Depok-Perguruan tinggi senantiasa dituntut untuk adaptif dan proaktif dalam merespons kemajuan zaman. Oleh karena itu, Universitas Indonesia (UI) secara aktif membangun kolaborasi dengan mitra lintas negara, dengan harapan dapat saling berbagi perspektif dalam mengakselerasi transformasi digital. Kolaborasi internasional ini salah satunya digalakkan oleh Program Pendidikan Vokasi, yang menjajaki kerja sama di bidang Artificial Intelligence (AI), teknologi digital, dan industri kreatif di Tiongkok pada 9-18 April 2026. Lawatan ini menegaskan komitmen Vokasi UI untuk memastikan relevansi pendidikan vokasional dengan kebutuhan industri global yang terus berkembang, sekaligus memperkuat posisi UI sebagai institusi pendidikan adaptif dan berdaya saing internasional.
Agenda utama kunjungan delegasi UI yang dipimpin oleh Dr. Diaz Pranita, M.M., selaku Kepala Urusan Internasional Vokasi UI, meliputi Sino-Indonesia Exchange Meeting on Industrial Digitalization Talent Development Cooperation di Irootech Technology Co. Ltd., kunjungan ke Wuhan Vocational College of Software and Engineering untuk menyaksikan implementasi AI dan Internet of Things (IoT) dalam pembelajaran, serta pertemuan dengan mahasiswa Indonesia yang mengikuti short course AI dan IoT.
Delegasi UI juga meninjau langsung fasilitas produksi Sany Group di Changsha yang telah menerapkan sistem industri berbasis AI, robotika, dan IoT, serta menjajaki kerja sama di bidang art and design dengan Qingdao University of Technology dan Qingdao Huanghai University.
(Foto: Kehadiran Vokasi UI dalam program penguatan kemitraan di Tiongkok)
Tujuan dari rangkaian kegiatan ini adalah memperkuat kolaborasi global, membuka peluang internasionalisasi bagi mahasiswa vokasi Indonesia, serta mengembangkan kurikulum berbasis digital yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan. “Mahasiswa vokasi perlu dibekali kompetensi hibrida, mulai dari literasi AI, analitik data, hingga kemampuan berpikir kritis dan etika teknologi. Kompetensi tunggal tidak lagi cukup di era ini,” jelas Dr. Diaz.
Sementara itu, Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Dr. Safrin Arifin, SKM., S.St., M.Sc., menegaskan, “Dunia kerja saat ini tidak lagi hanya membutuhkan keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan adaptasi terhadap teknologi baru seperti AI, analitik data, dan sistem digital. Melalui kolaborasi ini, kami membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman internasional yang akan menjadi bekal penting di masa depan.”
Adapun capaian penting dari kunjungan ini antara lain penandatanganan kesepakatan awal kerja sama antara Irootech Technology Co. Ltd., Wuhan Vocational College of Software and Engineering, Program Pendidikan Vokasi UI, dan Politeknik Manufaktur Bandung. Kesepakatan ini memungkinkan terlaksananya pertukaran mahasiswa dan dosen, joint master’s degree, penelitian bersama, kompetisi internasional, short course, hingga peluang program magister dan doktoral berbasis pembelajaran jarak jauh.
Selain itu, kunjungan ini juga menghasilkan peresmian Aliansi Pendidikan Vokasi dan Industri untuk Pengembangan Talenta Digital Indonesia–Tiongkok, yang melibatkan lebih dari 20 pemimpin institusi pendidikan vokasi dari kedua negara.
Dengan capaian tersebut, UI melalui Program Pendidikan Vokasi menegaskan komitmennya untuk memperkuat kemitraan global dan mengembangkan kurikulum vokasional yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing lulusan Indonesia di tingkat internasional sekaligus memperkokoh posisi UI sebagai pelopor pendidikan vokasi adaptif dan inovatif.




