Depok-Program studi (prodi) Hubungan Masyarakat, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI), menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Media Relations dalam Penanganan Krisis: Penanganan Krisis, Kampanye PR di Media, dan Etika Penanganan Krisis di Industri Kreatif” pada Kamis (30/4/2026) di Auditorium Vokasi UI. Kegiatan ini merupakan bagian dari integrasi pembelajaran pada mata kuliah Hubungan dengan Media, yang bertujuan memberikan wawasan praktis kepada mahasiswa terkait dinamika hubungan media di era industri kreatif.

Kuliah umum ini menghadirkan Prilly Latuconsina sebagai narasumber. Selain dikenal sebagai figur publik, Prilly juga aktif sebagai produser dan pelaku bisnis kreatif sehingga, memiliki pengalaman langsung dalam mengelola relasi media serta menangani berbagai situasi krisis di ruang publik.

Dalam pemaparannya, Prilly menekankan bahwa media relations tidak sekadar soal eksposur, melainkan tentang membangun hubungan jangka panjang yang berlandaskan kepercayaan. Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga fase utama dalam media relations, yaitu building, maintaining, dan expanding, yang masing-masing membutuhkan pendekatan strategis dan konsistensi. “Popularitas tidak serta-merta menciptakan hubungan. Relasi dengan media perlu dibangun melalui sikap, konsistensi, dan kedekatan personal. Kepercayaan menjadi fondasi utama dalam setiap interaksi,” jelas Prilly dalam sesi kuliah umum tersebut.

(Foto: Prilly saat memberikan kuliah kepada para mahasiswa)

Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa dalam fase maintaining, media bukan hanya berperan sebagai platform publikasi, tetapi menjadi mitra komunikasi yang kritis. Oleh karena itu, profesionalisme, konsistensi pesan, responsivitas, serta kredibilitas menjadi elemen penting dalam menjaga hubungan jangka panjang dengan media.

Pada konteks penanganan krisis, Prilly menekankan pentingnya etika komunikasi, khususnya di industri kreatif yang sangat bergantung pada persepsi publik. Strategi kampanye PR di media harus dilakukan secara transparan, bertanggung jawab, serta mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap reputasi.

Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Dr. Safrin Arifin, SKM., S.St., M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya pembelajaran berbasis praktik melalui keterlibatan langsung dengan praktisi industri. Safrin mengatakan, “Kami berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri. Melalui kuliah umum ini, mahasiswa memperoleh perspektif praktis mengenai bagaimana membangun, menjaga, dan mengembangkan hubungan dengan media, termasuk dalam situasi krisis yang kompleks.”

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan komunikasi di era digital, khususnya dalam membangun strategi media relations yang adaptif, etis, dan berkelanjutan. Melalui kehadiran praktisi berpengalaman seperti Prilly Latuconsina, mahasiswa akan mendapatkan gambaran nyata mengenai implementasi strategi komunikasi di dunia profesional.