Depok-Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI) bersama Breakthrough for Life (BFL) Center resmi menandatangani kontrak beasiswa retroaktif semester 1-8 dan ikatan dinas untuk mahasiswa program studi (prodi) Terapi Okupasi. Penandatanganan ini berlangsung di BFL Center, Jakarta Barat, pada Selasa (16/09/2025).

Dalam acara tersebut, Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Padang Wicaksono, S.E., Ph.D, yang diwakili Ketua Program Studi Terapi Okupasi, Hermito Gidion, A.Md.OT., M.Psi.T., hadir bersama Direktur BFL Center, Karel Karsten Himawan, Ph.D., Psikolog. Turut hadir pula penerima beasiswa, Kristien Natalia Borneo Ginting, mahasiswa prodi Terapi Okupasi Vokasi UI.

(Foto: Penandatanganan kontrak beasiswa retroaktif antara mahasiswa prodi Terapi Okupasi dan BFL Center)

Beasiswa retroaktif ini diberikan kepada Kristien Natalia Borneo Ginting sebagai bentuk dukungan penuh BFL Center terhadap keberlanjutan pendidikannya. Beasiswa mencakup pembiayaan kuliah dari semester 1 hingga semester 8. Sebagai bentuk komitmen timbal balik, Kristien akan menjalani ikatan dinas selama lima tahun di BFL Center setelah menyelesaikan studi.

“Kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dengan dunia industri, khususnya pada unit layanan tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus. Kami mengapresiasi BFL Center atas komitmen dan dukungannya terhadap pengembangan kualitas lulusan Vokasi UI,” ujar Dion mewakili Direktur Program Pendidikan Vokasi UI.

Sementara itu, Karel Karsten Himawan, Ph.D., Psikolog., menyampaikan bahwa program beasiswa ini adalah bentuk nyata kepedulian BFL Center terhadap pengembangan tenaga profesional di bidang terapi okupasi. “Kami percaya, investasi pada pendidikan akan melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan berdampak bagi masyarakat luas,” ujarnya.

(Foto: Ketua Program Studi Terapi Okupasi, Hermito Gidion, A.Md.OT., M.Psi.T., saat memberikan cendera mata kepada BFL Center)

Sebagai penerima beasiswa, Kristien Natalia Borneo Ginting, mengungkapkan rasa syukur dan harapannya. Natalia mengatakan, “Saya bersyukur atas kesempatan yang diberikan ini. Beasiswa dan ikatan dinas ini tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga motivasi besar bagi saya untuk belajar lebih giat dan nantinya akan mengabdikan diri di BFL Center. Saya berharap bisa memberikan kontribusi nyata bagi anak-anak berkebutuhan khusus dan keluarga mereka.”

Penandatanganan kontrak ini menandai awal kerja sama jangka panjang yang diharapkan dapat menjadi model kolaborasi antara institusi pendidikan dan industri layanan kesehatan.