{"id":266536,"date":"2024-12-09T10:00:09","date_gmt":"2024-12-09T03:00:09","guid":{"rendered":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/?p=266536"},"modified":"2024-12-24T08:36:16","modified_gmt":"2024-12-24T01:36:16","slug":"bangun-personal-branding-guna-mempersiapkan-diri-menuju-dunia-industri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/bangun-personal-branding-guna-mempersiapkan-diri-menuju-dunia-industri\/","title":{"rendered":"Bangun Personal Branding Guna Mempersiapkan Diri Menuju Dunia Industri"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Depok-Reputasi diri atau dikenal <em>personal branding<\/em> merupakan salah satu nilai yang perlu dimiliki setiap orang, terutama di era digital yang terus berkembang pesat. Pentingnya membangun reputasi dan citra positif dengan persaingan yang semakin ketat di lingkungan profesional perlu dilakukan, tak terkecuali bagi mahasiswa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa poin penting yang perlu dicatat dalam membangun <em>personal branding <\/em>terdapat pada metode Circle-P, yaitu <em>competency<\/em> (cara mengembangkan kompetensi yang unik dan berdampak bagi orang lain); <em>connectivity <\/em>(seberapa jauh konektivitas untuk mempertajam kompetensi yang dimiliki); <em>creativity <\/em>(cara menerjemahkan kompetensi secara kreatif dan sesuai konteks kekinian); <em>compliance<\/em> (cara menjalankan kompetensi sesuai etika); dan <em>contribution <\/em>(cara berkontribusi berdasarkan kompetensi yang dimiliki).<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Silih-menjelaskan-metode-Circle-P-dalam-membangun-personal-branding.avif\"><img data-dominant-color=\"c1897f\" data-has-transparency=\"false\" style=\"--dominant-color: #c1897f;\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-266539 not-transparent\" src=\"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Silih-menjelaskan-metode-Circle-P-dalam-membangun-personal-branding.avif\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"281\" srcset=\"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Silih-menjelaskan-metode-Circle-P-dalam-membangun-personal-branding.avif 1600w, https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Silih-menjelaskan-metode-Circle-P-dalam-membangun-personal-branding-300x169.avif 300w, https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Silih-menjelaskan-metode-Circle-P-dalam-membangun-personal-branding-1024x575.avif 1024w, https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Silih-menjelaskan-metode-Circle-P-dalam-membangun-personal-branding-768x432.avif 768w, https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Silih-menjelaskan-metode-Circle-P-dalam-membangun-personal-branding-1536x863.avif 1536w, https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Silih-menjelaskan-metode-Circle-P-dalam-membangun-personal-branding-1080x607.avif 1080w, https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Silih-menjelaskan-metode-Circle-P-dalam-membangun-personal-branding-1280x719.avif 1280w, https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Silih-menjelaskan-metode-Circle-P-dalam-membangun-personal-branding-980x551.avif 980w, https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Silih-menjelaskan-metode-Circle-P-dalam-membangun-personal-branding-480x270.avif 480w\" sizes=\"(max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><\/a>(Foto: Silih menjelaskan metode Circle-P dalam membangun <em>personal branding<\/em>)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal tersebut disampaikan Silih Agung, seorang pakar <em>branding <\/em>sekaligus Founder Konner Advisory, pada seminar bertajuk \u201cBuilding personal Brand in Digital Era to Prepare Professional Career\u201d beberapa waktu lalu. Kegiatan seminar tersebut diselenggarakan program studi (prodi) Penyiaran Multimedia, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI) secara daring.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Silih juga menyampaikan strategi komunikasi yang dilakukan dalam membangun <em>personal branding<\/em> meliputi segmentasi audiens, program komunikasi, serta saluran komunikasi. Agung mengatakan, \u201cLangkah awal membangun <em>personal branding<\/em> dapat dilakukan di berbagai platform digital agar lebih optimal dan efisien. Berbagai platform seperti Instagram, TikTok, X, LinkedIn dan lainnya dapat kita manfaatkan sebagai wadah unjuk diri dan membangun citra positif di dalamnya.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua Program Studi Penyiaran Multimedia, Peny Meliaty Hutabarat, S.Sos., M.S.M., mengatakan bahwa Vokasi UI terus membekali mahasiswa dengan berbagai pembelajaran sebelum terjun ke industri. \u201cAdanya kuliah umum ini diharapkan mahasiswa dapat mulai belajar membangun dan memperkuat fondasi <em>personal branding <\/em>seperti apa yang ingin mereka tunjukkan sebelum masuk ke dunia profesional ke depannya,\u201d tutup Peny.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Depok-Reputasi diri atau dikenal personal branding merupakan salah satu nilai yang perlu dimiliki setiap orang, terutama di era digital yang terus berkembang pesat. Pentingnya membangun reputasi dan citra positif dengan persaingan yang semakin ketat di lingkungan profesional perlu dilakukan, tak terkecuali bagi mahasiswa. Beberapa poin penting yang perlu dicatat dalam membangun personal branding terdapat pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":266537,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-266536","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/266536","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=266536"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/266536\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":266543,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/266536\/revisions\/266543"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media\/266537"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=266536"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=266536"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=266536"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}