Depok-Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI). Nafisah Nurhafizhah, mahasiswa program studi (prodi) Administrasi Perkantoran, berhasil meraih Juara 2 Kategori Esai Mahasiswa dalam ajang nasional Indonesia’s Next-Gen Education Movement (INNECTION) 2026 melalui gagasan inovatif yang memadukan teknologi kecerdasan buatan, neurofeedback Electroencephalography (EEG), dan mixed reality untuk membantu mengatasi kecemasan berbicara di lingkungan akademik.
INNECTION 2026 merupakan kompetisi nasional yang diselenggarakan oleh prodi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Mengusung tema “Pendidikan sebagai Daya Kebangkitan Bangsa: Peran Intelektual Muda dalam Menjawab Krisis Sosial, Budaya, dan Demokrasi di Era Global”, kompetisi ini diikuti oleh 93 peserta dari 52 perguruan tinggi di seluruh Indonesia pada kategori Esai Mahasiswa.
Pada kompetisi tersebut, Nafisah mengangkat esai berjudul “Rancang Bangun Sistem Realitas Campuran Adaptif Berbasis Neurofeedback EEG dan Skenario Cerdas AI sebagai Intervensi Academic Speaking Anxiety Mahasiswa Tahun Pertama.” Gagasan inovatif ini berangkat dari tingginya fenomena academic speaking anxiety atau kecemasan berbicara di lingkungan akademik yang kerap dialami mahasiswa baru ketika melakukan presentasi, berdiskusi di kelas, maupun menyampaikan pendapat dalam lingkungan akademik.
Melalui inovasi yang diusulkannya, Nafisah merancang sebuah sistem adaptif yang mampu mendeteksi tingkat kecemasan pengguna secara real-time menggunakan teknologi EEG. Data tersebut kemudian diolah oleh sistem berbasis AI untuk menyesuaikan tingkat kesulitan dan skenario latihan berbicara yang diberikan kepada pengguna. Dengan dukungan teknologi mixed reality, mahasiswa dapat berlatih dalam simulasi yang menyerupai situasi nyata namun tetap aman dan terkendali, sehingga proses adaptasi terhadap kecemasan dapat dilakukan secara bertahap.
(Foto: Nafisah Nurhafizhah, mahasiswa prodi Administrasi Perkantoran, berhasil meraih Juara 2 Kategori Esai Mahasiswa)
Menurut Nafisah, ide tersebut berangkat dari pengalaman pribadi sekaligus pengamatan terhadap tantangan yang dihadapi banyak mahasiswa dalam proses pembelajaran. Nafisah mengatakan, “Sebagai mahasiswa, saya pernah merasakan tekanan akademik dan kecemasan saat harus berbicara atau presentasi di depan umum. Pengalaman tersebut membuat saya tertarik untuk mencari solusi yang inovatif sekaligus relevan dengan kebutuhan mahasiswa saat ini.”
Penyusunan karya diawali dengan identifikasi permasalahan yang umum ditemukan di kalangan mahasiswa, dilanjutkan dengan studi literatur, pengembangan konsep teknologi, hingga penyusunan esai sesuai ketentuan kompetisi. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah mengintegrasikan konsep AI, neurofeedback EEG, dan mixed reality menjadi sebuah solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga realistis untuk diterapkan dalam konteks pendidikan tinggi.
Keunggulan karya Nafisah terletak pada kemampuannya mengintegrasikan perkembangan teknologi mutakhir dengan kebutuhan nyata mahasiswa di lingkungan akademik. Selain menawarkan pendekatan yang personal dan adaptif, inovasi tersebut juga dinilai relevan dalam mendukung kesehatan mental serta peningkatan kemampuan komunikasi akademik mahasiswa. Penilaian kompetisi sendiri mencakup aspek kebaruan gagasan, kreativitas, kualitas argumentasi, penggunaan bahasa, sitasi, serta orisinalitas karya.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa vokasi tidak hanya dibekali keterampilan praktis sesuai kebutuhan industri, tetapi juga didorong untuk menghasilkan gagasan yang mampu menjawab berbagai tantangan sosial dan pendidikan melalui pendekatan multidisiplin. Berbagai mata kuliah yang dipelajari, seperti Aplikasi Komputer, Organisasi, Manajemen dan Bisnis, serta Hubungan Masyarakat, turut menjadi fondasi penting dalam proses pengembangan ide dan penyusunan karya ilmiah.
Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Dr. Safrin Arifin, SKM., S.St., M.Sc., mengapresiasi prestasi yang diraih Nafisah sebagai bukti bahwa mahasiswa vokasi mampu menghadirkan solusi inovatif bagi berbagai persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. “Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Vokasi UI memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi permasalahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan mengembangkan solusi yang kreatif, aplikatif, serta berbasis teknologi. Kami berharap capaian ini dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berkompetisi, dan memberikan kontribusi positif melalui ide-ide yang berdampak bagi masyarakat,” ujar Safrin.
Prestasi yang diraih Nafisah sekaligus mempertegas komitmen Vokasi UI dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendorong inovasi, kolaborasi, dan pengembangan solusi berbasis teknologi untuk menjawab tantangan masa depan. Melalui berbagai kompetisi dan kegiatan akademik, mahasiswa didorong untuk terus mengembangkan kreativitas serta menghasilkan karya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia pendidikan.



