{"id":265290,"date":"2024-09-05T10:00:42","date_gmt":"2024-09-05T03:00:42","guid":{"rendered":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/?p=265290"},"modified":"2025-10-09T14:28:26","modified_gmt":"2025-10-09T07:28:26","slug":"dosen-dan-mahasiswa-ui-inisiasi-program-sehat-bestari-guna-tekan-angka-stunting-di-kep-seribu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/dosen-dan-mahasiswa-ui-inisiasi-program-sehat-bestari-guna-tekan-angka-stunting-di-kep-seribu\/","title":{"rendered":"Dosen dan Mahasiswa UI Inisiasi Program Sehat Bestari Guna Tekan Angka Stunting di Kep. Seribu"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Depok-Universitas Indonesia (UI) melalui program studi Fisioterapi, Program Pendidikan Vokasi, melakukan terobosan penting dalam upaya menekan angka <em>stunting<\/em> di Kepulauan Seribu. Melalui program pengabdian masyarakat (pengmas) bertema &#8220;Sehat Bestari&#8221; (Sepanjang Hayat Bergerak Bersama Fisioterapi), UI berfokus pada pencegahan anemia pada remaja, sebagai langkah preventif untuk menurunkan prevalensi <em>stunting<\/em> di wilayah tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, prevalensi <em>stunting<\/em> di Kepulauan Seribu mencapai 20,50%, yang masuk dalam kategori medium. Kondisi ini mendorong UI untuk mengambil langkah konkret dalam menanggulangi masalah gizi buruk yang masih menjadi tantangan di daerah tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan pengmas yang diadakan di SMPN 133 Jakarta, Kepulauan Seribu, melibatkan sosialisasi, penyuluhan, serta pemeriksaan hemoglobin menggunakan <em>hemoglobin test strip<\/em> untuk mendeteksi anemia. Selain itu, tim pengabdi juga membagikan buku saku &#8220;Antisipasi Anemia untuk Mencegah Stunting&#8221; sebagai panduan bagi para siswa dalam menjalani pola hidup sehat.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Dosen-dan-mahasiswa-prodi-Fisioterapi-saat-melakukan-kegiatan-pengmas-di-Kepulauan-Seribu-jpeg.webp\"><img data-dominant-color=\"507165\" data-has-transparency=\"false\" style=\"--dominant-color: #507165;\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-265293 not-transparent\" src=\"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Dosen-dan-mahasiswa-prodi-Fisioterapi-saat-melakukan-kegiatan-pengmas-di-Kepulauan-Seribu-jpeg.webp\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"281\" \/><\/a>(Foto: Dosen dan mahasiswa prodi Fisioterapi saat melakukan kegiatan pengmas di Kepulauan Seribu)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua Program Pengmas, Riza Pahlawi, Str.Ftr., M.Kes., menjelaskan bahwa pencegahan anemia bisa dimulai dengan pola makan sehat yang kaya zat besi, suplementasi nutrisi, gaya hidup sehat seperti olahraga teratur, serta menghindari kebiasaan merokok. \u201cMelalui serangkaian pola hidup sehat, diharapkan anak-anak SMPN 133 Jakarta dapat menerapkan pencegahan anemia tersebut, sehingga angka <em>stunting<\/em> di wilayah Kepulauan Seribu dapat ditekan,\u201d ujar Riza.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Kepala SMPN 133 Jakarta, Edi Sumardi, M.Pd., dan seluruh siswa menyambut kegiatan pengmas tersebut secara antusias dan positif. Menurutnya, program pengmas tersebut sangat penting karena mayoritas siswa mengalami anemia. Bahkan, terdapat siswa yang sedang dirawat karena angka HB berada di bawah 5.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya berharap agar program ini berkelanjutan dan berkembang ke wilayah sekitar di Kepulauan Seribu. Selain itu, siswa-siswi SMPN 133 Jakarta juga mendapatkan pengetahuan baru, khususnya mengenai pola hidup yang sehat dan langkah yang tepat agar tidak terkena anemia,\u201d kata Edi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hasil evaluasi dari <em>pre<\/em> dan <em>post test<\/em> menunjukkan peningkatan kesadaran dan pengetahuan siswa SMPN 133 Jakarta terkait anemia hingga lebih dari 80%. Hal ini menandakan keberhasilan program dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya pencegahan anemia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam menurunkan prevalensi <em>stunting<\/em>, khususnya di Kepulauan Seribu, serta mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin Good Health and Well Being,&#8221; kata Riza.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tim pengabdian ini terdiri dari dosen dan mahasiswa UI, termasuk Aditya Denny Pratama, S.ST., M.Fis.; Safrin Arifin, SKM., SSt., M.Sc.; Iman Santoso, S.K.M., M.Fis.; Bintang Mukhammad Burhanuddin Akbar, M.M; Mita Noviana, S.Ft., M.Kes.; Faizah Abdullah, S.St., S.Ft., M.Biomed.; serta beberapa mahasiswa seperti Syifa Nur Aini, Hasya Lailatul Fitri, Hanif Maulana, dan Almira Rida Afifah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Program &#8220;Sehat Bestari&#8221; diharapkan dapat menjadi model untuk inisiatif serupa di wilayah lain, sebagai bagian dari komitmen Universitas Indonesia dalam menciptakan generasi muda yang sehat dan berkualitas.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Depok-Universitas Indonesia (UI) melalui program studi Fisioterapi, Program Pendidikan Vokasi, melakukan terobosan penting dalam upaya menekan angka stunting di Kepulauan Seribu. Melalui program pengabdian masyarakat (pengmas) bertema &#8220;Sehat Bestari&#8221; (Sepanjang Hayat Bergerak Bersama Fisioterapi), UI berfokus pada pencegahan anemia pada remaja, sebagai langkah preventif untuk menurunkan prevalensi stunting di wilayah tersebut. Berdasarkan data Survei Status [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":265291,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[2,1262,1288],"tags":[],"class_list":["post-265290","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-green-metric","category-sdgs"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/265290","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=265290"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/265290\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":265296,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/265290\/revisions\/265296"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media\/265291"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=265290"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=265290"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vokasi.ui.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=265290"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}