{"id":273854,"date":"2026-03-03T15:00:11","date_gmt":"2026-03-03T08:00:11","guid":{"rendered":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/?p=273854"},"modified":"2026-03-06T09:10:04","modified_gmt":"2026-03-06T02:10:04","slug":"prodi-magister-terapan-industri-kreatif-hadirkan-kepala-bappeda-kota-depok-bahas-ekosistem-kreatif-dan-kolaborasi-stakeholder","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/prodi-magister-terapan-industri-kreatif-hadirkan-kepala-bappeda-kota-depok-bahas-ekosistem-kreatif-dan-kolaborasi-stakeholder\/","title":{"rendered":"Prodi Magister Terapan Industri Kreatif Hadirkan Kepala Bappeda Kota Depok, Bahas Ekosistem Kreatif dan Kolaborasi Stakeholder"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Depok-Program studi (prodi) Magister Terapan Industri Kreatif, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI), menghadirkan Kepala Bappeda Kota Depok, Dr. H. Dadang Wihana, M.Si., CRGP, sebagai dosen tamu dalam mata kuliah Pengembangan Kreasi Kolaboratif pada Selasa (03\/03\/2026). Mengangkat tema \u201cPeran Pemerintah dalam Membangun Ekosistem Kreatif Kota dan Kolaborasi Stakeholder\u201d, kuliah dosen tamu ini bertujuan memperkaya wawasan mahasiswa mengenai praktik tata kelola pemerintahan, khususnya dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis kolaborasi lintas sektor dan dukungan kepada pelaku usaha kreatif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam pemaparannya, Dadang menekankan bahwa pemerintah tidak lagi dapat bekerja secara sektoral dan hierarkis. Perubahan paradigma dari <em>government<\/em> menuju <em>governance<\/em> menuntut pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai aktor pembangunan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menjelaskan bahwa dalam perspektif <em>collaborative governance<\/em>, masyarakat bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek, aktor, sekaligus pelanggan layanan publik. Pemerintah berperan sebagai fasilitator, regulator, sekaligus orkestrator kolaborasi. \u201cKolaborasi yang dibangun melibatkan berbagai pihak mulai tahap perencanaan, pengambilan keputusan, implementasi, hingga evaluasi kebijakan,\u201d ujar Dadang.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img data-dominant-color=\"8b8885\" data-has-transparency=\"false\" style=\"--dominant-color: #8b8885;\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-273856 not-transparent\" src=\"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Dadang-saat-memberikan-pemaparan-mengenai-ekonomi-kreatif-di-Kota-Depok.webp\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"667\" srcset=\"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Dadang-saat-memberikan-pemaparan-mengenai-ekonomi-kreatif-di-Kota-Depok.webp 500w, https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Dadang-saat-memberikan-pemaparan-mengenai-ekonomi-kreatif-di-Kota-Depok-480x640.webp 480w\" sizes=\"(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) 500px, 100vw\" \/>(Foto: Dadang saat memberikan pemaparan mengenai ekonomi kreatif di Kota Depok)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai studi kasus, Kota Depok memosisikan ekonomi kreatif sebagai salah satu strategi pembangunan daerah. Ekonomi kreatif dipahami sebagai perwujudan nilai tambah berbasis ide, kreativitas intelektual, ilmu pengetahuan, teknologi, dan warisan budaya. Salah satu program strategis yang dipaparkan adalah pengembangan <em>Smart Culture<\/em> dalam muatan lokal kurikulum pendidikan. Sejak 2023, Pemerintah Kota Depok merancang kurikulum berbasis <em>media arts<\/em>\u2014meliputi aplikasi, gim, animasi, dan robotika\u2014yang mulai diterapkan sebagai <em>pilot project<\/em> pada 2024 di sejumlah sekolah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, penguatan UMKM dilakukan melalui pelatihan wirausaha baru, pendampingan legalitas, fasilitasi sertifikasi halal dan hak kekayaan intelektual, hingga akses pembiayaan dan pemasaran melalui berbagai festival serta platform digital. Dadang mengatakan, \u201cModel ini dikenal dengan pendekatan \u2018Jualan Sama-Sama UMKM Naik Kelas\u2019 yang mengintegrasikan aspek pelatihan, perizinan, pemasaran, dan pembiayaan secara berkelanjutan.