Depok-Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kinerja Tahun 2026 pada Rabu (04/03/2026). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat VA405 dan dihadiri oleh pimpinan serta pejabat struktural di lingkungan Vokasi UI sebagai bagian dari upaya penguatan komitmen terhadap peningkatan kinerja institusi.
Penandatanganan perjanjian kinerja ini merupakan bagian dari proses cascade atau penurunan target kinerja organisasi dari tingkat pimpinan hingga unit-unit kerja. Melalui mekanisme tersebut, setiap pimpinan dan pejabat struktural memiliki tanggung jawab yang jelas terhadap pencapaian indikator kinerja yang telah ditetapkan dalam kontrak kinerja tahun berjalan. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam memastikan bahwa arah kebijakan dan program kerja Vokasi UI selaras dengan target institusi secara menyeluruh.
(Foto: Penandatanganan perjanjian kinerja oleh pejabat struktural Vokasi UI)
Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Dr. Safrin Arifin, S.St., SKM., M.Sc., mengungkapkan bahwa penandatanganan perjanjian kinerja merupakan bentuk komitmen nyata seluruh pimpinan dalam meningkatkan kualitas tata kelola dan kinerja institusi yang optimal. Safrin mengatakan, “Penandatanganan perjanjian kinerja ini menjadi komitmen bersama bagi seluruh pimpinan dan pejabat struktural di lingkungan Vokasi UI untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab secara optimal. Melalui kontrak kinerja yang jelas dan terukur, kami berharap setiap unit kerja dapat berkontribusi secara maksimal dalam mencapai target kinerja institusi.”
Adapun pimpinan yang melakukan penandatanganan perjanjian kinerja meliputi para Wakil Direktur, para Manajer, para Ketua Departemen, para Ketua Program Studi, serta para Ketua Unit Kerja Khusus di lingkungan Vokasi UI. Keterlibatan seluruh unsur pimpinan ini menunjukkan keseriusan Vokasi UI dalam membangun budaya kinerja yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada hasil yang menjadi pilar utama good governance dan reformasi birokrasi.
Selain memperkuat koordinasi antarunit kerja, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas layanan prima pendidikan vokasi, pengembangan sumber daya manusia, serta optimalisasi program kerja yang berdampak bagi mahasiswa, sivitas akademika, dan masyarakat luas.




