Depok-Universitas Indonesia (UI) kembali melahirkan doktor baru dalam bidang Kajian dan Stratejik Global melalui kegiatan promosi doktoral Dr. Istiadi, S.E., M.M., M.Si., yang diselenggarakan pada Senin (05/01/2026) di Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan UI. Dalam sidang tersebut, Dr. Istiadi menyusun disertasi berjudul “Model Evaluasi Kualitas Magang Link and Match pada Pendidikan Tinggi Vokasi Berbasis Sinergi Multi-Stakeholder (ISBIQ Model) (Studi pada Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia)”.
Disertasi ini mengangkat isu strategis penguatan kualitas program magang pada pendidikan tinggi vokasi. Dalam paparannya, Dr. Istiadi menegaskan bahwa program magang merupakan komponen kunci dalam pendidikan vokasi karena menjadi jembatan utama antara pembelajaran akademik dan kebutuhan nyata dunia industri. Melalui pendekatan multiphase mixed methods dengan desain sequential explanatory, penelitian ini mengombinasikan analisis kuantitatif dan kualitatif secara integratif untuk mengevaluasi kualitas magang dari perspektif mahasiswa dan para pemangku kepentingan.
(Foto: Suasana kegiatan promosi doktoral Dr. Istiadi)
Tahap kuantitatif melibatkan 260 alumni untuk mengukur kepuasan terhadap kualitas layanan magang menggunakan dimensi Servqual, yakni tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi empati menjadi faktor paling dominan dalam menentukan kepuasan mahasiswa. Sementara hasil wawancara dengan akademisi, mitra industri, asosiasi industri, dan pemerintah juga mengungkap perlunya penguatan koordinasi, supervisi, serta penyelarasan kompetensi mahasiswa dengan kebutuhan industri. Penguatan dimensi empati tidak hanya meningkatkan kualitas pengalaman belajar mahasiswa, tetapi berkontribusi langsung pada pembentukan karakter profesional dan kesiapan kerja lulusan vokasi.
Selain penguatan dimensi empati, program magang link and match menjadi implementasi keberhasilan Program Pendidikan Vokasi UI yang dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan keterampilan teknis dan nonteknis mahasiswa. Implementasi link and match tidak hanya bergantung pada keterlibatan industri, tetapi juga perencanaan terpadu, penguatan peran dosen pembimbing, dan komunikasi berkelanjutan antara kampus dan mitra industri.
Berdasarkan integrasi temuan tersebut, Dr. Istiadi merumuskan ISBIQ Model sebagai model evaluasi magang berbasis sinergi multi-stakeholder yang mengintegrasikan pendekatan Servqual dan Stakeholder Theory dalam satu kerangka evaluasi komprehensif. “Magang bukan sekadar penempatan mahasiswa di industri, tetapi proses pembelajaran strategis yang harus dirancang dan dievaluasi secara sistematis melalui kolaborasi kampus, industri, dan pemerintah agar benar-benar menghasilkan lulusan siap kerja,” ujar Dr. Istiadi.
Kebaruan utama penelitian ini terletak pada pengembangan Model ISBIQ (Integrated Stakeholder-Based Internship Quality Model), yaitu model evaluasi kualitas magang yang mengintegrasikan teori Servqual, Stakeholder Theory, kebijakan link and match, serta temuan empiris yang grounded. Model ini memetakan dimensi kualitas layanan ke dalam peran setiap pemangku kepentingan dan dirumuskan sebagai kualitas magang = f(sinergi stakeholder × implementasi Servqual × evaluasi berkelanjutan), serta dilengkapi roadmap implementasi 10 tahun sebagai blueprint peningkatan mutu bertahap untuk menekan skills mismatch dan mendorong daya.
(Foto: Foto bersama promotor, para ko-promotor, dan tim penguji)
Model ISBIQ dapat dijadikan rujukan dalam penguatan tata kelola program magang pada Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia. Model ini diharapkan mampu menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan dalam penyelenggaraan magang berbasis link and match, sekaligus memperkuat kualitas lulusan vokasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Sidang promosi doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan UI, dengan Promotor Prof. Dr. Prijono Tjiptoherijanto, S.E., Ph.D., serta Ko-Promotor, Prof. Dr. A. Hanief Saha Ghafur, M.Si. dan Padang Wicaksono, S.E., Ph.D. Adapun tim penguji terdiri atas Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, M.M., Psikolog; Dr. Solikhah Yuliatiningtyas, S.Sos., M.Si., Ph.D.; Dr. Basir S., S.E., M.M.; serta Dr. Mediati Fajri Putri, S.Pd., M.Sc.