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam konteks kolaborasi, Dadang memperkenalkan pendekatan <em>pentahelix <\/em>hingga <em>heptahelix <\/em>yang melibatkan unsur akademisi, bisnis, pemerintah, media, komunitas\/masyarakat, LSM, dan pengamat atau dewan kota cerdas. Skema kolaborasi ini juga dirancang dalam model kerja sama antara Bappenas, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan komunitas untuk membangun <em>regional innovation hub<\/em> di Kota Depok. Pendekatan ini mendorong <em>link and match<\/em> antara riset, industri, dan kebutuhan masyarakat, termasuk dalam menjawab persoalan strategis daerah seperti banjir, kemacetan, sampah, dan polusi.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img data-dominant-color=\"6e6a64\" data-has-transparency=\"false\" style=\"--dominant-color: #6e6a64;\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-273857 not-transparent\" src=\"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Suasana-kegiatan-kuliah-dosen-tamu-bersama-Dadang-Wihana.webp\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"375\" \/>(Foto: Suasana kegiatan kuliah dosen tamu bersama Dadang Wihana)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua Program Studi Magister Terapan Industri Kreatif, Dr. Dewi Kartika Sari, S.E., M.S.Ak., CA., menegaskan bahwa kuliah ini memperkuat dimensi keberlanjutan dalam mata kuliah Pengembangan Kreasi Kolaboratif. Ika menuturkan, \u201cMahasiswa belajar merancang model kolaborasi sekaligus perlu memahami dampaknya terhadap pembangunan berkelanjutan. Perspektif <em>Sustainable Development Goals <\/em>(SDGs) menjadi kerangka penting dalam merancang ekosistem kreatif yang inklusif dan berorientasi jangka panjang. Misalnya, poin 8 (<em>Decent Work and Economic Growth<\/em>) melalui penciptaan wirausaha baru dan penguatan UMKM dan poin 9 (<em>Industry, Innovation and Infrastructure<\/em>) melalui pengembangan inovasi, <em>media arts<\/em>, dan ekosistem <em>creative hub<\/em>.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu mahasiswa, Ridwan Kusuma Al Aziz, menilai materi yang disampaikan memberikan pemahaman komprehensif mengenai hubungan antara kreativitas, kebijakan publik, dan pembangunan berkelanjutan. \u201cSaya jadi melihat bahwa proyek kreatif yang kami rancang di kelas semakin berkembang dari inovasi menuju kontribusinya terhadap masyarakat dan keberlanjutan,\u201d ungkap Ridwan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui kegiatan ini, prodi Magister Terapan Industri Kreatif terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, aplikatif, dan selaras dengan agenda pembangunan global. Integrasi konsep <em>collaborative governance<\/em>, pengembangan ekosistem kreatif, dan kerangka SDGs menjadi fondasi penting dalam membekali mahasiswa sebagai agen perubahan yang inovatif dan berdampak.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Depok-Program studi (prodi) Magister Terapan Industri Kreatif, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI), menghadirkan Kepala Bappeda Kota Depok, Dr. H. Dadang Wihana, M.Si., CRGP, sebagai dosen tamu dalam mata kuliah Pengembangan Kreasi Kolaboratif pada Selasa (03\/03\/2026). Mengangkat tema \u201cPeran Pemerintah dalam Membangun Ekosistem Kreatif Kota dan Kolaborasi Stakeholder\u201d, kuliah dosen tamu ini bertujuan memperkaya wawasan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":273855,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[2,1262,1288],"tags":[],"class_list":["post-273854","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-green-metric","category-sdgs"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/273854","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=273854"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/273854\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":273859,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/273854\/revisions\/273859"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media\/273855"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=273854"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=273854"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=273854"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}