Depok-Sekolah Vokasi Universitas Indonesia (UI) menggelar Simulasi Keadaan Darurat di Gedung A dan Gedung C Vokasi UI pada Senin (03/08/2026). Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari lokakarya kesiapsiagaan darurat yang sebelumnya telah diselenggarakan sebagai upaya memperkuat budaya keselamatan sekaligus menguji kesiapan sivitas akademika dalam menghadapi berbagai kondisi darurat di lingkungan kampus.

Simulasi melibatkan unsur pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, petugas keamanan, serta petugas kebersihan di lingkungan Vokasi UI. Kegiatan dipandu oleh tim dari Kantor Keselamatan dan Lingkungan, Direktorat Kesejahteraan Kampus UI yang memberikan arahan mengenai prosedur evakuasi, koordinasi tanggap darurat, hingga penanganan korban sesuai dengan standar keselamatan.

(Foto: Sesi table top yang dipandu oleh tim dari Kantor Kesehatan Lingkungan UI)

Dalam mendukung kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, Sekolah Vokasi UI juga telah memiliki Tim Tanggap Darurat yang terdiri atas personel dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Tim tersebut berperan dalam membantu proses evakuasi, memastikan keamanan area, memberikan pertolongan pertama, serta mengoordinasikan penanganan awal ketika terjadi keadaan darurat di lingkungan kampus.

Kegiatan dibuka oleh Manajer Fasilitas dan Sarana, Sancoko, S.Sos., M.E. Dalam arahannya, ia mengingatkan seluruh peserta untuk senantiasa menjadikan keselamatan sebagai prioritas selama simulasi berlangsung. “Para peserta kami imbau agar tetap tenang, tidak terburu-buru saat melakukan evakuasi, serta menggunakan pegangan tangan (handrail) ketika menuruni tangga darurat guna meminimalkan risiko kecelakaan,” ujar Sancoko.

Simulasi diawali table top yang memaparkan skenario simulasi penanganan bencana, yaitu terjadinya gempa bumi dan kebakaran. Setelah sirene dibunyikan, seluruh peserta mempraktikkan prosedur Drop, Cover, and Hold On sebagai langkah perlindungan awal saat gempa terjadi. Setelah kondisi dinyatakan aman, peserta melakukan evakuasi menuju titik kumpul melalui jalur evakuasi yang telah ditentukan.

(Foto: Evakuasi warga Sekolah Vokasi UI melalui tangga darurat saat simulasi berlangsung)

Skenario selanjutnya adalah kebakaran di Gedung C yang ditandai dengan munculnya asap dan aktivasi alarm kebakaran. Dalam proses tersebut, tim tanggap darurat berkoordinasi menggunakan handy talky (HT) untuk memastikan seluruh lantai telah dikosongkan. Pada saat yang sama, petugas memperagakan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan sistem hidran sebagai langkah penanganan awal kebakaran.

Selain simulasi evakuasi gedung, tim Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) Vokasi UI turut memperagakan penanganan korban dalam berbagai kondisi darurat. Simulasi tersebut meliputi evakuasi korban menggunakan evacuation chair, pemberian Resusitasi Jantung Paru (RJP) kepada korban yang mengalami henti napas dan henti jantung, serta penanganan dislokasi pergelangan tangan menggunakan elastic bandage.

(Foto: Evakuasi korban saat simulasi keadaan gawat darurat)

Rangkaian simulasi tersebut bertujuan menguji kesiapan petugas dalam memberikan pertolongan pertama sekaligus memastikan proses penyelamatan dapat dilakukan secara cepat, aman, dan terkoordinasi. Melalui latihan yang dilakukan secara langsung, peserta juga memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai peran dan tanggung jawab masing-masing ketika menghadapi kondisi darurat.

Pelaksanaan simulasi ini menjadi bagian dari upaya Sekolah Vokasi UI dalam menguji efektivitas prosedur tanggap darurat, memperkuat koordinasi antarpihak, serta meningkatkan kapasitas sivitas akademika dalam menghadapi berbagai potensi bencana dan keadaan darurat di lingkungan kampus. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama dan menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari di kampus.

(Foto: Simulasi bencana kebakaran menggunakan hidran)

Upaya tersebut turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui penguatan kapasitas pertolongan pertama dan perlindungan keselamatan warga kampus. Kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) , terutama dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, serta SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui peningkatan kesiapsiagaan dan ketangguhan komunitas dalam menghadapi bencana.

(Foto: Seluruh warga Sekolah Vokasi UI yang berpartisipasi pada kegiatan simulasi keadaan gawat darurat)

Sejalan dengan komitmen UI terhadap keberlanjutan, simulasi keadaan darurat tersebut turut memperkuat implementasi UI GreenMetric, terutama pada kategori Setting and Infrastructure. Penerapan jalur evakuasi, titik kumpul, sistem alarm, peralatan pemadam kebakaran, serta prosedur penanganan kondisi darurat merupakan bagian penting dalam mewujudkan lingkungan kampus yang aman, tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.