{"id":267001,"date":"2025-02-17T13:00:09","date_gmt":"2025-02-17T06:00:09","guid":{"rendered":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/?p=267001"},"modified":"2025-02-18T09:44:25","modified_gmt":"2025-02-18T02:44:25","slug":"dunia-sinematografi-dalam-pembuatan-film","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/dunia-sinematografi-dalam-pembuatan-film\/","title":{"rendered":"Dunia Sinematografi dalam Pembuatan Film"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Depok-Program studi (prodi) Penyiaran Multimedia, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI), menyelenggarakan kuliah dosen tamu dengan menghadirkan Herlangga Janottama, seorang sinematografer sekaligus Founder Rumah Produksi Dari Hati, pada Rabu (12\/02\/2025). Herlangga mengajak mahasiswa untuk mengupas lebih dalam sinematografi, khususnya dalam pembuatan sebuah film. Mulai dari kebutuhan sinematografi, perannya dalam sebuah produksi, hingga pembuatan diagram dan <em>shot list<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Herlangga, sinematografi merupakan sebuah seni dan keterampilan mendongeng visual. Sinematografi meliputi pemilihan dan pengaturan pencahayaan, sudut kamera, komposisi, gerakan, dan elemen visual lainnya guna mendukung narasi, emosi, dan tema sebuah cerita. \u201cDalam sebuah sinematografi, tentu didukung oleh beberapa elemen utama yang sangat penting. Mulai dari pemilihan kru, kamera, desain pencahayaan, hingga lensa yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan sebuah proyek,\u201d ungkap Herlangga.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Herlangga-menjelaskan-peran-sinematografi-dalam-sebuah-karya-film-scaled.avif\"><img data-dominant-color=\"487b82\" data-has-transparency=\"false\" style=\"--dominant-color: #487b82;\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-267004 not-transparent\" src=\"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Herlangga-menjelaskan-peran-sinematografi-dalam-sebuah-karya-film-scaled.avif\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"333\" srcset=\"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Herlangga-menjelaskan-peran-sinematografi-dalam-sebuah-karya-film-scaled.avif 2560w, https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Herlangga-menjelaskan-peran-sinematografi-dalam-sebuah-karya-film-300x200.avif 300w, https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Herlangga-menjelaskan-peran-sinematografi-dalam-sebuah-karya-film-1024x683.avif 1024w, https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Herlangga-menjelaskan-peran-sinematografi-dalam-sebuah-karya-film-768x512.avif 768w, https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Herlangga-menjelaskan-peran-sinematografi-dalam-sebuah-karya-film-1536x1024.avif 1536w, https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Herlangga-menjelaskan-peran-sinematografi-dalam-sebuah-karya-film-2048x1365.avif 2048w, https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Herlangga-menjelaskan-peran-sinematografi-dalam-sebuah-karya-film-1080x720.avif 1080w, https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Herlangga-menjelaskan-peran-sinematografi-dalam-sebuah-karya-film-1280x853.avif 1280w, https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Herlangga-menjelaskan-peran-sinematografi-dalam-sebuah-karya-film-980x653.avif 980w, https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Herlangga-menjelaskan-peran-sinematografi-dalam-sebuah-karya-film-480x320.avif 480w\" sizes=\"(max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><\/a>(Foto: Herlangga menjelaskan peran sinematografi dalam sebuah karya film)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Herlangga menuturkan bahwa sinematografi berfokus pada mengontrol kamera dan pencahayaan. Pada kamera, terdapat beberapa bagian yang dapat dikontrol dan dipertahankan, seperti <em>shutter speed<\/em>\/<em>shutter angle<\/em>, ISO\/GAIN, serta <em>aperture<\/em>\/<em>T-Stops<\/em>. Sedangkan, pada pencahayaan, bagian yang dapat dikontrol adalah penempatan, intensitas, warna, serta kualitas pencahayaannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, Herlangga menggambarkan anatomi kamera yang biasa digunakan dalam pembuatan film, seperti <em>top handle<\/em>, badan kamera, baterai &amp; distribusi daya, <em>bridge plate<\/em>, <em>dovetail plate<\/em>, lensa, <em>electronic viewfinder<\/em>, <em>studio matte box<\/em>, dan lainnya. Ia juga memberikan beberapa teknik pengambilan gambar, mulai dari <em>two shot<\/em>, <em>single<\/em>, hingga <em>over the shoulder<\/em>. \u201cTeknis seperti ini perlu dipelajari mahasiswa agar mereka dapat mempraktikkannya secara tepat dan sesuai objek yang ingin disorot,\u201d tambah Herlangga.