{"id":272209,"date":"2026-02-24T13:00:56","date_gmt":"2026-02-24T06:00:56","guid":{"rendered":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/?p=272209"},"modified":"2026-02-25T08:15:14","modified_gmt":"2026-02-25T01:15:14","slug":"vokasi-ui-hadirkan-praktisi-industri-perkuat-kompetensi-visual-dan-etika-fotografi-jurnalistik-mahasiswa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/vokasi-ui-hadirkan-praktisi-industri-perkuat-kompetensi-visual-dan-etika-fotografi-jurnalistik-mahasiswa\/","title":{"rendered":"Vokasi UI Hadirkan Praktisi Industri, Perkuat Kompetensi Visual dan Etika Fotografi Jurnalistik Mahasiswa"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Depok-Program studi (prodi) Penyiaran Multimedia dan Hubungan Masyarakat, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI), menyelenggarakan kuliah umum bertajuk \u201cMemahami Bahasa Gambar dalam Jurnalisme\u201d pada Senin (23\/02\/2026). Kegiatan ini menghadirkan Arbain Rambey, fotografer profesional dan jurnalis senior, sebagai narasumber. Kuliah yang dilaksanakan di Auditorium Vokasi UI tersebut bertujuan untuk memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai peran fotografi sebagai media komunikasi dalam praktik jurnalistik dan kehumasan. Kuliah umum ini merupakan bagian integrasi dari mata kuliah Fotografi (prodi Penyiaran Multimedia) dan Produksi Multimedia (prodi Hubungan Masyarakat). Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami konsep bahasa visual, etika jurnalisme foto, serta mengaplikasikan teknik pengambilan gambar yang tidak hanya kuat secara estetika, tetapi juga bermakna secara kontekstual.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam paparannya, Arbain menjelaskan bahwa fotografi jurnalistik memiliki struktur dan tata bahasa tersendiri yang harus dipahami oleh setiap praktisi media. Ia menekankan bahwa foto bukan sekadar elemen pendukung teks, melainkan dapat menjadi narasi utama dalam sebuah pemberitaan. Unsur komposisi, momentum, ekspresi, serta konteks sosial menjadi faktor penting dalam membangun cerita visual yang utuh. Arbain mengatakan, \u201cFoto yang baik bukan hanya soal teknis yang sempurna, tetapi tentang bagaimana gambar itu mampu bercerita dan menghadirkan empati bagi yang melihatnya.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img data-dominant-color=\"9c8f84\" data-has-transparency=\"false\" style=\"--dominant-color: #9c8f84;\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-272212 not-transparent\" src=\"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Arbain-saat-memberikan-kuliah-kepada-para-mahasiswa-scaled.webp\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"281\" \/>(Foto: Arbain saat memberikan kuliah kepada para mahasiswa)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga menyoroti pentingnya keberanian seorang fotografer dalam mengambil risiko di lapangan demi mendapatkan momen yang autentik, terbaik, dan berbeda dari yang lain. Menurutnya, foto yang kuat sering kali lahir dari keberanian untuk mendekat, mencari sudut pandang yang tidak biasa, serta keluar dari pola pengambilan gambar yang monoton. Tetapi, keberanian tersebut tetap harus disertai pertimbangan etis dan tanggung jawab profesional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua Program Studi Penyiaran Multimedia, Peny Meliaty Hutabarat, M.S.M., menjelaskan bahwa kuliah umum ini menjadi bagian penting dalam memperkuat pengalaman belajar mahasiswa melalui pemaparan langsung dari praktisi industri. \u201cKami ingin memahami bahwa bahasa gambar memiliki peran strategis dalam membentuk opini publik. Kami berharap mahasiswa mampu menghasilkan karya visual yang kreatif, informatif, dan tetap menjunjung tinggi etika komunikasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img data-dominant-color=\"56413a\" data-has-transparency=\"false\" style=\"--dominant-color: #56413a;\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-272211 not-transparent\" src=\"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Foto-bersama-usai-kuliah-umum-bersama-Arbain-Rambey-scaled.webp\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"281\" \/>(Foto: Foto bersama usai kuliah umum bersama Arbain Rambey)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu mahasiswa prodi Hubungan Masyarakat, Elisabeth Michelle, turut menyampaikan kesan positifnya setelah mengikuti kuliah ini. \u201cDari kuliah umum ini saya jadi lebih paham bahwa gambar bukan hanya pelengkap berita, tetapi bisa menjadi inti cerita itu sendiri. Pengalaman ini sangat relevan dengan pembelajaran kami di kelas,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Vokasi UI dalam menghadirkan pembelajaran kontekstual yang menghubungkan teori dengan praktik industri. Melalui kuliah umum ini, mahasiswa semakin siap menghadapi tantangan dunia kerja, khususnya di bidang penyiaran, jurnalisme, dan hubungan masyarakat yang menuntut kompetensi visual serta integritas profesional.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Depok-Program studi (prodi) Penyiaran Multimedia dan Hubungan Masyarakat, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI), menyelenggarakan kuliah umum bertajuk \u201cMemahami Bahasa Gambar dalam Jurnalisme\u201d pada Senin (23\/02\/2026). Kegiatan ini menghadirkan Arbain Rambey, fotografer profesional dan jurnalis senior, sebagai narasumber. Kuliah yang dilaksanakan di Auditorium Vokasi UI tersebut bertujuan untuk memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai peran fotografi sebagai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":272210,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-272209","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/272209","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=272209"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/272209\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":272214,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/272209\/revisions\/272214"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media\/272210"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=272209"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=272209"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=272209"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}