{"id":275061,"date":"2026-05-24T10:00:22","date_gmt":"2026-05-24T03:00:22","guid":{"rendered":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/?p=275061"},"modified":"2026-05-22T10:45:43","modified_gmt":"2026-05-22T03:45:43","slug":"keilmuan-baru-produksi-media-vokasi-ui-hadirkan-performing-arts-dan-gandeng-jakarta-movin-siapkan-talenta-industri-kreatif-masa-depan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/keilmuan-baru-produksi-media-vokasi-ui-hadirkan-performing-arts-dan-gandeng-jakarta-movin-siapkan-talenta-industri-kreatif-masa-depan\/","title":{"rendered":"Keilmuan Baru, Produksi Media Vokasi UI Hadirkan Performing Arts dan Gandeng Jakarta Movin Siapkan Talenta Industri Kreatif Masa Depan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Depok-Program studi (prodi) Produksi Media, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI), resmi meluncurkan penguatan kurikulum berbasis <em>performing arts<\/em> (seni pertunjukan) sebagai bagian dari strategi adaptasi terhadap perkembangan industri kreatif yang semakin dinamis dan berbasis pengalaman (<em>experience-driven economy<\/em>). Inisiatif ini diwujudkan melalui kolaborasi strategis bersama Jakarta Movin, perusahaan seni pertunjukan yang telah aktif sejak 2014.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langkah ini menandai komitmen Vokasi UI dalam menghadirkan pendidikan vokasional yang relevan dengan kebutuhan industri, sekaligus mendorong lahirnya talenta kreatif yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki sensitivitas artistik dan kemampuan kolaboratif lintas disiplin. Melalui penguatan kurikulum, seni pertunjukan diintegrasikan sebagai komponen penting dari pembelajaran di prodi Produksi Media. Mahasiswa akan dibekali aspek artistik seperti akting, tari, dan musik, sekaligus memahami ekosistem industri pertunjukan secara menyeluruh\u2014mulai dari proses kreatif, produksi, hingga manajemen pertunjukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kuliah umum bertajuk \u201c<em>Performing Arts and the Creative Economy<\/em>\u201d yang disampaikan oleh Nuya Susantono, M.Sc., Co-Founder &amp; CEO Jakarta Movin pada Jumat (24\/04\/2026), dijelaskan bahwa seni pertunjukan merupakan industri dengan nilai ekonomi dan kultural yang tinggi. Meskipun secara proporsi masih relatif kecil dalam ekonomi kreatif, sektor ini memiliki <em>high value impact<\/em> dalam hal pengalaman audiens, <em>branding<\/em>, hingga pengaruh budaya.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img data-dominant-color=\"664647\" data-has-transparency=\"false\" style=\"--dominant-color: #664647;\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-275063 not-transparent\" src=\"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Nuya-saat-memberikan-pemaparan-mengenai-dunia-seni-pertunjukan-scaled.webp\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"889\" \/>(Foto: Nuya saat memberikan pemaparan mengenai dunia seni pertunjukan)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih lanjut, Nuya mengatakan, \u201cProses produksi seni pertunjukan mencakup lima tahapan utama, yaitu ide, kolaborasi kreatif, latihan, produksi, dan pertunjukan. Selain itu, nilai seni pertunjukan tidak hanya bersifat ekonomi (seperti penjualan tiket dan <em>sponsorship<\/em>), tetapi juga mencakup aspek <em>intangible<\/em> seperti emosi, koneksi, dan pengalaman yang membekas bagi audiens.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai mitra industri, Jakarta Movin akan berperan dalam pengembangan kurikulum, pelaksanaan pelatihan dasar (<em>bootcamp<\/em>), serta penyediaan program magang bagi mahasiswa. Pendekatan ini memastikan bahwa proses pembelajaran akan diimplementasikan secara akademik, aplikatif, dan selaras dengan praktik industri terkini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nuya juga menekankan bahwa industri <em>performing arts<\/em> membutuhkan perpaduan antara kreativitas, disiplin, kolaborasi, dan kemampuan adaptasi yang tinggi, yaitu kompetensi yang menjadi fokus dalam kurikulum baru ini. Implementasi kurikulum akan dilakukan melalui fasilitas Studio <em>Teaching Factory<\/em> \u2013 STAGE di lingkungan Vokasi UI. Mahasiswa akan terlibat langsung dalam simulasi hingga produksi pertunjukan nyata, mencerminkan alur kerja industri profesional.