa di era digital.<\/p>\n<p>Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya pencapaian <em>Sustainable Development Goals<\/em> (SDGs) poin 16 (<em>Peace, Justice and Strong Institutions<\/em>). Pengelolaan arsip dan informasi yang baik merupakan fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola yang transparan, pelayanan publik yang berkualitas, serta pelestarian memori bangsa untuk generasi mendatang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Depok-Dua dosen program studi (prodi) Manajemen Rekod dan Arsip, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI), yaitu Niko Grataridarga, M.Hum. dan Muhammad Usman Noor, M.Hum., Ph.D., hadir sebagai narasumber pada kegiatan Festival Kearsipan Bank Indonesia, Kementerian, dan Lembaga (FESARBI) 2026. Keterlibatan keduanya menunjukkan kontribusi aktif Vokasi UI dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang kearsipan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":275230,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[2,1262,1288],"tags":[],"class_list":["post-275227","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-green-metric","category-sdgs"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/275227","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=275227"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/275227\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":275339,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/275227\/revisions\/275339"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media\/275230"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=275227"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=275227"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=275227"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}