Depok-Perkembangan konten digital dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa visual memiliki peran yang semakin krusial dalam penyampaian pesan. Berdasarkan data infografis dari thetreetop.com, rata-rata attention span atau durasi waktu seseorang dapat mempertahankan fokus pada satu tugas atau aktivitas sebelum terdistraksi hanya 8,25 detik. Masyarakat kini lebih mudah terhubung melalui tampilan gambar, ilustrasi, inforgafis, dan data visual dibandingkan dengan teks panjang. Kondisi ini menuntut kemampuan baru, yaitu cara mengolah informasi dan data menjadi sajian yang menarik. Keterampilan inilah yang menjadi fokus pembahasan pada sesi kuliah dosen tamu bertajuk “Komunikasi Cerdas dengan Infografis” yang digelar oleh program studi (prodi) Penyiaran Multimedia, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI), pada Selasa (07/10/2025) di Auditorium Vokasi UI. Kuliah dosen tamu yang terintegrasi dengan mata kuliah Teknologi Informasi ini menghadirkan Fajri Ma’rifatullah, seorang Presentation Coach dan Data Storyteller.
Fajri menjelaskan bahwa visual adalah salah satu elemen terkuat dalam proses komunikasi. Manusia, menurutnya, cenderung lebih cepat menangkap informasi melalui gambar dibandingkan teks. Oleh sebab itu, penyajian data yang tepat dapat membantu audiens memahami pesan secara lebih efektif. “Visual merupakan bahasa universal yang mampu menembus batas usia, budaya, dan latar belakang pendidikan,” ungkap Fajri.
(Foto: Pemberian sertifikat apresiasi oleh Ketua Program Studi Penyiaran Multimedia, Peny Meliaty Hutabarat, S.Sos., M.S.M., kepada Fajri Ma’rifatullah)
Lebih lanjut, Fajri menjelaskan bahwa setiap elemen visual, termasuk warna, bentuk, tipografi, dan tata letak, memiliki makna dan fungsi komunikasi tersendiri. Melalui demonstrasi di layar, Fajri menunjukkan bahwa kumpulan angka yang tampak kaku dapat berubah menjadi cerita yang menggugah ketika divisualisasikan dalam bentuk grafik dan warna yang tepat.
Fajri juga mengenalkan berbagai jenis infografis, mulai dari infografis statistik, alur, komparasi, hingga listicle. Fajri menekankan bahwa memilih bentuk infografis dapat memengaruhi cara pesan utama dapat dipahami dalam waktu singkat. Selain itu, Fajri menyoroti tiga elemen dasar infografis: warna, tipografi (font), dan ilustrasi. Ketiganya harus digunakan dengan pertimbangan makna; warna untuk mengarahkan fokus, font untuk menjaga keterbacaan, dan ilustrasi untuk memperkuat pesan.
Mahasiswa juga diajak memahami peran teknologi dalam pembuatan infografis. Fajri memperlihatkan berbagai format, seperti infografis statis, animasi (explainer), hingga interaktif, yang kini semakin mudah dibuat berkat platform seperti Canva dan PowerPoint. Tetapi, ia mengingatkan, alat hanyalah sarana. “Infografis yang berhasil adalah infografis yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan empati terhadap audiens,” ujarnya.
(Foto: Foto bersama audiens usai kuliah dosen tamu berakhir)
Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa diharapkan mendapatkan pemahaman praktis mengenai komunikasi data, khususnya dalam pembuatan infografis yang efektif. Ketua Program Studi Penyiaran Multimedia sekaligus dosen pengampu mata kuliah Teknologi Informasi, Peny Meliaty Hutabarat, S.Sos., M.S.M., menyampaikan bahwa di era informasi seperti sekarang, mahasiswa perlu memiliki kemampuan yang melampaui sekadar memahami data. Di prodi Penyiaran Multimedia, para mahasiswa juga mempelajari infografis atau visualisasi data, website content, dan AI journalism. “Mahasiswa harus punya keterampilan yang tidak hanya berhenti di memahami informasi dan data, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi pesan visual yang komunikatif dalam bentuk infografis,” ujarnya.
Peny menegaskan bahwa penguasaan komunikasi visual merupakan keterampilan yang relevan di berbagai bidang, baik media, industri kreatif, hingga korporasi. Kuliah dosen tamu ini sejalan dengan capaian pembelajaran mata kuliah tersebut agar mahasiswa mampu mengintegrasikan keterampilan berpikir kritis, literasi digital, dan kreativitas dalam menghasilkan produk komunikasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi media.




