Depok-Tim pengabdian masyarakat (pengmas) program studi (prodi) Administrasi Rumah Sakit, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI), menyelenggarakan pelatihan peningkatan kompetensi personal development skills bagi tenaga administrasi BPJS Rumah Sakit BSH, Bogor, pada Rabu (24/06/2026). Kegiatan ini digelar untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit melalui penguatan kapasitas sumber daya yang berorientasi pada kebutuhan pasien atau patient-centered care.

Pelatihan tersebut diikuti oleh 40 peserta yang terdiri atas tenaga kesehatan dan tenaga administrasi Rumah Sakit BSH. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh penguatan kompetensi dalam aspek pelayanan prima, komunikasi dengan pasien, penanganan komplain, penampilan profesional, serta pengembangan rasa percaya diri dalam memberikan pelayanan kepada pasien dan keluarga pasien.

Ketua tim pengabdi, Dr. Nia Murniati, S.K.M., M.K.M., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu wujud kontribusi prodi Administrasi Rumah Sakit dalam mendukung peningkatan mutu layanan kesehatan. Program ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-3, yaitu Good Health and Well-Being, melalui penguatan kompetensi personal tenaga administrasi BPJS Rumah Sakit BSH dalam mendukung pelayanan berbasis patient-centered care.

“Kualitas pelayanan rumah sakit tidak hanya ditentukan oleh kompetensi teknis, tetapi juga oleh kemampuan tenaga administrasi dalam berkomunikasi, mengelola keluhan, serta menampilkan sikap profesional yang menenangkan pasien dan keluarganya,” ujar Nia.

Tim pengabdi terdiri dari para dosen prodi Administrasi Rumah Sakit Vokasi UI, yaitu Dr. Nia Murniati, S.K.M., M.K.M.; Ari Nurfikri, S.K.M., M.M.R.; Supriadi, S.K.M., M.A.R.S.; Nur Fadilah Dewi, S.K.M., M.K.M.; dan Elsa Roselina, S.Kp., M.K.M.

(Foto: Dosen Vokasi UI saat memberikan edukasi kepada para tenaga kesehatan di RS BSH)

Sesi pertama pelatihan bertajuk “From Complaint to Care: Mengubah Keluhan Menjadi Kesempatan Pelayanan Prima” disampaikan oleh Astrid Trishanty Putri, dosen prodi Administrasi Rumah Sakit Vokasi UI. Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami pentingnya mengelola emosi, menjaga profesionalisme dalam menghadapi berbagai situasi pelayanan, serta memandang keluhan pasien sebagai kesempatan untuk memahami kebutuhan pasien dan meningkatkan kualitas pelayanan.

Guna memperkuat pemahaman peserta, sesi pertama dilengkapi dengan praktik roleplay yang melibatkan sembilan kelompok. Lima kelompok di antaranya menampilkan simulasi penanganan komplain di hadapan peserta lain, mulai dari keluhan terkait waktu tunggu hingga berbagai bentuk ketidakpuasan pasien. Peserta dari kelompok lain turut memberikan masukan dan alternatif solusi sehingga tercipta diskusi yang aktif, interaktif, dan konstruktif.

Sesi kedua bertajuk “Healthcare Presence Excellence: Menampilkan Profesionalisme yang Menenangkan dan Meyakinkan”. Materi ini berfokus pada pentingnya membangun kesan profesional melalui penampilan, bahasa tubuh, komunikasi, serta rasa percaya diri. Peserta diajak memahami bahwa kepercayaan pasien tidak hanya dibangun melalui kompetensi teknis, tetapi juga melalui cara tenaga kesehatan dan tenaga administrasi menampilkan diri saat berinteraksi dengan pasien.

(Foto: Sesi beauty class bersama Sariayu saat kegiatan pengmas berlangsung)

Sebagai bagian dari sesi praktik, peserta mengikuti kegiatan catwalk atau fashion show sederhana untuk melatih keberanian, ekspresi diri, dan rasa percaya diri. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi beauty class yang didukung oleh Sariayu. Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh edukasi mengenai perawatan diri dan teknik tata rias dasar yang dapat diterapkan dalam aktivitas kerja sehari-hari.

Ketua Program Studi Administrasi Rumah Sakit sekaligus anggota tim pengabdi, Ari Nurfikri, S.K.M., M.M.R., berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam pelayanan sehari-hari. Ari mengatakan, “Kami berharap pelatihan ini mampu mendorong tenaga administrasi untuk memberikan pelayanan yang lebih optimal, profesional, dan berpusat pada kebutuhan pasien.”

Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta, narasumber, dan panitia. Pihak Rumah Sakit BSH menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan ini dan berharap kerja sama dengan Vokasi UI dapat terus berlanjut pada masa mendatang.