Depok-Perjalanan Muhammad Rayhan Permana dalam kompetisi Content Creator Hunt bersama Bank Indonesia berlanjut hingga tingkat nasional. Setelah sebelumnya meraih Juara I kategori Content Creator Hunt dalam CBP Rupiah Championship 2026 tingkat DKI Jakarta, mahasiswa program studi (prodi) Administrasi Rumah Sakit, Sekolah Vokasi Universitas Indonesia (UI) angkatan 2024 tersebut kembali menorehkan prestasi dengan membawa nama DKI Jakarta dalam Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (FERBI) 2026.
Pada kompetisi tersebut, Rayhan berhasil meraih Juara Harapan III kategori Content Creator Hunt tingkat nasional. FERBI 2026 diselenggarakan oleh Bank Indonesia pada 14–16 Agustus 2026 di Istora Senayan, Jakarta. Kompetisi ini mempertemukan perwakilan dari berbagai wilayah di Indonesia yang sebelumnya telah melalui tahapan seleksi di tingkat daerah. Pada tahap nasional, peserta yang berasal dari 46 wilayah Kantor Perwakilan Bank Indonesia diseleksi hingga menghasilkan enam finalis. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta menjadi salah satu perwakilan yang berhasil melaju ke tahap tersebut melalui karya Rayhan.
Berbeda dengan kompetisi sebelumnya yang mengangkat edukasi mengenai cara memperlakukan uang rupiah melalui konsep 3D dan 5J, pada FERBI 2026 Rayhan mendapat tantangan untuk mengembangkan karya berdasarkan tema “Tumbuh Bersama Rupiah, Berdaulat dan Bermartabat.” Tema tersebut memberinya ruang lebih luas untuk mengidentifikasi persoalan sekaligus mengeksplorasi pendekatan kreatif yang ingin disampaikan melalui karya audiovisual.
Dalam karyanya, Rayhan mengangkat pentingnya edukasi mengenai rupiah sejak usia dini. Ia menggambarkan bagaimana pemahaman mengenai uang, termasuk perkembangan sistem pembayaran digital seperti QRIS, dapat diperkenalkan kepada generasi muda sebagai bagian dari upaya membangun pemahaman mengenai rupiah dan perkembangannya di tengah transformasi digital.
Sebagian besar proses kreatif, mulai dari penyusunan konsep, penulisan naskah, pengambilan gambar, hingga penyuntingan video, dikerjakan Rayhan secara mandiri. Ia mengawali proses dengan melakukan riset dan menentukan persoalan yang ingin diangkat sebelum merumuskan konsep video. Menurutnya, salah satu tantangan terbesar dalam kompetisi kali ini adalah menyampaikan gagasan yang cukup luas melalui durasi video yang sangat terbatas. “Videonya hanya berdurasi satu menit, sementara temanya cukup luas. Tantangannya adalah bagaimana menentukan permasalahan dan menyampaikan solusi dalam konsep yang singkat, tetapi tetap mudah dipahami,” ujar Rayhan.
Persiapan menuju tahap nasional juga berlangsung dalam waktu yang relatif singkat. Rayhan harus menyelesaikan rangkaian proses mulai dari riset, penyusunan konsep, pengambilan gambar, hingga penyuntingan video dalam waktu kurang dari satu minggu. Kondisi tersebut mendorongnya untuk mampu mengelola waktu sekaligus mempertahankan kualitas karya yang dihasilkan.
(Foto: Rayhan bersama Rian Adriandhy, sutradara film Jumbo)
Selain berkompetisi, FERBI 2026 juga menjadi ruang belajar bagi Rayhan untuk bertemu dan bertukar pengalaman dengan para pelaku industri kreatif serta finalis dari berbagai daerah yang telah memiliki pengalaman di dunia kreatif dan profesional. Salah satu pengalaman yang berkesan baginya adalah mengikuti sesi workshop bersama Rian Adriandhy, sutradara film Jumbo. Melalui kegiatan tersebut, Rayhan memperoleh wawasan mengenai struktur cerita serta cara menyampaikan pesan secara efektif melalui karya visual.
Meski berhadapan dengan peserta yang memiliki latar belakang dan pengalaman beragam, Rayhan berhasil membawa nama UI sekaligus DKI Jakarta hingga meraih Juara Harapan III. Baginya, kompetisi bukan semata-mata ruang untuk memperoleh penghargaan, tetapi juga kesempatan untuk memperluas pengalaman dan meningkatkan kemampuan.
Direktur Sekolah Vokasi UI, Dr. Safrin Arifin, SKM., S.St., M.Sc., mengapresiasi pencapaian Rayhan yang dinilainya menunjukkan kemampuan mahasiswa vokasi dalam mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam ruang kreatif yang lebih luas. “Prestasi Rayhan menunjukkan bahwa kompetensi mahasiswa vokasi tidak terbatas pada bidang keilmuan utamanya, tetapi juga dapat berkembang melalui kreativitas, komunikasi, dan pemanfaatan teknologi digital. Hal ini sejalan dengan semangat nilai Vokasi UI KITA, yaitu Kompeten, Integritas, Transformatif, dan Adaptif. Keberaniannya untuk terus berkompetisi dari tingkat daerah hingga nasional merupakan proses pembelajaran yang sangat bernilai. Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada Rayhan atas prestasinya yang mengharumkan nama almamater Universitas Indonesia,” ujar Safrin.
Pengalaman tersebut turut didukung oleh proses pembelajaran dan aktivitas organisasi yang dijalani Rayhan selama berkuliah di Sekolah Vokasi UI. Mata kuliah Praktik Komunikasi Kesehatan membantunya memahami cara menyampaikan pesan secara terstruktur, termasuk mengatur intonasi dan berkomunikasi dengan pihak yang terlibat dalam proses produksi. Sementara itu, mata kuliah Etika Rumah Sakit memberinya pemahaman mengenai pentingnya perizinan serta etika dalam penggunaan dokumentasi visual.
Selain pembelajaran di kelas, pengalaman Rayhan sebagai Ketua Departemen Komunikasi dan Informasi Himpunan Mahasiswa Administrasi Rumah Sakit (HIMARS) pada 2025 turut memperluas pengalamannya dalam mengelola berbagai program komunikasi dan produksi konten.
Bagi Rayhan, perjalanan dari tingkat provinsi hingga nasional memberikan pembelajaran bahwa kemampuan seseorang tidak hanya dibentuk dari hasil akhir, tetapi juga dari keberanian untuk mencoba, terus belajar, dan memperbanyak pengalaman. Rayhan berpesan, “Kita harus berani mencoba hal baru dan terus mengembangkan soft skill. Kalau capek, boleh beristirahat, tetapi setelah itu bangkit lagi dan cari pengalaman sebanyak mungkin karena jam terbang itu tidak akan pernah bohong.”
Ke depan, Rayhan berharap dapat terus mengembangkan kemampuannya di bidang kreatif melalui berbagai pengalaman dan kompetisi. Perjalanannya dari tingkat daerah hingga nasional menjadi bukti bahwa proses belajar, keberanian untuk mencoba, serta konsistensi dalam memperkaya pengalaman dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk terus berkembang dan melangkah lebih jauh.