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Foto-bersama-usai-kuliah-dosen-tamu-berakhir-1-scaled.avif\"><img data-dominant-color=\"4a7c84\" data-has-transparency=\"false\" style=\"--dominant-color: #4a7c84;\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-267006 not-transparent\" src=\"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Foto-bersama-usai-kuliah-dosen-tamu-berakhir-1-scaled.avif\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"333\" srcset=\"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Foto-bersama-usai-kuliah-dosen-tamu-berakhir-1-scaled.avif 2560w, https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Foto-bersama-usai-kuliah-dosen-tamu-berakhir-1-300x200.avif 300w, https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Foto-bersama-usai-kuliah-dosen-tamu-berakhir-1-1024x683.avif 1024w, https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Foto-bersama-usai-kuliah-dosen-tamu-berakhir-1-768x512.avif 768w, https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Foto-bersama-usai-kuliah-dosen-tamu-berakhir-1-1536x1024.avif 1536w, https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Foto-bersama-usai-kuliah-dosen-tamu-berakhir-1-2048x1365.avif 2048w, https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Foto-bersama-usai-kuliah-dosen-tamu-berakhir-1-1080x720.avif 1080w, https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Foto-bersama-usai-kuliah-dosen-tamu-berakhir-1-1280x853.avif 1280w, https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Foto-bersama-usai-kuliah-dosen-tamu-berakhir-1-980x653.avif 980w, https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Foto-bersama-usai-kuliah-dosen-tamu-berakhir-1-480x320.avif 480w\" sizes=\"(max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><\/a>(Foto: Foto bersama usai kuliah dosen tamu berakhir)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tak kalah penting, Herlangga memberikan contoh <em>shot list<\/em> yang perlu dibuat agar memudahkan proses pengambilan gambar. <em>Shot list <\/em>merupakan daftar dari semua <em>shot <\/em>yang akan disertakan dalam sebuah film dengan rincian menit agar lebih efisien. Di samping itu, daftar tersebut juga akan membantu kru dalam mempertimbangkan pengambilan gambar berdasarkan lokasi atau <em>setup<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua Program Studi Penyiaran Multimedia, Peny Meliaty Hutabarat, S.Sos., M.S.M., mengatakan bahwa kuliah dosen tamu dengan menghadirkan praktisi di industri film akan memberikan pengetahuan baru kepada mahasiswa secara praktis. \u201cSaya yakin mahasiswa akan mendapatkan <em>insight <\/em>menarik dari sudut pandang orang yang berpengalaman dan terjun langsung di dunia perfilman. Mahasiswa Penyiaran Multimedia perlu memiliki kemampuan sinematografi karena keterampilan ini merupakan elemen kunci dalam produksi konten audiovisual yang efektif, tidak hanya menambah nilai estetika tapi juga penting dalam penyampaian pesan ke audiens. Semoga ilmu yang sudah diterima dapat diimplementasikan saat mereka masuk ke dunia industri nantinya,\u201d tutup Penny.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Depok-Program studi (prodi) Penyiaran Multimedia, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI), menyelenggarakan kuliah dosen tamu dengan menghadirkan Herlangga Janottama, seorang sinematografer sekaligus Founder Rumah Produksi Dari Hati, pada Rabu (12\/02\/2025). Herlangga mengajak mahasiswa untuk mengupas lebih dalam sinematografi, khususnya dalam pembuatan sebuah film. Mulai dari kebutuhan sinematografi, perannya dalam sebuah produksi, hingga pembuatan diagram dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":267002,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-267001","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/267001","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=267001"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/267001\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":267009,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/267001\/revisions\/267009"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media\/267002"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=267001"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=267001"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=267001"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}