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img data-dominant-color=\"8b7760\" data-has-transparency=\"false\" style=\"--dominant-color: #8b7760;\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-275064 not-transparent\" src=\"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Ketua-Program-Studi-Produksi-Media-Ngurah-Rangga-Wiwesa-Ph.D.-saat-memberikan-sambutan-pada-kegiatan-tersebut-scaled.webp\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"889\" \/>(Foto: Ketua Program Studi Produksi Media, Ngurah Rangga Wiwesa, Ph.D., saat memberikan sambutan pada kegiatan tersebut)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua Program Studi Produksi Media, Ngurah Rangga Wiwesa, Ph.D., menegaskan bahwa pengembangan bidang <em>performing arts<\/em> ini merupakan langkah strategis dalam memperluas cakupan keilmuan Produksi Media agar lebih kontekstual terhadap dinamika industri. Rangga mengatakan, \u201c<em>Performing arts<\/em> kami posisikan sebagai perluasan keilmuan Produksi Media yang berfokus pada penciptaan pengalaman yang utuh dan imersif. Di sini, mahasiswa akan belajar membangun koneksi emosional dengan audiens melalui karya yang hidup dan kolaboratif.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengembangan kurikulum ini dilatarbelakangi oleh perubahan tren industri kreatif, di mana konten harus mampu menciptakan pengalaman yang berkesan. <em>Performing arts<\/em> menjadi salah satu medium yang relevan untuk menjawab kebutuhan tersebut, terutama di kalangan generasi muda yang semakin menghargai pengalaman autentik dan interaktif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rangga menambahkan, \u201cKami ingin lulusan dari prodi Produksi Media memiliki keunggulan sebagai kreator yang mampu bekerja lintas disiplin, yaitu menggabungkan <em>storytelling<\/em>, teknologi, dan seni pertunjukan. Melalui penguatan kompetensi teknis, kreativitas, kemampuan kolaborasi, serta pemahaman industri, kami optimis lulusan mampu bersaing di tingkat global.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, pertumbuhan kelas menengah, eksposur media sosial, serta tren adaptasi <em>intellectual property<\/em> (IP) ke dalam bentuk pertunjukan menjadi faktor pendorong meningkatnya potensi industri ini. Di Indonesia, industri <em>performing arts<\/em> sedang menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Sejumlah pertunjukan musikal beberapa tahun ke belakang seperti <em>Musikal Keluarga Cemara<\/em> (2024) karya Visinema; <em>Mamma Mia<\/em> (2025) karya Jakarta Art House; <em>Chicago<\/em> (2026) karya Adpro; hingga <em>Musikal Pandangan Pertama <\/em>(2026) karya Jakarta Movin x RAN, serta <em>Senja Teduh Pelita<\/em> (2026) karya Jakarta Movin x Maliq &amp; D\u2019Essentials mendatang, turut menghadirkan performa seni pertunjukan yang menarik bagi masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui pengembangan keilmuan baru di prodi Produksi Media, Vokasi UI semakin berinovasi untuk menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan industri kreatif masa depan, dengan kemampuan menciptakan karya yang bernilai tinggi secara artistik, ekonomi, dan sosial.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Depok-Program studi (prodi) Produksi Media, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI), resmi meluncurkan penguatan kurikulum berbasis performing arts (seni pertunjukan) sebagai bagian dari strategi adaptasi terhadap perkembangan industri kreatif yang semakin dinamis dan berbasis pengalaman (experience-driven economy). Inisiatif ini diwujudkan melalui kolaborasi strategis bersama Jakarta Movin, perusahaan seni pertunjukan yang telah aktif sejak 2014. Langkah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":275062,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","wpai_meta_description":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-275061","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/275061","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=275061"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/275061\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":275066,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/275061\/revisions\/275066"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media\/275062"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=275061"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=275061"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=275061"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}